PENGELOLAAN HARTA

20 September 2013
4762 Views
Comments are off for this post

PENGELOLAAN HARTA

Oleh : Ade Wirman Syafei

 

Allah SWT telah memberikan harta kepada semua manusia. Allah berfirman “Sesungguhnya Allah, Dia lah Maha Pemberi rezeki, yang mempunyai kekuasaan dan yang sangat tangguh” (QS Adz Dzariyat : 58). Untuk itu, ayat tersebut dengan tegas menjelaskan kepada kita semua bahawa apapun jenis harta dan rezeki yang kita miliki saat ini, semua berasal dari Allah SWT dan sungguh hanya Allah lah pemilik hakiki atas harta dan rezeki tersebut.

Dalam menjemput rezeki yang sudah disediakan oleh Allah SWT, maka setiap muslim tentunya harus memperhatikan jalan dan cara untuk memperoleh harta tersebut. Tentunya, jalan dan cara dalam memperoleh rezeki tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsio Syariah. Kita semua harus terus berupaya untuk tidak terlibat dalam berbagai kegiatan seperti korupsi, suap-menyuap, membohongi pembeli, menimbun barang dagang untuk nantinya dijual dengan harga tinggi dan lain sebagainya.

Di tengah kehidupan modernis dan hedonis yang berkembang saat ini, pemahaman tersebut relative sudah mulai tidak diyakini untuk dilaksanakan oleh kaum muslimin. Dengan berbagai dalih dan keadaan, banyak kaum muslimin yang beranggapan bahwa apapun cara dan upaya untuk memperoleh rezeki harus dilakukan sekalipun itu baik secara sadar atau tidak disadari melanggar prinsip Syariah. Kita seolah-olah lupa bahwa Allah senantiasa akan meminta pertanggung jawaban atas apapun tindakan yang kita lakukan. Allah berfirman “Agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah maha cepat hisab-Nya.” (QS. Ibrahim : 51). Untuk itu, bagaimanapun kondisi dan keadaan kita, sudah selayaknya agar kita senantiasa berusaha untuk menjemput rezeki dari Allah dengan upaya dan cara yang tetap mematuhi prinsip-prinsip Syariah.

Di sisi lain, ketika kita sudah memperoleh harta dan rezeki yang berasal dari Allah SWT, Islam mengingatkan kita bahwa sesungguhnya rezeki yang kita miliki adalah kepunyaan Allah SWT. Untuk itu, sudah sepantasnya jika kita menggunakan harta dan rezeki yang sudah kita peroleh tersebut sesuai dengan apa yang Allah SWT perintahkan kepada kita semua. Pada dasarnya, tentunya sekalipun harta dan rezeki tersebut sudah berada di tangan kita, maka kemudian kita dapat menggunakan harta dan rezeki tersebut semau-maunya dan tidak mengindahkan prinsip-prinsip Syariah.

Islam mengajarkan kepada kita bahwa atas harta dan rezeki yang kita peroleh maka, kita tidak menggunakan harta dan rezeki tersebut secara boros dan berlebih lebihan. Allah SWT berfirman “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan” (QS. Al Isra’ : 26-27). Lebih dari itu, atas harta dan rezeki yang kita terima dari Allah SWT tersebut, kita harus mengeluarkannya untuk zakat serta shadaqah di jalan Allah SWT.

Demikian kiranya sikap dan persepsi yang seharusnya terus kita miliki dalam mengelola harta dan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita. Waalahu’alam bish shawab.