Cermin Teladan Kepemimpinan Rasulullah SAW

13 September 2013
3433 Views
Comments are off for this post

Cermin Teladan Kepemimpinan Rasulullah SAW

 

Meskipun Beliau telah wafat, tetapi pengaruhnya tetap abadi hingga sekarang, Hal ini tidak lepas dari kepemimpinan dan keteladanan semasa hidupnya. Makin kuat kepemimpinan seseorang, akan makin kuat pula pengaruhnya. Begitu pula dengan Rasulullah. Pemimpin seperti apakah Rasulullah SAW sehingga pengaruhnya bisa menembus zaman? Jawaban dari semua itu adalah:

  1. Sebelum memimpin orang lain, Rasulullah SAW. selalu mengawali dengan memimpin dirinya sendiri. Beliau pimpin matanya sehingga tidak melihat apa pun yang akan membusukkan hatinya. Rasulullah memimpin tutur katanya sehingga tidak pernah berbicara kecuali kata-kata benar, indah, dan padat akan makna. Rasulullah pun memimpin nafsunya, keinginannya, dan memimpin keluarganya dengan cara terbaik sehingga Beliau mampu memimpin umat dengan cara dan hasil yang terbaik pula.
  2. Rasulullah SAW. memperlihatkan kepemimpinannya tidak dengan banyak menyuruh atau melarang. Beliau memimpin dengan suri teladan yang baik. Allah SWT berfirman dalam Q.S. Alahzab: 21, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” Dalam kehidupannya, Rasulullah SAW. senantiasa melakukan terlebih dahulu apa yang akan beliau perintahkan kepada orang lain. Keteladanan ini sangat penting karena sehebat apa pun yang kita katakan tidak akan berharga kecuali kalau perbuatan kita seimbang dengan kata-kata. Rasulullah tidak menyuruh orang lain sebelum melakukan sendiri. Rasulullah tidak melarang sebelum menghindari diri sendiri. Kata dan perbuatannya sangat konsisten sehingga setiap kata-kata yang beliau sampaikan diyakini kebenarannya. Implikasinya adalah, dakwah Beliau punya kekuatan ruhiah yang sangat dahsyat. SWT berfirman dalam QS Ashshaf: 3, “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”
  3. Kepemimpinan Rasulullah tidak hanya menggunakan akal dan fisik, tetapi Beliau memimpin dengan Qalbunya. Qalbu tidak akan pernah bisa disentuh kecuali dengan qalbu pula. Sehingga, yang paling dibutuhkan oleh manusia adalah qalbu, sesuatu yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Rasulullah menabur cinta kepada sahabatnya sehingga setiap orang bisa merasakan tatapannya dengan penuh kasih sayang, tutur katanya yang rahmatan lil alaamiin, dan perilakunya yang amat menawan. Seorang pemimpin yang hatinya hidup akan selalu merindukan kebaikan, keselamatan, kebahagiaan bagi yang dipimpinnya.

 

Rasulullah SAW bersabda “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mencintai kalian. Pemimpin yang baik mendoakan kebaikan kalian dan kalian mendoakannya kebaikan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa membawa kemas;ahatan bagi umat dengan tulus dan menafkahkan jiwa raganya untuk kemaslahatan umatnya. Pemimpin yang baik berkorban dengan mudah dan ringan karena merasa itulah kehormatan menjadi pemimpin, bukan mengorbankan orang lain.

 

Alangkah indahnya jika yang kita pikirkan adalah bagaimana berusaha menjadi jalan bagi kebaikan orang lain dan berkhidmat pada orang lain, sehingga tiap hari kita berusaha meraup ilmu agar dapat menjadi jalan hidayah. Pemimpin budiman tidak berpikir apa yang akan dia dapatkan dari umat, tetapi apa yang bisa dia berikan kepada umat. Bayangkan andaikata kita bisa menjadi seorang pemimpin yang menjadi suri teladan yang baik di rumah, di kantor, ataupun di lingkungan sekitar.

Terbayang jikalau meninggal, anak-anak dan saudara-saudara kita menabur doa setiap waktu karena terkenang akan keindahan pribadi kita. Bila kita seorang pemimpin di keluarga, tidak cukup hanya bisa memberi harta dan materi pada anak istri kita, keluarga membutuhkan perhatian yang tulus, ucapan yang terjaga, perilaku yang budiman, dan keteladanan yang baik. Mungkin terlalu besar kalau kita berpikir bagaimana mengubah bangsa. Untuk itu, marilah kita berpikir bagaimana kita bisa memimpin diri kita sendiri. Minimal, jangan biarkan diri kita menjadi hina karena mata yang tidak terjaga atau karena tutur kata yang penuh kesombongan.

Marilah kita tundukkan hati dan maknai hidup dengan membawa kemaslahatan bagi umat, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya. Inilah “cermin” yang bisa kita raup dari kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW. yang keteladannya terus hidup hingga akhir zaman.

 

Wallahualambissawaab

 

 

Sumber: http://m.kolom.abatasa.co.id/kolom/detail/nasehat/338/cermin-teladan-kepemimpinan-rasulullah.html