Program Magister UAI Mengadakan Diskusi Buku “Penyadapan VS Privasi”

22 December 2015
1349 Views
Comments are off for this post

Jakarta- Program Studi Ilmu Hukum Program Magister UAI pada 22 Desember 2015 mengadakan Diskusi Buku yg berjudul Penyadapan VS Privasi karya Dr. Reda Manthovani, dengan nara sumber Dr. Suparji SH MH, (Kepala Program Studi Ilmu Hukum Program Magister), Dr. Wijaya Kusuma (Praktisi Hukum), Andi Anggana (Wartawan Gatra).

Penyadapan merupakan tindakan yang melanggar zona privasi, tindakan yang dilarang, memiliki karakter yang khusus dan berbeda dengan upaya paksa lainnya karena dilakukan dengan cara rahasia, tidak terlihat, dan tidak terasa. Terkadang, penyadapan juga dapat disalahgunakan dan melanggar HAM. Penyadapan dipandang sebagai tindakan yang mengurangi privasi, tetapi tetap dipergunakan oleh aparat penegak hukum di mana pun di dunia ini sebagai salah satu instrumen upaya paksa dengan pertimbangan adanya kebutuhan untuk penegakan hukum. Hal ini dimungkinkan karena hak privasi masih termasuk derogable rights sehingga masih dapat dibatasi sepanjang pembatasan tersebut dilakukan berdasarkan undang-undang.

Penyadapan yang diatur dalam sistem hukum Indonesia baru sebatas pemberian wewenang (legality) kepada aparat untuk penegakan hukum (legitimate aim), belum menerapkan prinsip proportionality dan necessity. Prinsip admisibility dan due process of law pun belum sepenuhnya diadopsi dalam hukum acara pidana Indonesia sehingga hakim belum banyak berperan dalam menentukan keabsahan alat bukti yang diperoleh dari penyadapan. Karenanya, alat bukti yang diperoleh dengan melanggar hak asasi manusia pun masih dapat diakui sebagai alat bukti yang sah dan digunakan sebagai pertimbangan hakim dalam putusannya.

Melalui acara ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada mahasiswa terhadap kasus penyadapan, seperti kasus “papa minta saham” ditinjau dari sudut pandang buku tersebut.