CERITA TENTANG UANG

27 September 2013
1266 Views
Comments are off for this post

CERITA TENTANG UANG

Jika anda diberikan dua jenis uang. Uang yang pertaman adalah uang kertas pecahan 10.000,- yang masih baru, dan uang yang kedua adalah uang ketas pecahan 100.000,- yang sduah lusuh. Anda diminta untuk memilih salah satu, mana yang akan dipilih?

Bagi orang yang sudah paham tentang nilai uang, tentu saja akan memilih uang pecahan 100.000,- meskipun sudah kusam dan lusuh. Namun, bagi orang yang tidak tahu nilai uang, mungkin anak kecil yang hanya melihat penampilan maka dia akan memilih uang pecahan 10.000,- yang masih baru.

Ternyata ada dua jenis manusia dalam kasus uang tadi. Jenis yang pertama adalah yang melihat nilai tanpa mementingkan penampilan. Jenis yang kedua adalah yang lebih mementingkan penampilan, tapi tidak perlu isi dalamnya.

Pada suatu hari Rasulullah sedang duduk dalam sebuah majelis dengan para sahabatnya. Kemudian lewatlah seseorang yang pakaiannya sangat rapih, penampilan gagah dan mewah. Rasulullah bertanya “bagaimana pendapatmu tentang orang ini?.” Sahabatnya menjawab “orang ini adalah orang yang beruntung. Jika melamar gadis pasti diterima. Jika dia berbicara pasti didengar pendapatnya”.

Kemudian lewatlah orang kedua, penampilannya sangat sederhana, dan tidak gagah atau ganteng seperti orang pertama. Kemudian Rasulullah bertanya “bagaimana pendapatmu tentang oarng ini?.” Sahabatnya menjawab “orang ini adalah orang yang kurang beruntung. Jika dia melamar gadis pasti ditolak, dan jika berbicara pasti tidak ada yang mendengarkan”.

Rasulullah pun bersabda “Ketahuilah, orang kedua lebih mulia di sisi Allah dari pada orang yang pertama. Orang kedua ibadahnya luar biasa, meskipun penampilannya sederhana. Sedangkan orang pertama, hanya penampilannya saja yang luar biasa, namun akhlaknya tercela”.

Manusia dalam hidupnya sering lebih sibuk mengurusi “aksesoris” dirinya, penampilan fisiknya, bukan jiwa atau hatinya. Kita sering lupa dan terjebak dengan memperindah penampilan luar, bukan memperindah akhlak. Padahal kemuliaan seseorang di sisi Allah bukanlah terletak pada pakaian yang dikenakannya, tetapi akhlah dan ketakwaannya. Sebagai mana Allah berfirman dalam Surat Al Hujurat ayat 13 : “Sesungguhnya orang yang mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah MAha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.