Kuliah Umum PT Yakult Indonesia Persada

27 November 2015
1666 Views
Comments are off for this post

Pada hari Jumat, tanggal 27 November 2015, Pusat Studi Jepang UAI dan Program Studi Sastra Jepang menyelengarakan kuliah umum dengan narasumber Wakil Direktur PT. Yakult Indonesia Persada, Bapak Kawada Hiroyuki.

Pada kuliah umum kali ini Bapak Kawada Hiroyuki menjelaskan sejarah PT Yakult, Kondisi penjualan Yakult di Indonesia dan Dunia serta cara penjualan Yakult.

Yakult diprakasai oleh ahli mikrobiologi Dr. Minoru Shirota. Dr.  Minoru Shirota berhasil mengkulturkan bakteri baik dan berguna yang dinamakan L.casei Shirota strain. Dengan meminum Yakult maka bakteri ini akan masuk ke dalam usus dan menjaga kesehatan usus kita.

Di Indonesia sendiri, penjualan Yakult sebanyak 4.280.000 Yakult perhari. Pabrik Yakult ada dua,  yaitu di Mojokerto dan Sukabumi.  Banyak pengunjung yang datang ke pabrik Yakult, tahun ini mungkin akan mencapai 100 ribu orang untuk melihat proses produksi Yakult.

Keunikan Yakult dengan perusahaan minuman lainnya adalah, Yakult mempunyai cara suply produknya sendiri dengan menggunakan truk khusus sehingga suhu nya tetap di bawah 10 derajat, dan kesegaran Yakult tetap terjaga.

Yakult sekarang mempunyai cabang 62 di seluruh Indonesia dengan pusat di pulau Jawa. Untuk ke depan Yakult berencana mengembangkan sampai ke Papua.

Sistem penjualan Yakult:

  1. Home delivery System (YAKULT lady). Sales wanita yg mengantarkan Yakult langsung ke rumah-rumah. Di Jepang sendiri yang menjual ke rumah-rumahawalnya laki-laki akan tetapi berubah. Karena biasanya pelanggan yang berhadapan lansung adalah ibu rumah tangga, oleh karenanya diganti dengan wanita agar lebih mudah diterima. Di Indonesia sekarang ada 6300 Yakult lady.Yakult Lady berlatih menjelaskan dengan menggunakan roleplay.
  2. Direct Sales. Produk Yakult langsung di bawa ke toko dengan menggunakan truk khusus. Sekarang di Indonesia terdapat 132000 yang di suply Yakult.

Penjualan Yakult sendiri terus meningkat. PT Yakult ingin membuat orang di seluruh dunia sehat, dan untuk yang di Jual di negara-negara Islam sudah mendapat sertifikat halal.

Di akhir kuliah umumnya bapak Kawada mengatakan:

  1. Cintai ususmu. Mencintai usus adalah cara baru untuk peduli terhadap diri sendiri.
  2. Usus adalah organ tubuh yang paling penting agar tubuh menjadi bugar, kuat dan segar.
  3. Jika usus kita baik maka kita pun akan bisa hidup dengan baik pula.

Kuliah umum kali dihadiri 80 orang mahasiswa baik dari Program Studi Sastra Jepang UAI, dan beberapa prodi lainnya. Pada sesi tanya jawab banyak pertanyaan yang menarik dari beberapa mahasiswa.