OJK dan Paradigma Pembangunan Bangsa

9 May 2011
933 Views
Comments are off for this post

Oleh: Sayuti Hasibuan, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Al Azhar Indonesia

Sejak Indonesia merdeka, khususnya sejak tahun 1950, pembangunan sosial-ekonomi Indonesia telah dikelola menurut model ekonomi ciptaan manusia yaitu model berbasis kepada teori ekonomi neoklasik yang awalnya dikembangkan oleh Adam Smith. Model ekonomi yang demikian tidak konsisten dengan model ekonomi yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 yaitu  berbasis kepada Pancasila khususnya kepada prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab . Model ini diidentifikasi sebagai model ekonomi syariah.  Indoneisa telah melanggar sebuah hukum alam, yaitu Hukum Konsistensi Pembangunan Bangsa-Bangsa. Akibat pelanggaran ini pembangunan Indonesia banyak mengalami kegagalan. Kegagalan ini akan berlanjut selama hukum konsistensi ini tidak diindahkan sepenuhnya.

OJK memiliki sebuah kesempatan emas untuk mengembalikan pengelolaan  pembangunan bangsa kepada model yang diamanatkan oleh konstitusi dan dengan demikian meperbesar kemungkinan tercapainya cita-cita kemerdekaan Indonesia dengan optimal, utamanya yang menyangkut adil-makmur dan kemerdekaan berfikir.

Tulisan ini  membahas bagaimana tugas ini bisa dilakukan oleh OJK. Tetapi sebelum itu akan didiskusikan lebih dahulu hukum konsistensi dalam kaitannya dengan pembangunan Indonesia pasca kemerdekaan.

{filelink=22}