Pentingnya Pendaftaran HKI-Paten

30 September 2015
1626 Views
Comments are off for this post

Banyaknya kasus pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Indonesia, mulai dari pembajakan lagu, pemalsuan merek suatu produk, hingga menfotokopi buku membuat setiap penemuan disarankan melakukan permohonan pendaftaran hak paten untuk meminimalisir terjadinya kasus pelanggaran HAKI.

HKI merupakan penghargaan berupa hak ekslusif yang diberikan oleh Negara kepada seseorang atau kelompok orang yang merupakan perlindungan atas penemuan ciptaan di bidang seni, sastra, ilmu pengetahuan, desain, teknologi dan pemakaian simbol atau lambang dagang. Di Indonesia, masalah hak cipta diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta yaitu Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002.

Menurut database Paten DJKI, 19 Agustus 2015, pemohon paten domestik mencapai 281 pemohon berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai 762 pemohon.  Untuk itu, untuk membangun kesadaran pentingnya mengetahui HKI, Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat (LP2M) Universitas Al Azhar Indonesia bersama Sentra HKI mengadakan Seminar Sosialisasi HKI dan Pelatihan Drafting Paten. Seminar yang berlangsung pada Rabu, 30 September 2015 dihadiri oleh Prof. Dyah Iswantini Pradono, M.Sc.Agr, selaku inventor IPB yang telah menerima paten, Dr. Eniya Listiani selaku Direktur Pusat Teknologi Material di BPPT. Sedangkan untuk Pelatihan drafting paten dihadiri oleh Ir. M. Zainudin M. Eng selaku pemerika paten dan Naufal A. Pramana, mahasiswa Teknik Industri UAI, sebagai penerima serifikat hak cipta berupa lagu.

Dalam seminar yang berlangsung di Auditorium Arifin Panigoro UAI, Prof. Dr. Dyah Iswantini Pradono, M.Sc.Agr menjelaskan tujuan dan manfaat sistem HKI salah satunya untuk memberikan perlindungan terhadap kemungkinan ditiru. Selain itu juga untuk mempublikasikan invensi atau ciptaan dalam bentuk dokumen HKI yang terbuka bagi masyarakat. Seminar dan pelatihan yang berlangsung selama dua sesi, dibuka oleh Ketua Sentra HKI, Dr. Fokky Fuad, S.H., M.Hum dan dihadiri oleh para mahasiswa dan beberapa dosen UAI.