Sepucuk Surat dari Disra Untuk UAI

28 February 2012
1173 Views
Comments are off for this post

Beberapa hari yang lalu, pimpinan kami menerima surat dari salah seorang Alumni FST bernama Disra Agifral (Teknik Elektro 2005). Tekad yang kuat untuk berjuang demi mencapai karir yang lebih baik dari Disra, sangat menyentuh dan menginspirasi kami untuk terus melakukan yang terbaik bagi mahasiswa dan alumni UAI. Kami sangat bangga atas pengalaman yang bersangkutan, dan ingin membagi pengalaman Disra ini dengan segenap mahasiswa, alumni, dosen, dan sivitas akademika lain.

Kami yakin, Disra dan Alumni UAI lain yang saat ini berjuang di dunia kerja, turut membangun kemajuan bangsa, negara, dan agama. Semoga surat ini menginspirasi kita semua. Demi menjaga orisinalitas, admin tidak menyunting surat yang dikirim melalui e-mail ini. Berikut sepucuk surat dari Disra Agifral:

Assalammu’alaikum Wr. Wb Pak Lubis, 

Bia do kabarna sonari Pak? Sai anggiat mandenggan-degan J 

Saya mau cerita-cerita sedikit nih Pak, mungkin Pak Lubis berkenan membaca sampai habis di waktu-waktu senggang J

Inti dari tulisan ini, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Ahmad Lubis, Pak Ary, Pak Zuhal dan semua civitas UAI karena sudah dapat memberikan semua yang alhamdulillah tidak didapat oleh mahasiswa-mahasiswa lain.

Pengalaman saya kuliah di UAI sangat luar biasa Pak, terutama di fakultas teknik, karena semua staf pengajar sangat kompeten dan memiliki pengalaman-pengalaman yang luar biasa, seperti background pendidikan dan juga di dunia pekerjaannya. Saya dan beberapa mahasiswa lain sangat termotivasi untuk mengikuti jejak para dosen kami untuk menjadi sukses.

Pertama, saya ingin bercerita tentang pertama kali saya menancapkan bendera Universitas Al-Azhar Indonesia di dunia kerja, yaitu di PSN (provider satelit pertama di Indonesia). Requirementnya adalah lulus S1 atau sedang skripsi.
Alhamdulillah saya dan Wibi (UAI elektro 2004 yang bimbingan dg pak Ary juga) termasuk 25 orang yang lolos dari sekitar 500 orang yang mendaftar ke PSN. Saat PSN membuka lowongan, saya juga mengajak Wibi untuk mendaftar, dan saat interview, saya juga menceritakan tentang Wibi, bukan hanya diri saya, agar kami berdua diterima dan saya ada teman dari sesama elektro UAI, hehehe J Tapi tidak sampai 4 bulan, saya mengajukan resign dan membayar penalty (saya menjalankan komitmen saya dengan membayar penalti sesuai yang tertera di kontrak). Saya resign baik-baik adalah hanya supaya nama UAI tetap terjaga di mata masyarakat, dan alasan saya resign adalah untuk fokus terhadap skripsi karena ternyata saya kurang bisa membagi waktu kerja dan skripsi. Wibi tetap memilih bertahan hingga 2 tahun tersebut.

Setelah lulus, saya kembali mencoba melamar ke semua lowongan yang saya anggap cocok dan baik. Alhamdulillah banyak sekali panggilan untuk tes dan interview, saya tidak ingat berapa banyak, kira-kira lebih dari 12-an Pak. Tapi uraian berikut perusahaan-perusahaan yang saya ingat:

– Indomobil Nissan untuk program Management Trainee(Dididik untuk menjadi pemimipin di perusahaan tsb): saya ikut lolos sampai seleksi stage 4, tapi saya tidak lolos karena saya sudah tidak maksimal menjalankannya. Stage 4 adalah tes berakting sebagai bagian dari suatu organisasi. Selain karena tidak interested lagi, saya tidak maksimal juga karena acting tersebut tidak alami (tidak benar-benar sedang terjadi, jadi saya kurang mendalami acting saya). Maka saya tidak lolos.

