Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al Azhar Indonesia mengadakan acara pertukaran “ Kaligrafi Muslim China”

26 November 2014
2335 Views
Comments are off for this post

Jakarta – Dengan semakin eratnya hubungan antara China dan Indonesia, ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap Kaligrafi Muslim China juga ikut meningkat. Agar masyarakat Indonesia lebih mengenal dengan jelas Kaligrafi Muslim China, pada tanggal 21 November Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al Azhar Indonesia mengadakan acara pertukaran “Kaligrafi Muslim China”, mengundang pewaris Kaligrafi Muslim China dari Ningxia, China yang berasal dari suku Hui Abu Bakar Chang untuk mendemokan kaligrafi. Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Prof.Dr.Sardy Sar juga meluangkan waktu untuk menghadiri acara ini, selain itu acara ini juga menarik mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia dan pekerja Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al Azhar Indonesia untuk hadir, sekitar 50 orang hadir pada acara ini.

Kaligrafi Muslim China berintegrasi dengan keistimewaaan kaligrafi Hanzi China, dengan puisi menjadi bait yang tertulis. Menggunakan Paibi untuk menulis tulisan Bahasa Arab, berbeda jelas antara hitam dan putih, tetapi masih tetap menunjukkan keindahan kaligrafi. Sebagai Negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, bahasa Arab di Indonesia sudah turun temurun. Yayasan Pendidikan Islam Al Azhar mendirikan Universitas Al Azhar Indonesia, jadi seluruh mahasiswa mempunyai dasar bahasa Arab. Pada waktu mahasiwa melihat Bapak Abu Bakar Chang menulis menggunakan alat tulis khusus yang bernama “Pai Bi” diatas kertas menulis satu kalimat bahasa Arab yang sangat familiar, melalui tulisan mempererat jarak antara Bapak Abu Bakar Chang dan para mahasiswa, Bapak Abu Bakar Chang dengan ide yang cerdas dan menulis dengan guratan yang halus membuat mahasiswa sangat berkesan. Para mahasiswa dengan bebas mengambil Pai Bi yang sudah disediakan, lalu belajar menulis kaligrafi bahasa Arab.

Setelah acara pertukaran, Bapak Abu Bakar Chang diatas kertas menuliskan bahasa Mandarin dan bahasa Arab bertuliskan “ de bu gu, bi you lin” lalu diberikan ke Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al Azhar Indonesia sebagai kenang-kenangan. Bapak Abu Bakar Chang selama tujuh hari berada di Indonesia, menerima undangan dari Yayasan Budaya Nusaraya, di Jakarta akan diadakan beberapa pameran “ Kaligrafi Muslim China”.