Jepang Pasca Bencana 2011 dan Implikasinya terhadap Kehidupan Masyarakat Jepang

23 March 2015
1488 Views
Comments are off for this post

Pada hari Selasa tanggal 17 Maret 2015, Program Studi Sastra Jepang Universitas Al Azhar bekerja sama dengan Asosiasi Studi Jepang di Indonesia (ASJI) mengadakan kuliah umum dengan tema “Jepang Pasca Bencana 2011 dan Implikasinya terhadap Kehidupan Masyarakat Jepang (Japan Post Disaster). Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 4 tahun bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi Tohoku, Jepang pada tahun 2011.

Adapun tamu undangan yang hadir pada acara ini diantaranya Direktur The Japan foundation Jakarta, Bapak Ogawa Tadashi, Bapak Faisal Hendra M.Ed selaku Dekan Fakultas Sastra, Perwakilan dari ASJI, Staf pengajar Program Studi Sastra Jepang UAI, dan mahasiswa UAI.

Pada sesi pertama, kuliah umum ini diisi oleh narasumber yaitu Bapak dr. Mondastri Korib Sudaryo, MS. DSc. dari Ketua Pusat Riset Kesehatan untuk Krisis dan Bencana, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Yang menjadi pembicaraan pada sesi ini adalah Bencana besar yang terjadi di Tohoku pada tahun 2011 itu menjelaskan berbagai macam usaha yang dilakukan Jepang sebagai kesiapsiagaan pra gempa dan tsunami di Tohoku  seperti membangun bendungan dengan tinggi 6-8 meter sepanjang 2927 km, memperkuat bangunan, dan memasang sistem peringatan dini untuk bencana, serta melakukan survei rutin terhadap kesiapsiagaan bencana. Namun, bencana yang terjadi di Jepang kala itu, di luar prediksi sehingga mampu memporak-porandakan Jepang. Meskipun demikian, kini Jepang sudah kembali bangkit. Bapak Mondastri juga menjelaskan bahwa dalam hal bencana gempa bumi dan tsunami, Jepang memiliki kesamaan dengan Indonesia. Kesamaan itu terletak pada lokasi Indonesia dan Jepang yang dikelilingi oleh Hazard(kondisi rentan bahaya yang dapat menyebabkan cidera pada manusia ataupun kerusakan alam), kedua negara ini terdapat banyak gunung berapi aktif yang tidak dapat diprediksi kapan akan meletus dan memunculkan bencana. Sebagai penutup sesi pertama, beliau juga menjelaskan kerugian-kerugian yang muncul dari bencana-bencana tersebut. Beliau pun juga menjelaskan pentingnya unsur kearifan local untuk mengurangi korban bencana.

Ibu Dr. Siti Dahsiar Anwar, S.S selaku Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Ventura dan Administrasi Umum, Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia menjadi narasumber kedua pada kuliah umum kali ini. Pada kesempatan ini pokok pembicaraan yang disampaikan beliau tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan oleh narasumber sebelumnya, hanya saja beliau menambahkan beberapa poin penting yang perlu diketahui dari bencana yang terjadi 4 tahun silam ini. Beliau menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang menyebabkan banyaknya kerugian yang terjadi pada bencana kala itu, diantaranya bencana yang terjadi diluar prediksi, kemudian tsunami yang terjadi merupakan tsunami terdahsyat karena mencapai ketinggan 40 meter, dan hal terakhir adalah masyarakat yang tidak terlalu mudah percaya dengan peringatan dini tentang bencana karena sudah merasa aman dengan tembok penahan tsunami. Ibu Siti Dahsiar juga menjelaskan bahwa dampak terbesar dari bencana itu adalah rusaknya salah satu reaktor nuklir di Fukushima. Kerusakan reaktor nuklir ini memberikan dampak besar pada penduduk di fukushima dan sekitarnya.

-Chentya Endah