(Qolbu) Hati Yang Hidup dan Hati Yang Mati

14 February 2014
3803 Views
Comments are off for this post

Hati yang hidup/selamat didefinisikan sebagai hati yang terbebas dari setiap syahwat, keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah dan dari setiap syubhat yaitu keraguan dan ketidak jelasan yang menyeleweng dari kebenaran. Hati yang tidak pernah beribadah kepada selain Allah dan berhukum kepada Rasulullah. “Ubudiyahnya murni kepada Allah, Iraddah, mahabbah, inabah, ikhbat, khassyah, raja dan amalnya, semuanya Lillah, semata karena Allah”.
Jika ia mencintai, membenci, memberi dan menahan diri semunya dilakukan karena Allah. Hatinya telah terikat kepadanya dengan ikatan yang kuat untuk menjadikan Rasul sebagai satu-satunya panutan dalam perkataan dan perbuatan. Ia tidak akan berani bersikap lancing, mendahuluinya dalam hal aqidah, perkataan atau perbuatan.
Hati yang mati, adalah hati yang tidak mengenal siapa Rabbnya. Ia tidak beribadah kepadaNya, enggan menjalankan perintahNya. Hati ini selalu tunduk kepada hawa nafsu atau kecenderungan diri terhadapa kenikmatan duniawi, walaupun itu dibenci dan dimurkai oleh Allah SWT. Ia tidak peduli kepada keridhaan atau kemurkaan Allah SWT. Baginya yang terpenting adalah terpenuhinya hawa nafsu/keinginan. Ia menghamba kepada selain Allah demi kesenangannya ini.
Jika mencintai, membenci, memberi dan menahan diri semuanya karena hawa nafsu. Hawa nafsu inilah telah menjadi pemimpin dan pengendali baginya. Kebodohan adalah sopir dan kelalaian adalah kendaraan baginya. Seluruh pikirannya dipenuhi dan dikerahkan untuk mencapai target-target duniawi.
Demikian, hati yang pertama adalah hati yang hidup, kusyu, tawadhu, lembut dan selalu berjaga. Hati yang kedua adalah hati yang sakit, kadang-kadang dekat kepada keselatan dan kadang-kadang dekat dengan kebinasaan.
Maka bagi orang yang menjaga hati, yakinilah bahwa :
• Setiap kesabaran akan digantikan dengan kemenangan
• Setiap kedukaan akan digantikan dengan kebahagiaan
• Setiap kejadian pasti ada hikmah yang Allah berikan

Wassalamualaikum wr wb

oleh Ita Fera