2 Mahasiswi Prodi Sastra Jepang UAI mengikuti “ Program Jaringan Pertukaran Siswa dan Pemuda Japang – Asia Timur Abad ke – 21” 9 hari di Jepang

29 January 2015
1569 Views
Comments are off for this post

Dua orang mahasiswi Prodi Sastra Jepang UAI, Diandra dan Bembi Mulia Ramadhani, mengikuti “ Program Jaringan Pertukaran Siswa dan Pemuda Japang – Asia Timur Abad ke – 21” atau Jenesys 2.0 Japanese Language Batch, selama 9 hari di Jepang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman internasional terhadap nilai-nilai dan Budaya Jepang. Isi program ini antara lain, orientasi program Jenesys 2.0, kunjungan ke perusahaan Jepang, kunjungan ke pemerintah daerah, obyek pariwisata, interaksi sekolah, homestay, dan workshop.

Program ini kurang lebih diikuti sekitar 95 peserta dari berbagai universitas di Indonesia, peserta dibagi dalam 4 grup, dan masing – masing grup mengunjungi tempat yang berbeda. Diandra dan Bembi masuk dalam grup B. Sebelum itu, pada hari pertama, tanggal 13 Januari, semua peserta dikumpulkan di Tokyo untuk briefing, melakukan kunjungan ke kantor pemerintah daerah Tokyo, dan hari kedua mengunjungi kuil budha Senso-ji, pergi ke Asakusa, dan mengikuti kelas komunikasi Bahasa Jepang. Selanjutnya pada hari ketiga, grup B mengunjungi daerah Shizuoka, tepatnya di kota Hamamatsu, dengan menggunakan kereta Shinkansen.

Setelah sesampainya di Shizuoka, grup B berkunjung ke Universitas Shizuoka, untuk bertukar pengetahuan, budaya Indonesia dan Jepang. Hari keempat, grup B mengunjungi kantor pemerintah daerah Hamamatsu. Kota Hamamatsu ini terkenal dengan produksi alat musik, dan perikanan, khususnya belut. Makanan khas dari kota ini yaitu Unagi Pie. Di Jepang setiap daerah mempunyai karakter lucu yang menggambarkan daerah tersebut, karakter ini disebut yuru chara, yuru chara dari Hamamatsu ini bernama “ Ieyasu kun ”. Dengan ieyasu kun ini, Hamamatsu mempromosikan kotanya ke dalam negeri maupun luar negeri. Selanjutnya, peserta mengunjungi museum sejarah Suzuki, d isana peserta diperlihatkan sedikit cuplikan mengenai produksi mobil Suzuki, dan peserta dari grup B dapat melihat – lihat produksi pertama mobil atau motor sampai dengan masa ini. Setelah itu, peserta berkunjung ke kuil Ryotanji, kuil ini adalah kuil budha aliran zen, terkenal dengan lantai kayunya yang bisa berbunyi seperti burung “Uguisu”.

Pada sore hari, peserta dari grup B bertemu dengan keluarga Homestay masing – masing. Homestay dilakukan selama 3 hari 2 malam. Melalui kegiatan homestay ini peserta dapat memperdalam pemahaman tentang pola hidup orang Jepang, berinteraksi lansung dengan keluarga Jepang, agar membina kepercayaan antara kedua Negara, dan dapat menjalin tali persahabatan untuk masa depannya. Setelah Homestay, pada tanggal 18 Januari peserta dari grup B mengadakan workshop kecil yang nantinya akan dipresentasikan dalam workshop akhir di Tokyo. Esoknya, semua grup kembali ke Tokyo dengan Shinkansen, untuk melakukan Workshop yang di datangi oleh pihak kedutaan besar Indonesia di Jepang. Sorenya peserta mengunjungi fasilitas komersial yaitu Daiba, disana terdapat patung Gundam yang tingginya sekitar 13 meter. Pada hari terakhir yaitu pada tanggal 20 Januari, peserta pulang ke daerahnya masing – masing, dengan antusiasnya mereka ingin membagikan cerita atau pengalamannya kepada teman – teman, dosen, dan keluarganya.