‘Chanoyu’, Upacara Minum Teh Ala Jepang

17 December 2015
1589 Views
Comments are off for this post

Untuk memperdalam pemahaman tentang Budaya Jepang, pada hari Kamis, 17 Desember 2015, Program Studi Sastra Jepang UAI diadakan demonstrasi Upacara Minum Teh Jepang (Chanoyu).

Pada awal acara, dua orang mahasiswa Program Studi Sastra Jepang UAI menjelaskan hal-hal yang terkait dengan upacara minum teh, termasuk sejarah, tata krama ketika upacara, dan alat-alat yang dipergunakan pada saat upacara. Menurut penjelasan, Chanoyu secara harafiah memiliki arti “Air panas untuk teh”. Chanoyu juga disebut dengan chadou yang memiliki arti “Jalan teh”. Chanoyu dapat diartikan sebagai upacara minum teh. Ritual chanoyu itu sendiri disebut dengan istilah temae.

Chanoyu dilkembangkan di Jepang oleh Sen no Rikyu (1522-1591). Beliau mengembangkan tatacara teh atau wabicha yang merefleksikan kesederhanaan dan ketenangan.

Prinsip-prinsip Chanoyu adalah:

  • wa-kei-sei-jaku
  • Wa yaitu harmon
  • Kei yaitu respect
  • Sei yaitu purity
  • Jaku yaitu ketenangan
  • Wabi dan sabi
  • Ichigo-ichie

Setelah penjelasan,  Ibu Tanakura Mari yang Program Studi Jepang undang sebagai volentir, mendemonstrasikan Upacara Minum Teh. Jenis chanoyu yang didemonstrasikan oleh ibu Tanakura adalah jenis bonryakudemae yang merupakan jenis upacara minum teh yang tidak memakan waktu lama. Setelah demonstrasi 4 orang mahasiswa diminta untuk mencoba membuat teh dan menjadi tamu yang meminum teh. Acara terakhir adalah tanya jawab. Di antara pertanyaan yang dikeluarkan mahasiswa adalah tentang  kegiatan mengelap alat-alat upacara, waktu pelaksanaan upacara, dll.