Pre Convention “ASEAN Youth Leaders Summit 2015”

23 October 2014
3106 Views
Comments are off for this post

Tanggal           : 7-10 Agustus, 2015

Tempat           : Grand Seasons Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia

 1.1 Hari Pertama, 7 Agustus 2014 

Tepat pukul 13.00 waktu Malaysia, saya tiba di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) dengan selamat bersama salah seorang teman dari Indonesia untuk bersiap-siap menghadiri kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin Muda ASEAN, Pra Konvensi. Di sana saya bertemu dengan teman-teman Indonesia lainnya yang sudah sampai duluan di hotel dengan total delegasi dari Indonesia berjumlah 7 orang.

Pada hari pertama kedatangan kami, belum ada acara atau kegiatan resmi dari pihak panitia. Panitia memberikan waktu kepada kami, para delegasi untuk beristirahat atau melakukan kegiatan lainnya. Kami-delegasi Indonesia-melakukan perjalanan singkat pada malam pertama kami setibanya di KL untuk menikmati suasana malam di sana serta membeli beberapa kebutuhan yang kami perlukan selama acara nanti seperti SIM Card ponsel dsb. Setelah puas bersafari malam, kami kembali ke hotel untuk beristirahat mempersiapkan diri dan tenaga untuk pembukaan resmi acara keesokan hari.

1.2 Hari Kedua, 8 Agustus 2014

Tepat pukul sembilan pagi waktu Malaysia, acara dibuka secara resmi oleh Deputy Prime Minister Tan Sri Muhyiddin Yassin. Setelah itu dilanjutkan dengan konferensi yang diisi oleh beberapa pakar pembicara sesuai bidangnya masing-masing di mana acara tersebut berusaha untuk mendiskusikan terkait tiga pilar yang ada di ASEAN di antaranya; Politik dan Keamanan, Sosial Budaya dan Ekonomi.

Setelah konferensi berlangsung, kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan pembukaan oleh Project Director, Abu Qassim Nor Azmi dari Majelis Belia Malaysia (Malaysian Youth Council). Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa dalam menghadapi ASEAN Community atau ASEAN Economy Community 2015 nanti, Malaysia yang akan bertindak sebagai Chairman pada saat deklarasi AEC tersebut, MBM berinisiatif untuk mengumpulkan seluruh pemuda dari negara-negara ASEAN untuk ikut membantu menyukseskan berjalannya kegiatan AEC nanti dengan ikut berkontribusi dalam rangka menyelesaikan berbagai problematika yang ada di organisasi regional ini terkait tiga pilar ASEAN. Maka dari itu, MBM bekerjasama dengan Committee of ASEAN Youth Cooperation berusaha untuk memfasilitasi para pemuda dari ASEAN untuk duduk bersama berdiskusi dan mencoba menghasilkan berbagai program serta solusi untuk setahap demi setahap mengatasi permasalahan yang rumit pada masyarakat ASEAN nanti. Lebih jauh, acara ini baru Pra-KTT di mana tahun depan pasca deklarasi AEC 2015 nanti, para delegasi diundang kembali ke Malaysia untuk kembali berdiskusi dan mensahkan program-program yang telah disusun atau didiskusikan pada kesempatan ini. Ke depan, semua kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang berkelanjutan dan sangat diharapkan hasil dari kinerja para pemuda ASEAN ini dapat ikut andil mengatasi problematika yang ada di sekitar negara-negara ASEAN.

Setelah rangkaian acara pembukaan dan konferensi sehari penuh, para delegasi kemudian diberikan kesempatan untuk memilih forum diskusi yang dibagi tiga sesi atau forum yang di antaranya : Sesi Politik dan Keamanan, Sosial dan Budaya dan yang terakhir adalah Rencana Aksi Pemuda. Forum tersebut akan dilaksanakan keesokan harinya. Pada malam harinya, para pemuda ASEAN diundang untuk menghadiri ASEAN Food and Cultural Festival di Taman Pudu Ulu. Acara tersebut diadakan dalam rangka Hari ASEAN yang genap berusia 47 tahun.  

1.3 Hari Ketiga, 9 Agustus 2014

Pada hari ini, saya bersama teman-teman ASEAN yang lain masuk pada masing-masing kelas yang dibagi berdasarkan political-security, socio-cultural and youth action plan. Saya sendiri masuk pada kelas diskusi political-security. Jumlah peserta pada forum diskusi ini berjumlah 15 orang termasuk moderator dan panelisnya. Di awal kelas dibuka dengan pengantar dari seorang pakar politik dan keamanan yang baru saja lulus dari Oxford University yang kebetulan beliau adalah profesor di salah satu universitas di Malaysia. Tujuan dari pembagian kelas atau sesi menjadi tiga tersebut adalah untuk mendiskusikan berbagai hal dan permasalahan yang terjadi di negara-negara ASEAN dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Diharapkan masing-masing dari peserta dan delegasi dapat berkontribusi baik ide dan solusi dalam mewujudkan MEA yang sesuai motto dan visi dan misi yang dibentuk sejak berdirinya organisasi regional ini. Setiap sesi dituntut dapat menghasilkan output berupa program-program yang akan dilaksanakan pada saat deklarasi AEC tahun 2015 nanti. Kita ketahui bersama bahwa masalah-masalah yang ada di negara-negara ASEAN ini cukup serius terkait perdagangan manusia, penyelundupan narkoba dan isu-isu lingkungan. Maka dari itu, dengan adanya campur tangan langsung para pemuda ASEAN dalam memberikan berbagai solusi, hal ini merupakan suatu kegiatan yang sangat positif dan produktif sekaligus efektif. Karena di satu sisi, kita ikut memberdayakan kemampuan dan tenaga yang sangat produktif para pemuda. Di samping itu, sebagai jiwa muda, tentu masih memiliki semangat yang tinggi dan siap untuk bekerja di bawah tekanan.

Setelah sesi berakhir dengan presentasi program-program dari masing-masing kelas, kemudian hasilnya tersebut disimpan dalam draft yang akan kembali didiskusikan tahun depan pada saat ASEAN Community akan dideklarasikan. Memasuki hari terakhir ini, acara ditutup dengan round table dinner yang langsung ditutup kembali oleh Prime Minister Malaysia. Tak ketinggalan masing-masing delegasi memberikan souvenir dari masing-masing negara sebagai kenang-kenangan. Kami semua tidak sabar lagi untuk menunggu tahun depan bertemu kembali teman-teman ASEAN kami untuk melaksanakan program-program yang telah kami susun bersama.