Emotional Spiritual Achievement 4

23 April 2012
1645 Views
Comments are off for this post

Perguruan Tinggi memiliki peran penting dan strategis terhadap pembangunan masyarakat melalui Tri Dharma Pendidikan Tinggi yaitu; karya ilmiah, proses pengajaran dan pendidikan serta pengabdian masyarakat. Pusat Kajian Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia (Puskakom UAI) pada Sabtu-Minggu, 21 dan 29 April 2012 kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan Emotional and Spiritual Achievement (ESA) untuk keempat kalinya bagi 1.000 pelajar SMAN/SMKN se-Jabodetabek di kampus UAI.

Yayasan Al Kahfi Jabodetabek merancang suatu pelatihan Emotional Spiritual Achievement bekerja sama dengan Pusat Kajian Komunikasi Universitas al Azhar Indonesia untuk membantu pihak sekolah menengah dalam memberikan wawasan dan pelatihan kepada pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Pelatihan tersebut dimaksudkan juga sebagai bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi komitmen perguruan tinggi sebagaimana wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Proses pendidikan –di samping sebagai transfer pengetahuan–   seharusnya menjadi alat transformasi nilai-nilai moral dan character building. Semakin terdidik seseorang, secara logis, seharusnya semakin tahu mana jalan yang benar dan mana jalan yang menyimpang, sehingga ilmu dan kualitas akademis yang didapatkan tidak disalahgunakan”, ujar Muhammad Iqbal, M.Si., peneliti Puskakom UAI sebagai penanggungjawab kegiatan.

Menurut Irwa Zarkasi, M.Si, Ketua Pusat Kajian Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia, kegiatan ESA UAI ini merupakan kerjasama antara Puskakom UAI dengan Islamic Student Center Yayasan Al Kahfi yang memperoleh perhatian positif bagi Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta. “Kegiatan ini implementasi bagi kontribusi positif UAI terhadap masyarakat. Sejauh ini kami selalu berupaya mendukung kerjasama antarlembaga yang berkomitmen terhadap nilai-nilai sosial, pendidikan dan keagamaan”, ujar Irwa Zarkasi.

Kami menilai modul dan materi pelatihan ESA ini layak dijadikan model bagi pembentukan karakter moral dan spiritual bagi pelajar. Makanya, kami mendukung kegiatan semacam ini untuk terus dikembangkan”, kata DR Syamsul Ma’arif, MA, Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta sekaligus sebagai penasehat Yayasan Al Kahfi.

Kegiatan ini akan dilaksanakan di kampus Universtias Al Azhar Indonesia pada tanggal 21April dan 29 April 2012 ini akan kembali diikuti oleh 1000 siswa SMA/SMK jabodetabek, serta mengundang beberapa tokoh nasional dalam acara pembukaan tanggal 21 April 2012 seperti; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI: Prof. DR. Ir. KH. Muhammad Nuh, DEA., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta: DR. H. Taufik Yudi Mulyanto, M.Pd., Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta: DR. H. Syamsul Ma’arif, MA., Kepala Bidang Mapenda Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta: Drs. H. Wahyudin, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Inovasi, dan Kemahasiswaan Universitas Al Azhar Indonesia: DR. Ir. H. Ahmad Lubis, M.Sc., Dekan FISIP Universitas Al Azhar Indonesia: Prof. DR. H. Yahya A. Muhaimin., serta Ketua Yayasan Al Kahfi Pusat: Suwari, SH.

Pada Kesempatan kali ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. DR. Ir. KH. Muhammad Nuh, DEA., membagikan sedikit ilmunya. Menurut beliau dalam mempersiakan masa depan dengan baik, setidaknya ada 3 modal yang harus kita miliki. Modal ilmu, modal kesempurnaan kepribadian serta modal jejaringan. Dengan ketiga modal tersebut diharapkan dapat menciptakan sebuah generasi yang cerdas. Adapun menurut beliau setidaknya ada 3 ciri bangsa yang cerdas. Pertama, setiap ada masalah ia mencari solusi bukan mempermasalahkan masalah tersebut. Kedua, cost effectiveness. Jika ia menyelesaikan masalah, maka biaya menyelesaikan masalahnya rendah. Ketiga, dalam menyelesaikan masalah, ia tetap menjaga harkat dan martabat, atau harga diri.

Selain dihadiri 1000 Pelajar dan Kepala Sekolah/Guru-guru dari 95 SMAN/SMKN Se-Jabodetabek,  acara Pembukaan juga akan menampilkan Seni Musik Islami Modern Alkahfinita dan Tari Zapin dari Mahasiswa UAI.

Tujuan yang diharapkan dari kegiatan ESA adalah membangun kecerdasan emosional dan spiritual bagi generasi muda. Dengan bekal tersebut, pelajar mampu menyikapi dengan arif pola kehidupan metropolis yang sedemikian bebas, serta memberi jawaban dan langkah konkret yang bersifat preventif dan rehabilitatif terhadap kompleksitas perkembangan hidup bermasyarakat.

Adapun materi pada pelatihan ESA ke-4 ini adalah bukti-bukti ilmiah adanya Tuhan dan bukti-bukti ilmiah kebenaran ajaran Islam yang disampaikan dengan metode sosiodrama, yang bermanfaat menumbuhkan kecintaan para pelajar kepada ajaran agama dan ilmu pengetahuan, sehingga perilaku menjadi terarah sesuai dengan nilai-nilai agama.