Lomba Debat oleh Program Studi Sastra Cina UAI

3 June 2015
2497 Views
Comments are off for this post

Dua hari yang lalu, tepatnya pada hari rabu tanggal 27 Mei 2015 mahasiswa sastra Cina Universitas Al Azhar Indonesia memperoleh juara 2nd Runner Up atau juara ketiga pada lomba debat bahasa Mandarin di Universitas Indonesia pada acara China Education Exhibition yang ke-12. Universitas Al Azhar Indonesia mengirimkan sebanyak 22 peserta dengan 2 speaker utama yaitu Riyana Istiqoma dan Idrus Suardi serta 20 peserta sebagai follower. Pada acara ini wakil perdana menteri China yaitu madam Liu Yandong juga hadir untuk meresmikan acara ini.

Lomba debat bahasa Mandarin ini diikuti oleh Universitas Bina Nusantara, Universitas Trisakti, Universitas Kristen Maranatha serta Universitas Al Azhar Indonesia. Menurut saya pribadi, dalam perlombaan debat ini tidaklah bisa dibilang mudah karena ketiga Universitas ini pesertanya merupakan mayoritas keturunan Tionghoa yang bahasa Mandarin bukanlah bahasa yang asing bagi mereka. Akan tetapi, meskipun kami adalah satu satunya peserta pribumi kami tetap yakin dan mampu berusaha untuk mengimbangi tim lawan.

Materi lomba debat yang kami pilih adalah “Hukuman mati bagi pengedar narkoba” kebetulan Tim Universitas Al Azhar Indonesia mendapat bagian sebagai tim Pro hukuman mati bagi pengedar narkoba melawan tim kontra dari Universitas Trisakti. Sedangkan Universitas Binus sebagai tim kontra dengan tema “Hukuman pemiskinan bagi koruptor” melawan tim Pro dari Universitas Maranatha.

Jurusan Sastra Cina Universitas Al Azhar Indonesia meskipun umurnya masih terbilang muda, akan tetapi kami percaya kami mampu bersaing dengan Universitas lain dan kami yakin kedepannya Sastra Cina UAI selalu menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, karena kita memiliki kemampuan serta pengalaman yang cukup untuk bersaing di dunia luar. Karena kami akan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi UAI khususnya sastra Cina bahwa kami BISA.