Peresmian Pustaka Kebudayaan Tiongkok di Universitas Al Azhar Indonesia

27 September 2016
773 Views
Comments are off for this post

Jakarta-Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) atas arahan dan bimbingan Dirjen Dikti tahun 2010, Prof. Dr. Fasli Jalal, dan dibawah kepemimpinan Rektor UAI pertama, Almarhum Prof. Dr. Zuhal, M. Sc. E.E. telah menjalin hubungan yang baik dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (HANBAN), RRT. Salah satu bentuk kerjasama ini ditandai dengan ditunjuknya UAI menjadi salah satu dari enam Pusat Bahasa Mandarin (PBM) yang ada di Indonesia. Dalam pengelolaan PBM tersebut, UAI bekerjasama denga Fujian Normal University (FNU) China. Pada tahun 2015, PBM UAI masuk salah satu PBM terbaik di dunia dengan segenap aktifitas dan kegiatannya karena dinilai mampu oleh HANBAN menjalankan dan mengembangkan kegiatannya dengan berbagai kalangan termasuk institusi pendidikan, kantor pemerintahan, kepolisian, dunia usaha dan berbagai komunitas lainnya yang ada di Indonesia. Kelanjutan dari kepercayaan tersebut, pada bulan September 2016 ini, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Jakarta kembali memberi kepercayaan kepada UAI dengan menjembatani bantuan dari State Council of Information of China berupa pembukaan Pustaka Kebudayaan Tiongkok di UAI, berupa buku-buku, komputer dan fasilitas lainnya yang ditempatkan di Perpustakaan UAI. Diharapkan Pustaka Kebudayaan Tiongkok tersebut menjadi referensi yang selektif mengenai sumber pembelajaran serta pengembangan Bahasa dan Budaya dan kemajuan Indonesia dan Tiongkok ke depan serta referensi perkembangan masyarakat Muslim Indonesia dan Tiongkok dan sebaliknya menjadi referensi untuk mengetahui perkembangan masyarakat Muslim di Tiongkok.

Pada hari Selasa, tanggal 27 September 2016 ini, tepatnya jam 15.00-17.00 WIB, Pustaka Kebudayaan Tiongkok di Universitas Al Azhar Indonesia, akan diresmikan penggunaannya dan selanjutnya akan dibuka untuk umum. Sesuai  rencana, peresmian insya Allah akan dilakukan oleh Bapak Dadang Suhendar, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Kemendikbud RI). Turut hadir dalam peresmian Pustaka Kebudayaan Tiongkok di Universitas Al Azhar Indonesia ini adalah: Wakil Menteri State Council of Information of China dan rombongan, Duta Besar RRT untuk Indonesia, Bapak Bondan Gunawan, Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesi-Tionghoa, Pengurus Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar, Rektorat Universitas Al Azhar Indonesia, pejabat terkait di dua kementerian, China dan Indonesia serta beberapa penguasaha yang peduli kepada pendidikan Bahasa dan budaya China, disamping undangan lainnya yang berasal dari perwakilan universitas yang memiliki program studi Bahasa Mandarin di Jakarta, perwakillan perpustakaan yang ada di Jakarta, para guru dan dosen pengajar Bahasa China dan Civitas Akademika Universitas Al Azhar Indonesia.

Pembukaan Pustaka Kebudayaan Tiongkok di Universitas Al Azhar Indonesia ini, tidak terlepas dari bentuk kepedulian bersama seluruh pihak yang mendukung terlaksananya proses pembelajaran Bahasa dan Budaya China di perguruan tinggi Indonesia, khususnya di Universitas Al Azhar Indonesia. Terutama sekali dukungan dari pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kemenristek DIKTI RI, Kedutaan Besar Repblik Rakyat Tiongkok di Jakarta, State Council of Information of China, Organisasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok dibawah kepengurusan Bpk. Bondan Gunawan dan Pengurus lainnya, Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar yang merupakan orang tua dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) dan pihak lainnya yang sangat peduli dengan UAI.

Diharapkan keberadaan Pustaka Kebudayaan Tiongkok di Universitas Al Azhar Indonesia ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat dan akan dibuka untuk umum, khususnya mahasiswa dan para peneliti lainnya sebagai tempat mencari rujukan untuk lebih mengetahui tentang China, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan, bahasa, budaya, dan keilmuan lainnya. Kedepannya ada komitmen dari Universitas Al Azhar Indonesia untuk menjadikan Pustaka Kebudayaan Tiongkok ini sebagai tempat bagi peneliti mencari rujukan dalam berbagai disiplin ilmu, dan akan memperkaya literature yang ada dengan reverensi tentang Islam di China dan di Indonesia dari aspek Bahasa dan Budaya.