Dialog Budaya dan Sastra Lintas Bangsa Lintas Generasi:Langkah Bersama Akademisi dan Praktisi Sastra dan Budaya bagi Kemajuan Sastra dan Budaya di Negara Serumpun Melayu

19 November 2014
2085 Views
Comments are off for this post

  Pembicaraan tentang Sastra dan Budaya pada hakikatnya adalah pembicaraan tentang pola dan sistem berpikir manusia. Pemahaman tentang ini adalah wujud dari pemahaman tentang manusia yang sesungguhnya. Oleh karena itu, pemikiran tentang Sastra dan Budaya seharusnya mendapat tempat utama dalam peradaban manusia untuk dikembangkan.

            Namun, pengembangan terhadap hal ini pada kurun waktu belakangan kurang mendapat perhatian. Pembahasan terhadap permasalahan budaya yang mendapat porsi terbanyak bukan pada aspek pemikirannya, tetapi lebih kepada aspek penghiburan semata. Seharusnya budaya memberikan hiburan sekaligus manfaat. Perlu dilakukan langkah untuk mengembangkan sistem berpikir yang lebih bermartabat dengan membangun kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Sastra Budaya memainkan peran cukup penting untuk itu. Dibutuhkan dialog antar generasi bahkan antarbangsa untuk mewujudkannya.

            Perhimpunan Sastra Budaya Negara Serumpun (PSBNS) bekerja sama dengan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) bermaksud mengadakan seminar dan dialog Sastra Budaya Antargenerasi dan Antarbangsa di Kampus UAI pada Rabu 19 November 2014. Kegiatan ini penting sebagai penguatan bagi upaya pengembangan bidang sastra dan budaya di dunia akademik dan pembinaan secara nonformal dalam bentuk dialog dan tanya jawab lintas generasi dan lintas bangsa. Tujuan dari forum ini adalah membangun komunikasi cerdas lintas generasi dan lintas bangsa, membuka dialog tentang sastra budaya antara sastrawan senior, junior, pemula, serta peminat, diskusi tentang membaca bacaan yang baik serta merespons bacaan dengan baik dan benar, belajar mendengar, membaca, menulis, dan berbicara tentang karya sastra, dan mengekspresikan rasa dan pikiran dengan membaca puisi, monolog, atau potongan cerpen.

            Acara ini dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama dimoderatori oleh Drs. Murni Djamal M.A. (Dekan Pertama Fakultas Sastra UAI) dan akan menampilkan para pembicara: Ahmad Fuadi (Trilogi Negeri 5 Menara: Hikayat Perantauan Anak Negeri), Naning Pranoto (“Lara di Pinggir Sepi: Perempuan Baja Berkalung Rantai Derita”, Novel karya Rohani Din Sastrawati, Singapura), Sunu Wasono M.Hum., dan Bambang Widiatmoko, M.Eng. (Rinait Penjinak Barah dalam Novel “Pagi di Hujung Senja”). Adapun sesi kedua dimoderatori oleh Dr. Free Hearty, M.Hum. (Direktur Eksekutif PSBNS) dan menampilkan Dr. Haji Ramlee bin Haji Tinkong, Dr. Maman S. Mahayana (Perjalanan Syair), serta Nur Hizbullah, M.Hum. (Belajar Kehidupan dari Khazanah Sastra Arab: Pengalaman dari Pesantren Gontor).