Kuliah Umum Program Studi Sastra Jepang bersama Shuichi Ohishi (Presiden Direktur PT. Senayan Trikarya Sempana)

5 June 2012
2826 Views
Comments are off for this post

Pusat Studi Jepang Fakultas Sastra Universitas Al Azhar Indonesia kembali mengadakan kuliah umum pada hari Jum’at, 1 Juni 2012. Pada kuliah yang bertajuk Proyek ‘Senayan Square’ ini diawali dengan membaca basmalah, pembacaan ayat suci Al Qur’an serta sambutan dari Dekan Fakultas Sastra Bapak Drs. H. Murni Djamal, M.A. Tampil sebagai pembicara yakni Bapak Shuichi Ohishi, selaku Presiden Direktur PT. Senayan Trikarya Sempana (STS). PT. Senayan Trikarya Sempana sendiri merupakan perusahaan joint venture dari Kajima Corporation, yang bergerak di bidang property development. “Siapa di ruangan ini yang belum pernah pergi ke Senayan?” menjadi pertanyaan awal oleh Bapak Shuichi. Karena tidak ada yang mengangkat tangan, Beliau (Bapak Shuichi Ohishi) berkelakar dengan berkata “Kalau begitu anda semua boleh berada di ruangan ini”, sontak membuat para peserta kuliah umum yang diadakan di Lantai 2 Ruang CIMB Niaga tersebut ikut tersenyum.

Indonesia saat ini berpopulasi penduduk sekitar 240 juta jiwa dan 60% dari jumlah total tersebut bermukim di pulau Jawa. Dan keberadaan Jakarta sebagai Ibukota Negara, membuat bisnis pengembangan properti dapat berkembang baik. Lebih lanjut, Bapak Shuichi menjelaskan mengenai proyek yang dikerjakan oleh PT. Senayan Trikarya Sempana, yaitu ‘Senayan Square Project’, yang terdiri dari apartemen Plaza Senayan, mall Plaza Senayan dan pusat perkantoran Sentral Senayan. Menurut Bapak Shuichi, Senayan Square memiliki konsep pengembangan mix use, yakni menggabungkan kawasan hunian dan kawasan bisnis (living zone and business zone) serta menargetkan pasar masyarakat kalangan menengah hingga kalangan atas. Melalui proyek ini, Beliau mempunyai visi menjadikan Senayan Square sebagai pusat belanja dan properti berstandar operasi internasional.

Bapak Shuichi juga membagi wawasannya mengenai dunia bisnis. Berbicara bisnis, Beliau menggarisbawahi beberapa hal, seperti pemilihan daerah yang strategis. Seumpama proyek Senayan Square yang berlokasi di selatan kawasan pusat bisnis ‘segitiga emas’ (golden triangle) dari pusat kota Jakarta, berdekatan dengan sarana olahraga (Gelora Bung Karno), serta dikelilingi akan lingkungan hijau. Kemudian Beliau menjelaskan mengenai strategi manajemen yang dimiliki PT. Senayan Trikarya Sempana, sebagaimana perhitungan statistik detail mengenai aktivitas ekonomi bahkan jumlah mobil yang masuk pun dihitung secara mandiri guna memantau presentase bisnis yang sehat. Selain itu, hubungan baik dengan pihak-pihak seperti pemerintah, dimana PT. Senayan Trikarya Sempana dipercayakan untuk hal pembangunan serta pengelolaan, dengan mitra bisnis atas kerjasama yang diberikan, hingga dengan serikat pekerja sebagai motor penggerak bisnis ini.

Setelah itu, sesi tanya-jawab pun dibuka dan para peserta secara bergantian mengajukan pertanyaan dalam bahasa Jepang maupun bahasa Indonesia. Lima orang penanya merupakan mahasiswa dan satu orang dari pihak dosen. Pertanyaan yang terlontar berkisar mengenai pengkalkulasian statistik yang dibuat, atau bagaimana cara PT. Senayan Trikarya Sempana ketika menghadapi masa krisis, hingga kontribusi apa yang diberikan terkait masalah banjir. Karena keterbatasan waktu, diskusi perihal seluruh pertanyaan yang dimoderasi oleh Ketua Pusat Studi Jepang Vera Yulianti Malik, MA ini kemudian disudahi dengan mengulang lagi pernyataan Bapak Shuichi Ohishi sebelumnya. Agar janganlah merasa orang Indonesia tidak bisa, namun tanamkanlah pikiran bahwa kita pasti bisa.

Tulisan merupakan hasil karya dari Yuthasima Rangan (Mahasiswi Sastra Jepang 2009)