– PT. Control Systems (Line of Business nya Oil and Gas): saya sudah menjalankan 5 stage (2 tes tertulis + 3 tes wawancara), tapi tidak saya terima karena gajinya menurut saya kurang untuk ukuran perusahaan sebesar itu dan juga ikatan dinasnya terlalu lama: ke Singapura 7 hari diikat selama 2 tahun L ..

– L3 Communications Pte Ltd (perusahaan yg di bawah naungan pentagon): saya tidak lolos di tahap akhir (setelah 2 tahap saya lewati). Saya tebak saya tidak lolos karena saya tidak bakat untuk pegang perangkat (lebih ke arah electronics engineering, seperti soldering).

– PT. Sanyo Components : saya lolos sampai ke tahap interview dengan para petinggi-petingginya (tahap terakhir setelah melewati 2 tes tertulis + medical check-up), tapi mereka menyuruh saya untuk memilih join atau tidak karena mereka juga tidak yakin saya akan betah. Mereka melihat dari CV saya kalau saya tidak akan bertahan lama bekerja di situ krn tantangannya kurang untuk saya..Ada hal yang lucu Pak, salah 1 dari mereka bilang “wah nama kamu ada di web IEEE? Dulu itu saya waktu kuliah sering baca-baca paper dan jurnal di IEEE dan saya berpikir kalau orang-orang yang ada di IEEE bagaimana sampai bisa masuk namanya ke IEEE, eeh sekarang ini salah 1 penulisnya ada di depan saya”, lalu kami semua tertawa.

– PT. Datacomm Dian Graha (Vendor telekomunikasi di bidang data communication): lolos di tes tertulis, interview dg user & HRD datacomm, tapi saya tidak lolos interview dengan agen HRD yang dipakai oleh datacomm. Semacam jobsdb atau jobstreet, tapi yang ini namanya firstasia. Saat interview, saya merekomendasikan Marion (elektro UAI 2005 bimbingan pak Ade Jamal) , dan dia lolos seleksi.

– PT. Oberthur Technologies (provider smart card seperti kartu atm, sim card, dll. Sekarang menjadi vendor E-KTP): saya lolos tes tertulis, psikotes, dan interview pertama, tapi tidak saya lanjutkan krn saya kurang interested, krn terlalu IT dan sangat programming, dan saya pikir kerjanya akan monoton, seperti di sanyo . Saat interview, saya merekomendasikan Zulkarnaen (elektro UAI 2005) , tapi dia sepertinya tidak menghadiri panggilan, saya lupa .

– Flight Focus Pte Ltd (Provider software untuk sistem di pesawat terbang): saya lolos tes tertulis dan interview pertama, tapi tidak saya lanjutkan krn saya tidak enak untuk izin tidak masuk kerja kedua kali.

– PT. Versacon Medical Servicom Group (Alat2 kesehatan di bidang laser, ultrasound, pneumatic, dsb): saya di sini hanya 3 bulan, kemudian keluar krn saya organisasinya kurang besar. Yang menarik di sini, saya selalu ikut dokter operasi tumor, kanker, prostat, untuk memandu dokter menggunakan alat dan menjaga agar alat tidak bermasalah selama operasi. Yang menarik lagi, di sini disediakan training ke principal-principalnya seperti di Germany (Carl Zeiss), USA, Italy (alatnya adalah laser untuk menghilangkan tato, mengencangkan kulit, dsb), Jepang (timbangan untuk mengetahui kadar air, lemak, massa tulang, dsb yang ada dalam tubuh), dll. Sebelum saya resign, saya rekomendasikan Althur (Elektro UAI 2005 bimbingan bu Asti) untuk masuk ke sini, dan akhirnya hanya dia yang lolos seleksi dari kandidat-kandidat lain. Dia udah ke Malaysia (Headquarter), Thailand, dan bulan besok ke Germany selama sebulan.

