Diskusi “Reaktualisasi Pemikiran Bismar Siregar”

7 October 2015
1737 Views
Comments are off for this post

Masih adakah penegak hukum yang bersih di Indonesia? Pertanyaan klise ini sulit ditemukan jawaban dan buktinya. Yang jelas terpampang di mata publik adalah hakim, pengacara atau advokat, panitera, dan jaksa yang ditangkap atau ditahan oleh penegak hukum. Ironis, penegak hukum justru menjadi objek penegakan hukum.Panutan di dunia hukum di Republik ini sepertinya langka. Sudah lama tidak terdengar kisah para pendekar hukum yang kiprah dan kepribadiannya layak dijadikan teladan. Jika kalangan advokat pernah mempunyai sosok Yap Thiam Hien dan kalangan jaksa pernah mempunyai sosok Baharuddin Lopa, maka kalangan hakim pernah mempunyai sosok Bismar Siregar.

Lahir di Sipirok, Sumatera Utara, kiprah Bismar tak terbantahkan lagi begitu dikagumi, tidak hanya oleh kalangan hukum tetapi juga non hukum. Sebagian orang mengenang almarhum sebagai hakim yang bersih dan inovatif, sebagian lagi mengenangnya sebagai hakim yang religius tetapi tetap memiliki pemikiran terbuka. Bismar wafat pada 19 April 2012 di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Meskipun telah tiada, jejak Bismar relatif tetap mudah ditemukan dari sejumlah literatur, baik itu yang dia tulis sendiri maupun ditulis pihak lain, dan testimoni-testimoni positif dari para kerabat, mantan rekan, pengamat, ataupun akademisi.

Dalam rangka mengaktualisasikan pemikiran serta integritas almarhum Bismar Siregar, www.hukumonline.com bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) menggelar acara diskusi dengan tema “Reaktualisasi Pemikiran Bismar Siregar”.  Acara diskusi yang diselenggarakan di Ruang Niaga, UAI bertema “Reaktualisasi Pemikiran Bismar Siregar” menghadirkan tiga pembicara yakni Dr Agus Surono, SH, MH (Dekan FH UAI), Muhammad Yasin, SH, MH (Redaktur Senior Hukumonline), dan Kemalsjah Siregar, SH, MH (Advokat, Keluarga Almarhum Bismar Siregar).

Dalam kesempatan ini, Muhammad Yasin, SH, MH memberikan penjelasan singkat untuk menjawab pertanyaan dasar “Kenapa harus Bismar Siregar?”. Bismar Siregar dianggap layak diposisikan sebagai role model di dunia hukum. Secara tidak langsung akan mengarah pada sejumlah putusan fenomenal yang pernah dibuat Bismar Siregar kala menjadi hakim. Putusan-putusan tersebut juga dapat menggambarkan kepribadian Bismar Siregar.

Dr. Agus Surono pun memaparkan sumbangsih almarhum Bismar Siregar untuk dunia pendidikan, khusus pendidikan hukum. Menurutnya, Bismar Siregar merupakan sosok yang memiliki integritas dan sebagian orang pun mengakuinya.

Begitupun dengan Kemalsjah Siregar, SH sebagai anak laki-laki tertua juga berbagi dengan audiens seputar nilai-nilai positif yang semasa hidunya dipegang teguh oleh almarhum Bismar Siregar yang mempengaruhi kehidupan profesinya saat ini sebagai advokat. Diskusi yang berlangsung selama dua jam, dihadiri oleh beberapa pengurus hukum online, rekan dan kerabat Bismar Siregar, perwakilan lembaga bantuan hukum, mahasiswa dan beberapa dosen UAI.