Seminar Plagiarisme dan Upaya Pencegahannya di Lingkungan Akademik di Indonesia.

3 July 2013
2610 Views
Comments are off for this post

 

Plagiarisme bukanlah hal baru bagi dunia pendidikan. Tidak hanya mahasiswa yang sering dianggap menjadi pelaku plagiarisme, nyatanya dosen atau bahkan tokoh-tokoh akademisi yang memiliki gelar seperti doktor atau profesor tidak luput dari momok yang memalukan ini. Sebagai seorang akademisi, kejujuran merupakan sebuah landasan agar tidak terperangkap ke dalam plagiarisme. Oleh karena itulah seorang akademisi harus memiliki pengetahuan mengenai plagiarisme. Berangkat dari kesadaraan akan pentingnya isu plagiarisme di perguruan tinggi, LP2M Universitas Al Azhar Indonesia mengadakan seminar mengenai Plagiarisme dan Upaya Pencegahannya di Lingkungan Akademik di Indonesia. Seminar yang dilaksanakan pada hari Selasa 2 Juli 2013 mengahadirkan Prof. Ir. Wasmen Manalu Ph,D. sebagai pembicara.

Dalam seminar tersebut Bapak Wasmen menjelaskan berbagai macam contoh yang terkait dengan plagiarisme. Menurut Beliau agar peneliti tidak masuk ke dalam lingkaran plagiarisme diperlukan adanya kejujuran dari peneliti tersebut. Terlebih lagi saat peneliti tersebut mempublikasikan hasil penelitiannya. Publikasi yang dilakukan oleh peneliti haruslah dalam bentuk yang kesahihannya dapat dinilai dan dievaluasi secara bebas. Terkait dengan penelitian ilmiah yang dilakukannya, Beliau memaparkan bahwa penelitian ilmiah dibangun atas dasar kepercayaan, dimana peneliti mempercayai bahwa data atau informasi yang dilaporkan oleh peneliti lain benar dan valid adanya. Masyarakat percaya bahwa penelitian merefleksikan usaha yang jujur dari peneliti untuk menjelaskan fenoman secara akurat tanpa bias. Kepercayaan ini hanya dapat dipertahankan jika nilai dalam scientific conduct tetap dijunjung tinggi.

Selanjutnya Bapak Wasmen menjelaskan jenis-jenis perbuatan tercela dalam pengetahuan diantaranya, fabrikasi (mengarang-ngarang data), falsifikasi (mengubah data supaya hasik sesuai dengan kemauan peneliti/pembimbing/atau sponsor) dan terakhir plagiarisme (mengambil ide, data, atau tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya aytau mengakui pemiliknya). Beliau melanjutkan bahwa plagiarisme terdiri dari dua kategori yaitu, plagiarisme atas karya orang lain dan plagiarisme atas karya sendiri. Terkait dengan plagiarisme atas karya sendiri, Beliau menjelaskan bahwasannya plagiarisme atas karya sendiri terkait dengan publikasi data penelitian yang sama berulang-ulang pada jurnal yang berbeda, membagi-bagi atau memecah data penelitian yang harusnya menjadi satu kesatuan dan diterbitkab menjadi artikel yang berbeda. Pemerintah sendiri sebenarnya sudah mengatur permasalahan plagiarisme melalui Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 Mengenai Pencegahan Dan Penanggulangan Plagiat Di Perguruan Tinggi.

Dipenghujung seminar, Bapak Wasmen menjelaskan bagaimana upaya-upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari perilaku plagiarisme yaitu, dalam menulis karya ilmiah, rangkailah kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, paragraf menjadi tulisan. Jika menggunakan ide, data, pendapat, pernyataan, atau ungkapan seseorang, sebutkan acuan sumbernya sebagai pengakuan dan penghargaan atas pemiliknya. Jika menggunakan pendapat pernyataan, ungkapan, kalimat, atau paragraf secara langsung dari tulisan orang lain, tidak hanya cukup dengan menyebutkan sumbernya, tetapi harus menulisnya dengan kutipan untuk mengatakan bahwa pendapat, pernyataan, ungkapan, kalimat, atau paragraf tersebut bukan milik penulis, tapi adalah pinjaman. Dalam penulisan karya ilmiah, berhentilah sebagai penyadur tulisan orang lain yang dipindahkan ke tulisan kita. Kita harus mengingatkan semua lingkungan sivitas akademika untuk menegakkan perbuatan baik dan menghidari dari perbuatan tercela dalam ilmu pengetahuan.

 

[nggallery id=157]