BAHAGIA HIDUP SEHAT

5 March 2013
966 Views
Comments are off for this post

Pesan Moral
Jum’at, 9 Maret 2012
Dibacakan oleh : ZAQIATUL MARDIAH, S.S.M.Hum (Dosen Tetap S. Arab)
Sumber : Republika, Senin 24 Mei 2010

“Pertanyaan pertaman yang diajukan seorang hamba pada hari kiamat kelak mengenai kenikmayan dunia adalah, ‘Bukankah Aku telah memberimu badan yang sehat’?” (HR Tirmidzi)
Sehat adalah pilihan, karena pada dasarnya tidak ada manusia yang menginginkan sakit. Sebisa mungkin, penyakit harus dihindari. Wajar saja bila pemerintah merencanakan program imunisasi dini bagi balita. Tujuannya untuk mencegah kemungkinan seorang balita terkena suatu penyakit. Dan, sebagian dari kita berusaha menjaga kesehatan tubuh dan menghindari penyakit dengan berbagai cara; olahraga, menjaga pola makan dan istirahat, diet khusus, me-manage stress, mengkonsumsi suplemen, atau memperbaiki pola hidup.
Orang-orang yang dengan sabar menjaga pola gaya hiduo, aktivitas dan makanannya, agar tetap bisa tampil bugar dan prima, adalah mereka yang mengerti akan arti penting kesehatan. Bahkan, tidak jarang mereka rela mengeluarkan uang dalam jumlah yang banyak demi menjaga kesehatan. Sebab mereka yakin, bila sakit, ongkos yang harus dikeluarkan akan lebih mahal dibandingkan dengan menjaga kesehatan.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tubuhmu mempunyai hak atas dirimu.” Itu artinya, tubuh kita juga mendapatkan perhatian. Jika menit demi menit tubuh dimanfaatkan, dieksploitasi, tapi tidak mendapatkan perhatian yang semestinya. Ibarat mesin, tubuh juga memerlukan perawatan rutin dan kontinu agar tidak cepat rusak. Termasuk dalam perawatan tubuh adalah tidak memberinya asupan makanan yang buruk dan berbahaya, semisal narkoba dan minuman beralkohol.
Kita baru merasakan betapa bahagianya hidup sehat ketika sedang sakit atau ada sebagaian anggota tubuh kita yang sakit. Berbagai rencana tiba-tiba muncul di benak kita apabila nanti kembali sehat. Kita akan rutin olahraga, mengurangi makan makanan yang berlemak, berhenti merokok, mengurangi begadang, dan lain sebagainya. Tapi, ketika kita sudah sehat semua rencana itu segera terabaikan.
Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW adalah teladan sempurna dalam berbagai hal, termasuk dalam menjaga kesehatan. Itu terbukti dari jarangnya beliau sakit, sepanjang 63 tahun usia beliau. Beliau pernah sakit karena dizalimi oleh kaum kafir, dilempari batu hingga pelipis beliau berdarah, atau terkena senjata musuh kala berperang dan diracun oleh seorang wanita Yahudi. Kalaupun sakit, maka beliau akan segera berobat dengan dibekam (hijamah). Selebihnya sehat, baik melalui aktivitas fisik seimbang, menjaga pola makan dan istirahat, serta berinteraksi sosial yang bermanfaat. Sebagai muslim, sudah selayaknya kita meneladani Rasulullah dalam segala hal, termasuk menjaga kesehatan.