Seminar Internasional Dakwah Dan Pendidikan Islam “Reaktualisasi Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban Islam.”

9 April 2012
39 Views
Comments are off for this post

Jakarta. Masjid merupakan satu institusi sentral dalam peradaban Islam dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah umat Islam. Dari dan melalui masjidlah tumbuh dan berkembang khazanah pemikiran dan keilmuan serta strategi pemberdayaan dan penguatan kapasitas umat Islam. Masjid sejatinya selain menjadi basis ideologi dan spiritual umat Islam, juga berperan sebagai agen sentral untuk memfasilitasi berbagai upaya pemberdayaan dan penguatan kapasitas umat di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya serta berbagai bidang lainnya.

Demikian disampaikan Wakil Presiden Boediono dalam sambutan pembukaan Seminar Internasional Dakwah Dan Pendidikan Islam Dalam Rangka Puncak Acara Peringatan Milad Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar Ke-60 di Aula Arifin Panigoro, Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, Kamis 5 April 2012. Seminar mengangkat tema: “Reaktualisasi Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban Islam.”

Nampak hadir Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Prof. Dr. Ir. Zuhal, M.Sc, E.E, Ketua Umum Al-Azhar H. Hariri Hady, Gubernur DKI Jakarta Dr. Ing. H. Fauzi Bowo dan sejumlah perwakilan diplomatik dari negara-negara muslim.

Wapres mengatakan, seminar ini  merupakan kegiatan yang strategis untuk  menggali dan mengangkat kembali khazanah dan gagasan tentang reaktualisasi peran dan fungsi masjid dalam bidang dakwah dan pendidikan. Dan Wapres banyak berharap dari seminar ini agar dapat diperoleh suatu rumusan langkah-langkah strategis untuk memberdayakan dan memperkuat peran dan fungsi masjid dalam membangun peradaban umat Islam di masa modern, dalam membangun bangsa, khususnya melalui pendidikan. Kenapa pendidikan? Karena pendidikan sebenarnya merupakan penentu maju-mundurnya peradaban sebuah kaum, suatu bangsa. “Saya mencatat kiprah Yayasan Al-Azhar di bidang pendidikan sudah mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari masyarakat,” kata Wapres.

“Diperkirakan jumlah masjid dan mushola di seluruh Indonesia saat ini mendekati 800.000 buah. Tidak pelak lagi bahwa masjid mempunyai peran yang cukup sentral dalam membangun karakter bangsa. Karenanya, disamping sebagai tempat ibadah bersama, pemrakarsa masjid juga dituntut untuk sungguh – sungguh memerhatikan agenda dan kepengurusan masjid,” kata Wapres

Wapres mengucapkan selamat kepada Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar atas hari jadinya ke-60 tahun pada 7 April 2012. “Saya berharap semoga di usia yang semakin matang ini dapat terus mengabdikan diri untuk memberikan palayanan kepada umat, bangsa, dan negara sejalan dengan misi Yayasan Al-Azhar sebagaimana telah dicita-citakan oleh para pendirinya,” kata Wapres.

Menurut Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Prof. Dr. Ir. Zuhal, M.Sc, E.E, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim demokratis terbesar di dunia punya peran sangat besar dalam menunjukkan bagaimana Islam bisa menjadi jalan hidup yang memberi pencerahan bagi semua makhluk. Masjid Agung Al-Azhar itu menginginkan masjid ini bukan saja dalam arti sempit hanya melaksanakan ibadah, tapi juga bisa berperan sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan. Universitas Al Azhar Indonesia berupaya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan nilai-nilai Pancasila bagi pembangunan karakter pemuda Indonesia ke depan.

“UAI bukan sekedar transfer pengetahuan, tapi juga transfer nilai. Kami mencoba menghilangkan dikotomi pendidikan Islam dan pendidikan umum oleh karena ilmu berasal dari Allah SWT,” kata Rektor UAI.

SUMBER.