Kuliah Umum Islam dan Budaya Nusantara dalam Pembentukan Jati Diri Bangsa

28 April 2014
4178 Views
Comments are off for this post

Siapa yang tidak mengenal Taufik Ismail, penyair yang karya-karya mampu membuat hati menjadi tersentuh hadir ke Universitas Al Azhar Indonesia dalam rangka memberikan inspirasi kepada mahasiswa dan para civitas akademika Universitas Al Azhar Indonesia. Datang sebagai pembicara dalam Kuliah Umum yang diadakan oleh PKPNI (Pusat Kajian Pendidikan dan Nilai Islam) UAI dengan topik “Islam dan Budaya Nusantara dalam Pembentukan Jati Diri Bangsa” pada Selasa, 22 April 2014 di Ruang Auditorium Arifin Panigoro Lt. 3 Universitas Al Azhar Indonesia.

Penyair yang menulis buku kumpulan puisi, seperti Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Tirani dan Benteng, Tirani, Benteng, Buku Tamu Musim Perjuangan, Sajak Ladang Jagung, Kenalkan, Saya Hewan, Puisi-puisi Langit, Prahara Budaya:Kilas Balik Ofensif Lekra/PKI dkk, Ketika Kata Ketika Warna, Seulawah-Antologi Sastra Aceh, dan lain-lain. Memberikan pandangan-pandangannya tentang perkembangan islam dan kebudayaan Indonesia yang dapat diserap serta dilakukan oleh para mahasiswa dalam melakukan pembentukan jati diri bangsa.

Diantara puisi-puisi yang telah beliau lahirkan ada beberapa diantaranya digubah oleh Himpunan Musik Bimbo kedalam sebuah lagu. Disamping itu beliau juga menulis beberapa lirik lagu untuk Chrisye, Yan Antono dan Ucok Harahap. Pria kelahiran  78 tahun silam pernah mendapat Anugerah Seni dari Pemerintah (1970), Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia (1977), South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand (1994), Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994). Dua kali ia menjadi penyair tamu di Universitas Iowa, Amerika Serikat (1971-1972 dan 1991-1992), lalu pengarang tamu di Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur (1993).

[nggallery id=192]