Lambang Negara antara Nilai Budaya dan Hukum Negara Sebuah Tinjauan Antropologi Hukum

20 March 2013
3138 Views
Comments are off for this post

Oleh: Dr. Fokky Fuad, SH, M.Hum

Dosen Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia

A.                Pendahuluan

Screen-shot-2011-12-19-at-9.17.44-AM-160x160Lambang dalam setiap kebudayaan memiliki makna tertentu, termasuk dalam hal ini adalah lambang-lambang negara. Lambang dalam budaya tidaklah sekedar gambar keindahan tanpa makna, akan tetapi ia adalah perwujudan dari kehendak, harapan serta cita-cita yang diinginkan oleh sang pemilik lambang. Oleh karena itulah dalam budaya-budaya tertentu lambang bermakna magis religius. Kajian lambang negara menjadi menarik untuk dikaji setidaknya disebabkan oleh dua hal:

Pertama, bahwa lambang yang menjadi simbol bagi setiap kelompok, suku, atau bahkan negara acapkali menimbulkan masalah ketegangan budaya, sosial, dan ketika terdapat benturan pemaknaan antara budaya dan hukum. Ketegangan tersebut dalam eskalasi tertentu dapat berubah menjadi berkaitan dengan masalah pemaknaan atas simbol. Perbedaan pemaknaan dapat dilihat dari dua hal: perbedaan budaya dengan budaya, dan perbedaan antara budaya dan hukum.

Kedua, bahwa lambang dalam budaya tertentu kemudian diletakkan dalam ruang hukum. Peletakan lambang dalam budaya ke dalam ranah hukum bukanlah tanpa tujuan. Peletakan ini berkait dengan adanya kehendak pemilik lambang untuk menciptakan sebuah kondisi dimana tidak semua orang dapat berbuat sekehendaknya atas lambang-lambang tersebut yang dianggap memiliki pemaknaan nilai ideologis, kesucian, keluhuran budi dan kehendak, serta mempertahankan nilai-nilai spiritual magis dalam budaya tersebut. Peletakan lambang yang menjadi simbol dari ini juga telah menimbulkan benturan antara nilai-nilai ekonomi dan hukum. Pada satu sisi lambang diartikan sebagai simbol yang dapat diperjual-belikan untuk meraih nilai ekonomi tertentu, sedang pada pihak lain tidak dapat ditukar dengan nilai ekonomi mengingat pemkanaan magis religius serta spiritual sakral yang tinggi. Dengan demikian saat ini telah muncul benturan antar nilai budaya hukum dan nilai-nilai ekonomi.

Download Selengkapnya Lambang Negara