PRODI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI-UNIVERSITAS AL AZHAR INDONESIA “ACCOUNTING SERIES X “

23 September 2014
1907 Views
Comments are off for this post

PRODI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI-UNIVERSITAS AL AZHAR INDONESIA

ACCOUNTING SERIES X 

PERAN BAITUL MAAL WAT TAMWIL

DALAM PEMERDAYAAN EKONOMI RAKYAT

B

icara ekonomi rakyat dalam konteks kehidupan di Indonesia berarti berbicara mengenai aktifitas kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh mayoritas rakyat di Indonesia. Salah satu pelaku dalam kegiatan ekonomi yang banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurut Kementrian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (2013), terdapat sekitar 56.4 juta pelaku bisnis UMKM di Indonesia. Sektor UMKM juga memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian di Indonesia.  Sektor UMKM memberikan kontribusi dalam bentuk penyerapan tenaga kerja dimana sebanyak 97 % angkatan kerja pada tahun 2013 bekerja pada sector UMKM.

Namun demikian, di tengah-tengah perannya yang sangat signifikan dalam perekonomian Indonesia, Kementrian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) (2013) menyampaikan bahwa hanya 12 persen dari  pelaku UMKM yang memiliki akses kepada perbankan. Sisanya sebesar 88 persen atau sama dengan 46.2 juta pelaku UMKM tidak memiliki akses kepada perbankan atau dengan kata lain dapat disebut tidak bankable.  Kondisi ini jelas menyulitkan tumbuh dan kembangnya sector UMKM di Indonesia.

Salah satu pihak penyedia akses terhadap modal bagi pelaku UMKM di Indonesia adalah Baitul Maal Wat tamil (BMT). Kementrian Koperasi dan UKM (2013) menyampaikan bahwa sampai dengan tahun 2010 terdapat 3900 BMT yang beroperasi di Indonesia. BMT adalah lembaga keuangan non bank mikro yang memiliki fungsi untuk menyimpan serta menyalurkan dana anggota serta masyarakat pelaku bisnis UMKM dengan tetap berdasarkan kepada prinsip-prinsip Syariah. BMT-BMT tersebut pada tahun 2005 berkumpul dan kemudian membentuk perhimpunan BMT (PBMT) pada tahun 2005. Atas dasar kesepakatan untuk dapat membantu kebutuhan likuiditas serta standarsasi pelaporan dan operasional BMT maka PBMT kemudian membentuk PBMT Ventura pada tahun 2007. Dengan hadirnya PBMT, diharapkan kinerja BMT dalam pemberdayaan ekonomi rakyat di Indonesia semakin lebih baik. Untuk itulah, Accounting Series X Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Al Azhar Indonesia mengangkat kan tema “Peran BMT Dalam Pemberdayaan EKonomi Rakyat”.

Dalam kegiatan Accounting Series X ini, tampil sebagai pembicara adalah Bapak Jamil Prathama Abbas, BCom, MBA. Bapak Jamil merupakan  praktisi pada industry BMT di Indonesia yang memiliki pengetahuan akademis dan praktisi yang sangat mumpuni berkaitan dengan BMT. Bapak Jamil menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi nya di University of Melbourne pada tahun 1996 serta kemudian berhasil memperoleh gelar MBA konsentrasi Keuangan dan Perbankan Syariah dengan IPK 3.87 sehingga mengantarkan beliau menjadi Best Student Award tahun 2011 di International Islamic University Malaysia (IIUM) di Kuala Lumpur, Malaysia. Insya Allah, setiap peserta akan memperoleh pengetahuan mengenai BMT dan peranannya dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Kegiatan Accounting Series X ini, merupakan kegiatan rutin dua bulanan di Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Al Azhar Indonesia. Peserta kegiatan ini adalah seluruh  dosen dan mahasiswa Prodi Akuntansi FE UAI.