Kembali ke Pancasila

14 June 2011
650 Views
Comments are off for this post

Oleh: Sayuti Hasibuan, Warga negara Indonesia

Pengantar

Rasanya aneh adanya ajakan kembali ke Pancasila mengingat Indonesia telah merdeka selama 65 tahun pada Agustus 2010 ini. Tetapi keanehan ini sirna kalau diperhatikan keadaan sosial-ekonomi rakyatnya masih amat jauh dari apa yang dicita-citakan sesuai dengan idiologi Pancasila. Yang baik-baik dalam prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa belum dilaksanakan secara konsisten oleh para pimpinan bangsa dan banyak orang lainnya dalam rangka mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab. Ini terlihat antara lain dari luasnya tindakan tidak terpuji berupa korupsi. Perekonomiannya ditandai oleh lebarnya jurang antara yang kaya dan yang miskin. Pengangguran dan kemiskinan tidak kunjung dapat diatasi secara tuntas. Lingkungan hidupnya mengalami kerusakan yang cukup besar termasuk rusaknya hutan sebagai paru-paru dunia dan banjir yang terus melanda secara rutin. Birokrasi pemerintahannya lamban dalam melayani kepentingan rakyat. Dunia bisnisnya cenderung tertinggal dalam bersaing dengan bisnis negara-negara tetangga seperti Cina dan India dan Malaysia. Menurut ukuran dunia pembangunan sdmnya berada pada posisi 111 dari 182 negara, suatu posisi yang amat jauh dari jumlah penduduk nya yang no. 4 besar di dunia. Di bidang sosial, gejala “permissiveness “ dalam berbagai bentuk seperti kecanduan narkoba, pornografi,d.l.l. juga amat sulit dikontrol. Dan banyak tantangan lain yang dihadapi dalam suasana semakin terintegrasinya Indonesia dengan dunia luar dan semakin bertambahnya jumlah penduduk.

{filelink=81}