Universitas Al Azhar Indonesia mengadakan Sosialisasi dan Workshop Implementasi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)

5 March 2016
1136 Views
Comments are off for this post

Salah satu bentuk penigkatan dalam kualitas pendidikannya, Universitas Al Azhar Indonesia mengharapkan mahasiswa/i dapat mengasah kemampuannya tidak hanya di bidang akademik saja, tapi juga harus terlibat dalam kegiatan pendukung akademik lain seperti seminar, pelatihan, toefl, kompetisi berbagai bidang, prestasi, kompetensi, ekstrakulikuler dan lain sebagainya untuk memberikan nilai tambah ketika lulus.

Langkah menuju pencapaian tersebut  Universitas Al Azhar Indonesisa, pada tanggal 3 Maret 2016 membuat  acara “Sosialisasi dan Workshop Implementasi SKPI Dalam Perguruan Tinggi”. Acara ini diisi oleh Narasumber Ibu Yanti , S.Kom., MM (Academic Resource Center (ARC) Manager Binus University dan Ibu Megawati Santoso, Ph.D  (Vice Chair of ASEAN Qualification Reference Framework).  Turut hadir dalam acara ini Wakil Rektor II UAI Bapak Dr. Ir. Ade Jamal, Dekan, Ketua Program Studi, maupun dosen-dosen UAI.

Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) atau Diploma Supplement adalah surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi, berisi informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinngi tergelar. Kualifikasi lulusan diuraikan dalam bentuk narasi deskriptif yang menyatakan capaian pembelajaran lulusan pada jenjang KKNIyang relevan, dalam suatu format standar yang mudah dipahami oleh masyarakat umum. SKPI bukan pengganti dari ijazah dan bukan transkip akademik. SKPI juga bukan merupakan media secara otomatis memastikan pemegangnya mendapatkan pengakuan

Manfaat SKPI untk Lulusan

  • Merupakan dokumen tambahan yang menyatakan kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, dan sikap /moral seorang lulusan yang lebih mudah dimengerti oleh pihak pengguna di dalam maupun luar negeri dibandingkan dengan membaca transkrip
  • Merupakan penjelasan yang obyektif dari prestasi dan kompetensi pemegangnya
  • Meningkatkan kelayakan kerja (employability) terlepas dari kekakuan dan jenjang program studi.