Hikmah Idul Adha

11 October 2013
1202 Views
Comments are off for this post

Assalamualaikum wr wb

Hikmah Idul Adha

Oleh : Sisca Debyola Widuhung, SE., M.Si

Mendekati Hari Raya Idul Adha 1434 H, kita semua kembali diingatkan pada sebuah kisah luar biasa dari seorang Nabi Ibrahim yang demi perintah Tuhannya rela mengorbankan anaknya Ismail. Bagi Ibrahim as, Ismail adalah buah hati, harapan dan kecintaannya, yang telah sangat lama didambakan. Pada suatu saat Nabi Ibrahim bermimpi diperintah Allah untuk menyembelih Ismail. Beliau kaget, ragu, dan bimbang. Hingga akhirnya beliau mendapat mimpi dan perintah yang sama hingga terulang tiga kali. Nabi Ibrahim pun menetapkan tekad, menguatkan hati dan meyakini ini adalah benar-benar perintah Allah yang harus dilaksanakan. Nabi Ibrahim pun pergi menemui  putranya dan menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Allah melalui mimpinya. Semula beliau khawatir akan jawaban anaknya, tapi Ismail menjawab: “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” Betapa terharunya beliau mendengar jawaban dari anaknya yang shaleh sehingga makin menambah rasa sayangnya sekaligus menambah kesedihannya karena teringat bahwa beliau akan kehilangan anak yang dikasihinya. Dan tepat ketika pisau tajam itu menyentuh kulit leher Ismail, Allah dengan kekuasaan-Nya menggantinya dengan seekor domba.

Apakah hikmah yang dapat kita petik dari kisah tersebut? Ternyata banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil, diantaranya :

1. Keimanan

Keimanan datang dari sebuah keyakinan dimana dalam hal ini Nabi Ibrahim meyakini bahwa perintah yang datang dari Tuhannya adalah sebuah kebenaran yang mutlak harus dipatuhi olehnya sebagai hamba Allah SWT.

2. Kesabaran

Kepatuhan, ketaatan dan kesabaran Nabi Ibrahim dan Ismail adalah hasil dari pemahaman atas keyakinan dan keimanan yang mutlak kepada Allah, keyakinan dan keimanan bahwa sesungguhnya segala yang datang dari Allah adalah sebuah kebenaran.

3. Keikhlasan

Keikhlasa dari seorang ayah untuk  mengorbankan anaknya demi perintah Tuhannya, sungguh apa yang kita korbankan berupa kambing atau sapi kali ini tidak ada sedikitpun bandingannya dengan keikhlasan berkorbannya Nabi Ibrahim dan Ismail.

4. Solidaritas Sosial

Pembagian daging kurban kepada masyarakat sekitar dan kalangan yang kurang mampu adalah bukti bahwa agama Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kebersamaan, kepedulian terhadap sesama dan solidaritas sosial.

Demikian pesan moral hari ini semoga bermanfaat bagi kita semua walaikumsalam wr wb.