Seminar Parenting Nabawiyah LDK KARISMA UAI

26 December 2012
1729 Views
Comments are off for this post

Pada Hari Selasa, tanggal 25 Desember 2012 kemarin, bertempat di Auditorium Arifin Panigoro Universitas Alazhar Indonesia, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) KARISMA (Keluarga Rohani Islam Mahasiswa) UAI bekerjasama dengan Lembaga Parenting Nabawiyah mengadakan Seminar Parenting yang bertema: “Penyiapan Masa Baligh: Remaja, Antara Hijaz & Amerika”. Seminar tersebut adalah sebagai salah satu sarana bagi para orang tua maupun pendidik agar dapat membina anak-anak sejak dini untuk menyiapkan mereka menghadapi fase baligh. Seminar Parenting ini diikuti oleh para orangtua, pendidik, maupun remaja yang menginginkan anaknya kelak memiliki jati diri yang berlandaskan Al-Qur’an maupun As-Sunnah.

Sambutan Wakil Rektor: Dr. Ir. Ahmad H. Lubis, M.Sc

Dalam seminar tersebut dipaparkan bahwa banyak anggapan bahwa remaja identik dengan keburukan seperti narkoba, free seks, sifat membangkang, sulit diatur, dan semua sifat-sifat negatif lainnya, sehingga banyak orangtua yang khawatir dan merasa cemas, bahkan ada yang memaklumi sifat-sifat negatif pada anak remajanya dikarenakan persepsi yang salah tadi. Dalam kacamata Islam, usia remaja adalah usia emas dimana saat itu manusia memiliki kekuatan yang dahsyat dan dapat meledak melakukan segala kebaikan jika diarahkan dengan hal yang positif. Dalam sejarah Islam, perubahan dan masa emas kejayaan Islam dilakukan dari tangan-tangan para pemuda. Mari kita simak perkataan seorang ulama tafsir, Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya ketika menjelaskan kata fityah ashabul kahfi:

“Allah ta’ala menyebutkan bahwa mereka adalah pemuda. Karena mereka (para pemuda) lebih mudah menerima kebenaran, lebih mudah mendapatkan
petunjuk jalan (yang lurus) dibandingkan orangtua yang durhaka dan tenggelam dalam agama kebathilan. Untuk itulah kebanyakan yang menyambut (seruan) Allah dan Rasul Nya shallallahu alaihi wasallam adalah pemuda. Adapun orang-orang tua dari Quraisy, kebanyakan mereka tetap bertahan dalam agama mereka dan tidak masuk Islam kecuali sedikit saja. Begitulah Allah ta’ala mengabarkan tentang ashabul kahfi bahwa mereka adalah pemuda.”

Suasana Seminar

Begitulah kita diajari oleh para ulama kita untuk membicarakan usia muda dengan bahasa yang positif dan penuh rasa optimis. Jika kita lihat dalam sejarah, usia tertua para pembela Nabi dan generasi terbaik dari para sahabat adalah 37 tahun (usia Abu Bakar). Hanya ada dua orang yang usianya di atas 30 tahun; Abu Bakar dan Utsman. Sementara Abdurahman bin Auf pas berusia 30 tahun. Dan tujuh orang di bawah 30 tahun. Dari tujuh orang itu, hanya 2 orang yang usianya di atas 20 tahun; Umar bin Khattab dan Abu Ubaidah (27 tahun). Dan sisanya –subhanallah- berusia di bawah 20 tahun (10 – 17 tahun).

Dalam buku Protokolat Zionis yang berisi tentang membongkar rencana jahat Zionis, para remaja di Amerika berubah menjadi gila. Hal ini disebabkan karena mereka telah disesatkan oleh minuman Khomr, pergaulan bebas, pesta-pesta, kemewahan dan cenderung berbuat kerusakan. Penelitian yang dilakukan oleh DR. Khalid Ahmad Asy Syantut (Pakar Pendidikan) pada pemuda Hijaz (Mekkah dan Maddinah) berbeda dengan pemuda di Amerika. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada keluarga yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap Islam dan mendidik anak-anaknya dengan pendidikan Islami. Bagaimana cara mereka mendidik anak mereka, maka sebagai orangtua yang baik mereka menyibukkan sebagian waktu anaknya dengan hal yang bermanfaat. Seperti contohnya; Menghapal Qur’an, Camp Islami musim panas, membaca, dan lain-lain. Walhasil, anak-anak mereka cenderung taat agama dan tidak membangkang pada orang tuanya, serta tidak berbuat kerusakan.

Dalam seminar kali ini para peserta diajak untuk merubah persepsi yang salah mengenai pemuda, karena dari persepsi itulah yang akan mempengaruhi cara kita dalam membina pemuda agar sesuai dengan yang digambarkan Allah SWT dalam Al Quran. Soft copy modul seminar dapat diunduh di Website Parenting Nabawiyah. Dalam acara kali ini LDK KARISMA UAI juga mengadakan acara pengumpulan dana untuk para pemuda di Gaza Palestina bekerjasama dengan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP). (DH)

*Ditulis oleh Tisa Khairunnisa, Mahasiswi Bioteknologi, LDK KARISMA UAI.

Penggalangan Dana Palestina

[nggallery id=137]