Keikutsertaan Mahasiswa UAI Dalam Workshop Pemuda Indonesia “Menggali Potensi Membangun Negeri”

14 February 2014
1957 Views
Comments are off for this post

iiiii

 

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (KEMENPORA-RI) bekerjasama dengan ExcellencIA mengadakan workshop Pemuda Indonesia 2014 dengan tema ‘’INDONESIA MENGGALI POTENSI, MEMBANGUN NEGERI’’. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 8 Februari 2014 dan bertempat di Hotel PITA GIRI JAKARTA, Jl. Palmerah No.110, Jakarta Barat.

Dalam Workshop tersebut peserta belajar tentang Excellent Communication Skill, Effective Team Work, and Problem Solving Skill yang disampaikan oleh Singgih Sasongko, SIP., M.Si (Trainer Nasional for  Excellence Indonesia) dan Nyoman Indra Permana (Mentalis-Motivator-Senior Trainer Excellence Indonesia). Workshop ini diikuti dari beberapa perguruan tinggi seperti UI, UNSUD, UNIS, UNPAM dll serta perwakilan dari beberapa SMA Se-Jabodetabek.  Dalam kegiatan ini, Universitas Al-Azhar Indonesia diwakili oleh 3 (tiga) orang mahasiswa yang terdiri dari beberapa fakultas dan program studi. Mahasiswa-mahasiswa tersebut yaitu:

  1. Muhammad Mu’alimin (Mahasiswa Program Studi Hukum)
  2. Hasairi Arnas (Mahasiswa Program Studi Sastra Arab)
  3. Fitrin Nida (Mahasiswi Program Studi PAUD)

Singgih Sasongko, SIP., M.Si menekankan kepada pemuda Indonesia bahwa salah satu permasalahan terbesar bangsa saat ini adalah rendahnya budaya komunikasi pergaulan sehingga menyebabkan banyaknya konflik antar pemuda, konflik agama serta konflik antar-golongan, beliau mengatakan bahwa seseorang dalam berkomunikasi harus menganggap lawan bicaranya sebagai orang yang paling penting sehingga kita harus mendengarkan dengan seksama maksud dan tujuan serta apa yang dia inginkan, beliau mengutip kata-kata dari Margaret Lane, :’’salah satu wanita paling menarik yang pernah saya kenal tidaklah cantik ataupun sangat cerdas. Tetapi, kala dia mendengarkan saya berbicara, perhatiannya begitu terpusat sehingga bisa membuat saya merasa seperti orang yang paling menarik di dunia..’’, artinya siapapun lawan bicara kita, dalam keadaan apapun, dimanapun tempatnya jika kita sedang berbincang-bincang kita harus menjadi pendengar aktif serta antusias, karena berdasarkan sebuah penelitian lebih dari 80% permasalahan akan selesai jika dibicarakan dengan baik-baik dan kedua belah pihak saling mengerti dan menghormati.

Sementara itu, Nyoman Indra Permana mengatakan bahwa sesungguhnya masalah itu tidak ada, yang ada hanyalah perasaan kita sendiri yang menganggap masalah itu ada, misalnya ketika seseorang menepuk bahu seseorang, jika itu dianggap sebagai suatu pukulan maka itu akan menjadi masalah, namun jika itu dianggap sebagai suatu tepukan sapa kehangatan maka hal itu bukanlah sebuah masalah, artinya sebuah masalah hanya akan muncul dari perspektif kita masing-masing, sedangkan perspektif seseorang erat kaitannya dengan klaim asumsi yang mendatangkan prasangka buruk sehingga menimbulkan gesekan-gesekan konflik.

[nggallery id=182]