Hal Yang Berharga

4 October 2013
1444 Views
Comments are off for this post

Hal Yang Berharga

Oleh : Kuncoro Hadi, S.T., M.Si

Jika kita melihat suatu paper atau narasi maka untuk mengetahui isi dari narasumber tersebut kita melihat judul dari narasi tersebut. Al Qur’an naskah suci umat Islam telah memberi sebuah judul Al Ma’un pada salah satu surahnya yang artinya yang berharga. Kita lihat bagaimana Allah SWT menerangkan hal yang berharga dalam kehidupan manusia.

(٣) الْمِسْكِينِ طَعَامِ عَلَى يَحُضُّ وَلَا (٢) الْيَتِيمَ يَدُعُّ الَّذِي فَذَلِكَ (١) بِالدِّينِ يُكَذِّبُ الَّذِي أَرَأَيْتَ

Kita perhatikan surat ini Allah SWT mengatakan Berdustalah, bagaimana orang-orang mendustakan agama itu. orang-orang yang mendustakan agama adalah orang-orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan anak yatim. Dua variable ini menjadi sangat penting untuk membuat umat muslim menjadi orang yang berharga, agar kita tidak dikatakan orang yang mendustakan agama maka kita harus memenuhi 2 variabel ini dikehidupan kita.

Yang pertama adalah kita tidak menghardik anak yatim sebagai implementasinya adalah kita ikut menyumbang rumah yatim. Hal yang sederhana yang kita lakukan adalah dengan cara kita mentransfer atau mengisi kotak amal yang diperuntukan anak yatim.

Yang kedua adalah kita harus menanggulangi kemiskinan (kita harus mengajak orang lain untuk peduli kepada orang miskin) sebagai implementasinya adalah kita menyantuni rumah-rumah dimana orang miskin itu dikumpulkan kita memberi sesuatu kepada pengemis misalnya melalui dompet duafa dll.

Jika dua hal tersebut telah dilakukan maka Insya Allah kita terhindar dari orang yang berduta atas nama agama dan secara umum kita ikut menaggulangi PR yang ada pada Negara kita.

Demikian pesan moral hari ini semoga bermanfaat bagi kita semua walaikumsalam wr wb.