Accounting Series “Metode dan Formula Bagi Hasil di Industri Perbankan Syariah”

1 November 2011
1945 Views
Comments are off for this post


Rabu (26/10/2011) Fakultas Ekonomi jurusan Akutansi mengadakan acara accounting series dengan pembicara Bapak Ateng Suhaeni, Ak. MM (Biro Akutansi Terapan dan Profesi IAE). Adapun topik yang diangkat pada accounting series kali ini adalah ‘Metode dan Formula Bagi Hasil di Industri Perbankan Syariah’.

Acara dibuka oleh MC (Rangga Amantra, Mahasiswa Semester 3 Prodi Akuntansi) dengan mengajak para peserta membaca basmalah. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Saudara Ihsan dan saritilawah Saudari Larasati Kusumawardhani. Ayat suci yang dibaca adalah Quran Surah (QS) Al Baqarah ayat 285. Surah itu dipilih karena bersesuaian dengan ilmu akuntansi dan topik yang dibahas.

Sambutan disampaikan oleh Bapak Ferry Novindra Idroes (Wakil Dekan Fakultas Ekonomi). Beliau menyambut baik acara accounting series dan berharap dilanjutkan di bulan-bulan mendatang. accounting series pada bulan Oktober merupakan yang pertama kali diselenggarakan dan insya Allah akan dilaksanakan setiap bulan. Sambutan dari Wakil Dekan sekaligus bentuk dukungan dari fakultas ekonomi terhadap kegiatan accounting series.

Pembicara (Bapak Ateng Suhaeni) menjelaskan mengenai metode dan formula bagi hasil. Dimulai dari pengantar operasional Bank Syariah yang menjelaskan mekanisme pengumpulan dana Bank Syariah dan pendistribusian kepada debitor. Penghimpunan dana pada Bank Syariah ada dua: simpanan wadiah dan dana syirkah temporer. Simpanan wadiah terdiri dari giro wadiah dan tabungan wadiah. Sementara dana syirkah temporer terdiri dari mudharabah mutlaqah (tabungan dan deposito berjangka), mudharabah muqayyadah, dan mudharabah musytarakah. Pembicara menjelaskan secara praksis, sehingga mahasiswa mendapatkan perbandingan atas apa yang mereka pelajari di ruang-ruang kelas.

[nggallery id=78]

Selain menghimpun dana, bank syariah juga menyelenggarakan penyaluran dana atas dana yang terhimpun. Bentuknya adalah penempatan pada BI, penempatan pada bank lain, giro pada bank lain, surat berharga, dan pembiayaan. Pembiayaan dapat dilakukan dengan piutang dan pembiayaan mudharabah dan pembiayaan musyarakah. Materi-materi tersebut merupakan pengantar menuju pembahasan inti: formula bagi hasil Bank Syariah Mandiri. Bank Syariah Mandiri dalam bagi hasilnya menggunakan pendekatan revenue sharing. Pendekatan tersebut sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN). Paparan pembicara sekitar 40 menit.

Diskusi dimoderasi oleh Bapak Lathief Hakim. Mahasiswa yang sangat antusias bertanya. Diawali dari Rizki Bambang Nugraha (2006) yang mempertanyakan tentang kenapa BSM lebih memilih revenue sharing daripada profit sharing. Menyusul Donny Wibiananda Suryaman (2009), yang mempertanyakan mengenai pembiayaan bank syariah didominasi murabahah. Sementara mudharabah dianak tirikan atau kurang diperhatikan. Padahal efeknya sangat besar terhadap perekonomian.

[nggallery id=79]

Tiurmiasih Hutabarat (2008) dan Widiati (2010) yang bertanya tentang metode blended. Keduanya ingin pembicara menjelaskan istilah-istilah teknis yang belum dipahami oleh mahasiswa. Diskusi mengalir karena moderator berhasil menjembatani pertanyaan sehingga pembicara dapat menjawab dengan baik.

Tak terasa waktu jua yang memisahkan peserta diskusi dengan pembicara. Sehingga perlu diakhiri dengan ucapan hamdalah oleh MC. Semua pihak masih menyimpan banyak pertanyaan, namun terpaksa disimpan dan disampaikan lain kesempatan.

[nggallery id=80]