– Bruker AXS Gmbh: awalnya diinterview via phone, tapi setelah saya menyebutkan expected salary saya, yang interview langsung berubah mood-nya, mungkin krn terlalu besar saya menyebutkan, hehehe. Krn saya menyebutkan expected salary hanya lebih besar sedikit dari tempat kerja saya sekarang ini.

Sekarang saya bekerja di Huawei sbg Survey & Design Engineer atau planning untuk implementasi yang tugas saya sbg turnkey project dimulai sampai perangkat terinstall, power-on, dan dapat dialiri traffic dengan baik , vendor telekomunikasi no.1 di Indonesia dan no.2 di dunia setelah Ericsson. Saya sebenarnya sangat enjoy bekerja di sini, karena benar-benar bergaul di dunia telekomunikasi dan oraganisasi yang sangat besar dengan multinasional culture, karena di Huawei Indonesia ada sekitar 2000 lebih karyawannya yang bukan hanya Indonesia dan China, tapi western guy, India, Afrika, dll. Kalau masalah income di Huawei, Alhamdulillah amat sangat cukup bagi saya dan memang di vendor seperti Huawei, ZTE, Ericsson, dan Nokia Siemens Network (NSN), pendapatannya tidak jauh dengan oil and gas. Tapi di antara 3 vendor telco raksasa tsb, Huawei yang pendapatannya paling kecil J . Banyak orang-orang Ericsson dan NSN pindah ke Huawei dengan downgrade salary. Mereka pindah karena sekarang memang sangat banyak perangkat jaringan milik Ericsson dan NSN yang diswap oleh Huawei, semua operator (Telkomsel, XL, Indosat, 3 Hutchison, Axis, Bakrie Telecom, Firstmedia, Telkom. Kalau smartfren tidak terlalu banyak menggunakan Huawei) di seluruh Indonesia mayoritas sudah menggunakan Huawei. Selama setahun kurang di Huawei, alhamdulillah saya sudah berhasil membantu teman-teman teknik UAI join ke Huawei, seperti Pras (Industri UAI 2004) dan Amri (Elektro UAI 2006 yang juga bimbingan pak Ary).

Sekarang saya sedang handle project PT. Axis Telekom Indonesia (di bawah naungan Saudi Telecom Group). Sudah 6 bulan saya di project ini, banyak sekali suka duka yang saya dan teman-teman alami. Di sini saya agak merasakan seperti kerja di luar negeri yang mayoritas orang Indonesia, karena customer yang saya sering saya hadapi adalah orang-orang barat (eropa khususnya) yang ternyata sama strict-nya dengan pak Ary J dalam hal memeriksa hasil kerjaan kami. Kalau orang-orang china expatriat Huawei jarang menghadapi bos-bos Axis yang orang barat tsb, malah kami yang bawahan-bawahan disuruh menghadapi bos-bos di pihak customer. Saya paling sering melakukan Design Review Meeting (hasil apa yang saya design dan yang saya ajukan) dengan Michael J. Bullough (bos National Network Operation Axis), orangnya sudah sangat tua dan galak Pak. Awal-awal pertama kali saya meeting dengannya, saya diperlakukan seperti sidang skripsi dengan pak Ary, “dibantai” J , tapi alhamdulillah lama-kelamaan saya sudah mengetahui apa yang diinginkan Mike Bullough, jadi meeting selanjutnya berjalan lancar.

Suatu ketika setelah meeting, kami ngobrol-ngobrol (Mike B biarpun sudah bos besar yang gajinya di atas 300 juta per bulan, tapi mau melayani kami-kami yang posisi dan gajinya amat sangat jauh di bawahnya) kalau anaknya kuliah di Universitas di kanada, kemudian saya tanya “are your daughter studying at University of Waterloo?”, kemudian dia tanya kenapa saya tau waterloo, saya bilang kalau dosen-dosen saya ada yang s2 di situ kemudian di Imperial College UK. Kemudian juga ada yang menjadi researcher di pangakalan udara USA lulusan University of Dayton, dll. Yang saya senang, dengan menyebut nama-nama tersebut, Mike langsung makin terlihat senang Pak. Dia bilang dia punya pengalaman dg beberapa professor Imperial College, dll.

