Kuliah Umum Produksi Pangan Halal dalam Pendekatan Ilmu Pengetahuan

20 December 2013
1669 Views
Comments are off for this post

Halal PKPNI  (7) (1024x683)

 

Di Indonesia, ada sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk yang memeluk agama Islam. Hal ini membuat Indonesia menjadi Negara terbesar ummat Muslim di dunia. Meski menjadi Negara terbesar ummat Muslim di dunia, tidak menjadikan Indonesia sebagai negara yang berasaskan Islam. Namun tidak dapat dipungkiri sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, masyarakat Indonesia membutuhkan makanan, minuman, produk serta jasa yang memiliki label halal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak hanya halal dalam artian sebuah label, namun juga halal dalam secara fisik dan keyakinan. Diantara banyaknya produk makanan, minuman dan olahannya yang beredar kita harus benar-benar paham apa saja kriteria Halal tersebut. Bagi hewan yang dikonsumsi, Halal dan suci jika berasal dari hewan hala yang disembelih sesuai dengan syariat islam, bukan darah dan tidak bercampur dengan haram atau najis. Tumbuhan, bahan yang berasal dari tanaman pada dasarnya halal tapi bila diperoses dengan menggunakan aditif dan /atau bahan penolong yang tidak halal, maka tumbuhan/olahan tumbuhan tersebut menjadi haram. Mikrobal, pada dasarnya halal selama tidak membahayakan, tumbuh dan berasal dari pertumbuhan yang suci dan halal, media penumbuhan mikroba tersebut juga harus suci dan halal. Bahan-bahan lainnya seperti bahan tambang, sintetik, campuran dan bahan yang tidak termasuk kelompok sebelumnya, dengan titik kritis bahan lain diantaranya sumber bahan asal, aditif, dan bahan penolong proses.

Lalu, bagaimana dengan dasar penetapan terhadap makanan, minuman dan produk lainnya. Ada beberapa dasar dalam penetapan halal diantaranya bersumber dari Al-Qur’an, Al Hadist, Ijma, Qiyas, dan Fatwa. Di Indonesia sendiri ada beberapa pihak yang berperan penting dalam Seritikasi halal di Indonesia diantaranya, LPPOM MUI, Komisi Fatwa MUI dan perusahaan/produsen. Sertifikasi Halal adalah suatu proses untuk memperoleh sertifikat halal melalui beberapa tahap untuk membuktikan bahwa bahan, proses produksi dan Sistem Jaminan Halal memenuhi standar LPPOM MUI. Sertifikat Halal adalah fatwa tertulis yang dikeluarkan oleh MUI yang menyatakan kehalalan suatu produk yang merupakan keputusan sidang Komisi Fatwa MUI berdasarkan proses audit yang dilakukan oleh LPPOM MUI. Fatwa adalah hasil ijtihad para ulama terhadap status hukum suatu benda atau perbuatan sebagai produk hukum Islam. Dalam proses sertifikasi halal, fatwa merupakan status kehalalan suatu produk.

Dalam memberikan pemahaman mengenai sertifikasi halal, Pusat Kajian Pengembangan Nilai-Nilai Islam Universitas Al Azhar Indonesia (PKPNI UAI) bekerjasama dengan Lembaga Pengawas Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) melalui mata kuliah Pendidikan Agama Islam mengadakan Kuliah Umum Produksi Pangan Halal dalam Pendekatan Ilmu Pengetahuan pada Kamis/19/12/13 di Ruang Serbaguna Lt.2 UAI. Hadir sebagai pembicara Ir. Lukmanul Hakim, M.Si. beliau merupakan Direktur LPPOM MUI dan Presiden World Halal Food Council (WHFC). Semoga dengan adanya kuliah umum ini, mahasiswa mampu menambah pengetahuan tentang makanan, minuman dan produk halal.

[nggallery id=176]