Accounting Series 7th Edition. Audit Investigatif: Upaya Untuk Memberantas Korupsi di Indonesia.

9 October 2012
1554 Views
Comments are off for this post

REPORTASE

ACCOUNTING SERIES 7th EDITION

Audit Investigatif: Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Kamis, 4 Oktober 2012

Auditorium Arifin Panigoro, Gedung Kampus Universitas Al Azhar Indonesia

Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi

Universitas Al Azhar Indonesia

 

Kegiatan Accounting Series 7th Edition kali ini mengangkatkan tema tentang Audit Investigatif: Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia. Tampil sebagai nara sumber adalah Bapak Khairiansyah Salman. Bapak Khairiansyah Salman adalah mantan Auditor Pratama Badan Pemeriksan Keuangan yang sangat dikenal oleh public ketika beliau menjadi Whistle Blower dalam kasus korupsi yang terjadi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Periode 1999-2004.  Ditengah maraknya berbagai kasus korupsi di negeri ini dan juga semakin giat dan kuatnya dukungan masyarakat kepada kegiatan dalam memerangi korupsi maka topic tentang audit investigative menjadi sangat relevan untuk dibahas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Oktober 2012 bertempat di Auditorium Arifin Panigoro Gedunng Kampus Universitas Al Azhar Indonesia.

Pada dasarnya, menurut Bapak Khairiansyah Salman, audit investigatif merupakan audit yang khusus ditujukan untuk mengungkap kasus atau penyimpangan yang berindikasi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).  Beliau menegaskan bahwa audit investigtif terkait sekali dengan False Reality Appearing Under Deception (FRAUD).

Secara sederhana menurut Bapak Khairiansyah, FRAUD merupakan sesuatu yang salah tetapi tampak benar karena ditutup-tutupi. Fraud dapat diartikan juga sebagai tindakan sengaja agar terjadi salah saji meterial pada sesuatu yang dijadikan objek audit, selain itu FRAUD juga dapat diartikan sebagai penyalahgunaan kedudukan, jabatan, dan sumber daya dari suatu perusahaan, serta FRAUD dapat diartikan juga sebagai upaya menipu orang lain.

Bapak Khairiansyah juga menjelaskan bahwa unsur-unsur yang terkandung dalam FRAUD adalah adanya kesalahan yang disengaja, adanya motivasi untuk mendapatkan keuntungan, dapat mengakibatkan erugian pada perusahaan, serta terdapat orang atau pihak yang mendapatkan keuntungan. Menurutnya, FRAUD adalah salah satu kecurangan dan salah satu bentuk kecurangan adalah korupsi. Sementara, secara singkat Bapak Khairianysah menjelaskan bahwa korupsi dapat diartikan sebagai penggunaan pengaruh yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan.

Dalam pemberantasan korupsi maka beberapa hal terkait dengan korupsi diantaranya adalah whistle blower, management review, auditot internal dan auditor eksternal. Whistle Blower adalah orang atau pihak yang mengungkap adanya kecurangan akan tetapi pihak tersebut terlibat dalam tindak kecurangan tersebut. Oleh karenanya perlu dilakukan management review dalam perusahaan atau suatu entitas yang biasanya dilakukan oleh auditor internal dan diperiksa lagi oleh auditor eksternal.

Pengungkapan kasus korupsi dilakukan melalui proses audit dan seringnya dilakukan melalui audit investigatif. Adapun konsep pemeriksaan investigatif termasuk dalam jenis penugasan akuntansi forensik dan termasuk fraud audit. Fraud Audit dibagi menjadi dua proaktif dan reaktif (investigatif). Adapun sumber informasinya dibagi menjadi beberapa yaitu risk assessment, temuan audit, tuduhan, dan keluhan, sedangkan outputnya adalah adanya identifikasi potensi fraud, indikasi awal fraud, serta bukti ada/tidaknya fraud.

Adapun aksioma audit investigatif adalah berawal dari adanya penyembunyian kecurangan (Fraud is Hidden), selanjutnya menyampaikan argumentasi danmengumpulakn bukti (reverse approvement) dan auditor tidak boleh mengatakan adanya kecurangan sebelum adanya bukti. Dengan dilakukannya Audit Investigatif dapat menyelamatkan kekayaan negara. Hal yang terpenting dilakukan dalam melakukan audit investigatif adalah seseorang harus memiliki integritas, kreatif dan think as a thief (berpikir seperti pencuri) karena untuk dapat menangka pencuri harus bisa berpikiran seperti pencuri dan bertindak sebagai investigator.

Kegiatan Accounting series ini merupakan kegiatan diskusi bulanan yang dilaksanakan oleh program Studi Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia  Dalam kesempatan ini, tidak kurang 150 orang mahasiswa Prodi Akuntansi FE UAI dan kalangan umum hadir dang mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.Adh-Aws