PRIBADI DEWASA

24 May 2013
10443 Views
Comments are off for this post

Disampaikan oleh : Dini P

(Ka. Bag. SDM)

 PRIBADI DEWASA

 

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, Allahuma shalli ‘alaMuhammad wa’alaalihi washahbihii ajmai’iin. Semoga Allah yang Menggenggam langit dan bumi , membuka pintu hati kita semua agar dapat memahami hikmah dibalik kejadian apapun yang menimpa dan semoga Allah membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun dengan sikap terbaik kita. Mendengar kata dewasa, mungkin yang terbetik dibenak kita adalah tua, sikap dewasa seseorang tidak bisa diukur dari usia. Orang tua pasti dewasa, belum tentu. Berikut ciri khas umat Dewasa diantaranya :

 

  1. 1.      Diam Aktif (menahan diri)

Yaitu kemampuan untuk menaham diri dalam berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam mengendalikan lisannya dari perkataan dusta, perkataan sia-sia, komentar spontan dan celetukan, kata-kata yang berlebihan, keluh kesah niat riya dan ujub, kata yang menyakiti orang lain. Lihat saja seorang anak kecil, apa yang dia lihat biasanya selalu dikomentari. Sedangkan orang tua yang kurang dewasa sering mengomentari semau hal. Orang yang dewasa itu senantiasa bertafakur, senantiasa merenungkan dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh. Seseorang yang pribadinya matang dan dewasa bisa dilihat dari komentar-komentarnya, makin terkendali Insya Allah akan semakin matang.

 

  1. 2.      Empati

Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-anak biasanya belum dapat meraba perasaan orang lain, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain berarti belum dapat disebut dewasa. Kedewasaan seseorang dapat diligat dari keberanian melihat dan meraba perasaan orang lain. Semakin orang hanya mementingkan perasaannyasaja maka akan semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain, Insya Allah akan semakin bijak. Semakin mampu memahami dan menerima kekurangan orang lain, maka semakin dewasa. Percayalah tidak akan bijaksana dan dewasa orang yang hidupnya hanya memikirkan perasaan sendiri.

 

  1. 3.      Hati-hati

Orang yang dewasa, cirinya hati-hati, dalam bertindak. Orang yang dewasa benar-benar berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik, tiap tutur kata, dia tidak mau jika harus menanggung akibat karena salah dalam mengambil sikap. Orang yang bersikap atau memiliki kepribadian dewasa dapat dilihat dalam kehati-hatian memilih kata yang syarat akan makna, mengambil keputusan dengan tepat, mengambil sikap terbaik, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap seroboh.

 

 

  1. 4.      Sabar

Ciri orang yang dewasa adalah sabar, dengan situasi sesulit apapun seorang yang dewasa akan lebih tenang, mantap dan stabil. Seorang yang cepat ,arah, tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu menunjukan bahwa dirinya belum siap melakukan dan menerima sesuatu dengan baik. Muslim/muslimah yang dewasa, selalu sabat menerima ketentuan dari Allah, selalu sabar dalam menghadapi segala ujian. Belum bisa dikatakan dewasa seseorang yang belum mampu mengendalikan emosinya dan memelihara sikap sabarnya.

 

  1. 5.      Amanah

Seseorang yang dewasa benar-benar mempunya sikap yang amanah, memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab. Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab, sebagi contoh; seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara menvari nafkah yang halal dan mendidik anak istrinya? Bukan masalah kehidupan dunia, yang menjadi masalah mampu tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akherat nanti? Ke surge atau beraka? Oleh karena itu ornang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan anak-anaknya di dunia dan akherat. Seorang guru bertanggungjawab terhadap ilmu yang diberikan kepada muridnya, seorang pelajar bertanggungjawab dengan ilmu yang diperolehnya.

Seorang anak bertanggung jawba atas kepercayaan yang diberikan orang tuanya. Jika semua bertanggung jawab maka tidak aka nada permusuhan. Saudaraku, tidak cukup merasa bangga dengan menjadi tua, mempunyai kedudukan, jabatan, karena semua itu sebenarnya hanyalah semu, bukan tanda prestasi. Prestasi itu adalah ketika kita semakin matang, dan semakin dewasa. Menahan diri, selalu berempati terhadap orang lain, hati-hati dalam bertindak, senantiasa sabar, amanah dan bertanggung jawab adalah bukti seorang mukmin yang mempunyai pribadi dewasa.