Kuliah Umum PPKN “Pendidikan Penanaman Sikap Anti Korupsi di Kalangan Mahasiswa”

25 October 2013
1919 Views
Comments are off for this post

 

Kuliah Umum PPKN

Indonesia adalah negara dengan kekayaan yang sangat banyak. Potensi perikanan 5.37 juta ton. 945 jenis tanaman pangan. Potensi hutan industri 101 juta ha. Penerimaan sektor tambang Rp.27,28 (ESDM 2012). Penerimaan sektor migas Rp. 370 T (ESDM 2012). Penduduk 237.641.326 (2010). Namun sayangnya Indonesia sebagai negara yang kaya raya ini masih belum mampu menyejahterakan dan memakmurkan rakyatnya. Lalu kemanakah larinya kekayaan Indonesia ini!? Karena kekayaan Indonesia yang ada dibawa keluar negeri oleh para “tikus-tikus berdasi” yang melakukan korupsi. Inilah kenyataan yang sedang terjadi di Indonesia sekarang.

Apa itu korupsi!? Dalam penjabarannya, Bapak Dedie A.Rachim sebagai Direktur Direktorat PDDK & Pelayanan Masyarakat KPK menjelaskan bahwa korupsi secara harfiah dapat diartikan sebagai sebuah kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap dan tidak bermoral. Sedangkan dalam kamus umum baasa indonesia purwadarminta korupsi adalah perbuatan yang buruk seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok, dsb. Tidak jauh berbeda dengan apa yang tertuang di dalam UU 31/1999 jo UU 20/2001, korupsi digolongkan ke dalam 7 kelompok yaitu, kerugian keuangan negara, suap-menyuap, penggelapan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dan gratifikasi.

Lalu bagaimana korupsi bisa terjadi!? Mengutip pernyataan Bang Napi, Bapak Dedie A.Rachim menjelaskan bahwa korupsi terjadi karena ada niat dan kesempatan dari pelakunya. Niat yang ada dari pelakunya merupakan salah satu penyimpangan perilaku nilai-nilai/moral. Sedangkan kesempatan untuk koruptor melakukan korupsi hal ini dikarenakan kelemahan sistem yang terjadi di instasi. Inilah yang harus kita.

Jika sudah tahu tentang pengertian, bagaimana korupsi bisa terjadi dan bahaya korupsi, lalu bagaimana cara untuk mencegah korupsi? Ada tiga cara untuk mencegah korupsi adalah penindakan dengan membuat efek jera, prevensi dengan melakukan pencegahan tindak korupsi dengan memperbaiki sistem yang ada dan yang terakhir melakukan edukasi mengenai korupsi itu sendiri. Disinilah peran serta Universitas Al Azhar Indonesia sebagai institusi pendidikan dalam memberikan edukasi kepada mahasiswanya untuk memahami tentang bahaya korupsi yang mampu membawa negara ini ke dalam jurang kehancuran.

 

[nggallery id=165]