Executive Lecture bersama Mantan Deputi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim

7 May 2014
1404 Views
Comments are off for this post

Universitas Al Azhar Indonesia belum lama ini kedatangan salah satu tokoh penting asal Negeri Jiran Malaysia. Tokoh penting tersebut adalah Mantan Deputi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim. Selain bersilahturahmi dengan para civitas akademika Universitas Al Azhar Indonesia, beliau juga menjadi pembicara tamu dalam acara Executive Lecture yang diadakan di Auditorium Arifin Panigoro Universitas Al Azhar Indonesia.

Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Prof Dr Ir Sardy Sar dalam pengantarnya sebelum kuliah umum disampaikan Anwar Ibrahim, memaparkan sekilas sejarah Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar hingga berdirinya Universitas Al-Azhar Indonesia. Beliau juga menjelaskan integrasi nilai-nilai keislaman dalam setiap bidang keilmuan yang diajarkan di kampus Universitas Al Azhar Indonesia.

Acara yang berlangsung bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada Jum’at, 2 Mei 2013 tersebut membahas topik yang sedang hangat di masyarakat mengenai “Islamic Values and The Revival of Muslim Ummah: Challenges of Higher Education in Muslim Countries”. Dato’ Seri Anwar Ibrahim, dalam ceramah ilmiahnya menegaskan bahwa seharusnya seluruh masyarakat dan akademisi dapat mendukung peran maksimal Perguruan Tinggi sebagai lokomotif perubahan sangat penting untuk mempersiapkan generasi umat Islam mendatang melalui penerapan nilai-nilai Islami secara konsestensi dalam kegiatan belajar mengajar di Kampus, seperti halnya yang telah ditanamkan dan dilakukan sebagai salah satu etika keseharian di Kampus Universitas Al Azhar Indonesia.

Dalam pemaparannya, Anwar Ibrahim menjelaskan bahwa kemajuan pendidikan jangan seperti di negara barat yang hanya lebih mementingkan kecerdasan namun tanpa ruh, tanpa nilai-nilai. Pendidikan haruslah juga menanamkan ruh atau jiwa yang berupa nilai-nilai keislaman, jelas Anwar di depan mahasiswa dan pejabat rektorat kampus Universitas Al-Azhar Indonesia. Dia juga menegaskan bahwa seharusnya seluruh masyarakat dan akademisi dapat mendukung peran maksimal perguruan tinggi sebagai lokomotif perubahan.

Executive Lecture yang juga dihadiri oleh  mantan Menteri Koperasi dan UKM pada era Kabinet Reformasi Pembangunan Adi Sasono, diharapkan mampu memberikan wawasan lebih kepada mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia tentang peranannya dalam membangun pendidikan yang berbasis islam.

 [nggallery id=198]