Fenomena Alam

10 January 2014
972 Views
Comments are off for this post

‘Aalam (: عالمِ) difahami sebagai segala sesuatu yang bukan Tuhan. Ini ditafsirkan oleh Imam Al Qurthubi tatkala menafsirkan ayat ke 2 surah Al Fatihah.

Imam Al-Qurthubi dalam kitabnya, “Al-Jamai’ liahkaamil Quraan” tentang penafsiran ayat الْحَمْدُ  لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – “Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta ‘Aalam” menghimpun sejumlah pendapat tentang makna kalimat “الْعَالَمِينَ” bentuk plural dari kata “ عالمِ ”, yaitu segala sesuatu yang ada selain Allah swt.

Beliau katakan bahwa penduduk segala zaman dinamakan ‘aalam. Demikian pula bahwa ‘aalam adalah bangsa jin, manusia, malaikat dan setan. Demikian pula bahwa ‘aalam adalah segala sesuatu yang punya ruh dan melata di atas bumi.

Imam Al-Qurthubi menyebutkan pendapat Abi Said Al Khudri dengan menyatakan, “Sesungguhnya Allah mempunyai empat puluh ribu ‘aalam dunia dari arah timur hingga ke barat yang terhimpun dalam satu ‘aalam.”

Dan pendapat lain mengatakan bahwa pendapat yang pertama adalah yang terkuat, yaitu ‘aalam adalah sesuatu yang ada selain Allah swt. Dinamakan ‘aalam karena keberadaannya menunjukkan bahwa segala sesuatu yang ada pasti memiliki pencipta dan pengatur.

Imam Ar-Razi dalam kitab tafsirnya menyebutkan penafsiran ayat ini bahwa segala sesuatu selain Allah dinamakan ‘aalam. Sebab penamaan segala bagian dari keseluruhan  ‘aalam selain Allah dengan nama ‘aalam adalah karena penunjukannya terhadap keberadaan Allah swt.

Di antara ‘aalam-‘aalam terdapat ‘aalam berjasad yang terletak di tempat ketinggian seperti galaksi-galaksi dan bintang-bintang; ‘aalam berjasad yang terletak di tempat yang rendah seperti  debu, air, hawa, api, tumbuh-tumbuhan, tambang-tambang dan hewan-hewan; ‘aalam arwah(tak berjasad) di tempat ketinggian seperti ruh-ruh di ketinggian ‘aalam langit dan ruh-ruh suci; dan ‘aalam arwah yang rendah yang ada kalanya dari jenis yang baik, seperti jin yang shaleh, dan ada kalanya dari jenis yang buruk, seperti setan.

Imam Ar-Razi mengatakan, “Allah adalah Tuhan Semesta ‘aalam yang mengeluarkannya dari tidak ada menjadi ada. Dia Tuhan Semesta ‘aalam yang menetapkannya dalam keadaan tetap dan bertempat.”

Dari penjelasan ini menjadi jelas tentang makna ‘aalamin dan ‘aalam (الْعَالَمِينَ dan  عالمِ).

Fenomena ‘aalam selanjutnya kita tulis saja fenomena alam merupakan kerja dari berbagai galaksi, bintang – bintang, debu, air, hawa atau udara, api, tumbuh – tumbuhan, tambang – tambang dan hewan – hewan, kadang jin yang saleh, syaithon dan ruh – ruh suci yang mempengaruhi kehidupan manusia sebagai khalifah di bumi.

Oleh karenanya Allah senantiasa mengingatkan manusia agar selalu meminta pertolongan kepada Nya dengan melaksanakan shalat dan sabar (qs 2:153).

Dengan mengamalkan kewajiban shalat tersebut manusia meminta petunjuk sedikitnya 17 kali dimohonkan kepada Allah dalam bacaan shalat :

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Kita meminta “ the guidance (:هُدَى) “ setiap hari pada waktu malam dan siang.

Fenomena Alam memberikan tanda kepada setiap manusia untuk menjalankan hidup dalam perspektif keimanan. Alam sendiri pun aktif berbuat dengan ukuran dan kadarnya masing – masing sehingga manusia memang harus hidup harmonis dalam “the guidance” yang jelas yaitu berdasarkan Al qur’an dan teladan rasulullah saw.

SIAPAKAH IMAM AL QURTHUBI ?

Beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakr bin Farh al-Anshari al-Khazraji al-Andalusi al-Qurthubi, seorang ahli tafsir dari Cordova (sekarang bernama Spanyol). Ia berkelana ke negeri timur dan menetap di kediaman Abu Khusaib (di selatan Asyut, Mesir). Dia salah seorang hamba Allah yang soleh dan ulama yang arif, wara’ dan zuhud di dunia, yang sibuk dirinya dengan urusan akhirat. Waktunya dihabiskan untuk memberikan bimbingan, beribadah dan menulis.

Wallahu’alam bishawab.

Sumber: https://www.facebook.com/notes/masjid-agung-al-azhar/fenomena-alam/597566040293150