Saya langsung semakin termotivasi untuk melanjutkan sekolah, khususnya ke wilayah Amerika atau Eropa, krn orang-orang barat Axis yang sering berinteraksi dengan saya (paling muda umurnya sekitar 40an), itu mereka rata-rata lulusan master dan doctor di universitas-universitas ternama di eropa dan amerika, seperti di univ of manchester, dsb. Saya sekarang selain mengumpulkan uang, saya juga sedang mencari-cari perusahaan yang bisa memberikan beasiswa sekolah lagi, krn kalau di Huawei ini tidak ada yang seperti itu Pak. Dan tujuan ke depan saya adalah ingin masuk ke institusi negara Indonesia, bukan negara lain .

Selama di Huawei, saya ada beberapa panggilan yang satu pun tidak bisa saya penuhi panggilan untuk tesnya, yaitu PT. Galva, PT. Alun (Alat-alat berat milik Volvo), PT. Epson Indonesia, Bruker Axs Gmbh, PT. Inco Valle (Management Trainee 6 bulan di kanada dan 6 bulan di Brazil), Morpho Safran, dan terakhir ini adalah PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk. Kalau Wijaya Karya ini baru akan tes hari senin (27 Februari 2012). Biarpun saya sekarang sedang memikul tanggung jawab pekerjaan yang cukup penting (Axis 3G Collocation wilayah Jabodetabek), tapi hari senin besok ini saya tetap ingin ikut tes krn tes ini adalah untuk program “Management Trainee and Scholarship”. Biarpun bidang pekerjaannya akan jauh dari riset saya sewaktu kuliah dan konferensi-konferensi internasional, tapi saya akan jalani kesempatan yang ada di depan mata dulu, Pak.

Sebenarnya saya sudah menghubungi om saya mantan dirut Telkom tahun 2000-2002 (Muhammad Nazif yang sekarang menjadi Wakil Ketua Yayasan Al-Azhar), dan om Nazif memberikan kartu namanya untuk diselipkan di CV dan juga menyuruh saya menelepon orang Telkom di Bandung yang bernama Bunanda, kemudian Bunanda hanya menyuruh saya melamar melalui sistem ke portal Telkom tanpa harus men-submit CV, lalu bila ada lowongan di Telkom, maka akan diproses. Sekarang saya hanya bisa menunggu saja, padahal saya sudah memasukkan data-data di sistem portal Telkom sejak 2 tahun yang lalu, tapi belum ada panggilan.

Sekarang saya tetap semangat untuk bergerak dan berdoa untuk menjadi yang lebih baik. Sekali lagi saya berterima kasih sekali kepada Pak Ahmad Lubis dan semua civitas UAI telah memberikan saya pengalaman yang alhamdulillah sangat berguna sampai saat ini. Oh iya Pak Lubis, saya alhamdulillah lolos beberapa seleksi administrasi yang membutuhkan IPK minimal 3.0 (krn IPK saya hanya 2.92) dan juga lolos administrasi yang membutuhkan pengalaman kerja 2-3 tahun,sedangkan saya sewaktu itu baru berpengalaman kurang dari setahun. Itu semua karena paper-paper yang telah diberikan oleh UAI kepada saya telah membantu meloloskan seleksi administrasi, kecuali di BUMN atau Kementrian, seleksinya adminitrasinya benar-benar harus sesuai syarat.

Semoga nama UAI semakin berkembang di masyarakat luas dan di segala bidang.

Terima kasih Pak Ahmad Lubis dan UAI

Assalammu’alaikum Wr. Wb.