Seminar Plagiarisme dalam Etika dan Hukum serta Deseminasi Penelitian Berupa Kekayaan Intelektual

25 October 2016
265 Views
Comments are off for this post

Jakarta- Plagiarisme bukanlah hal baru bagi dunia pendidikan. Tidak hanya mahasiswa yang sering dianggap menjadi pelaku plagiarisme, nyatanya dosen atau bahkan tokoh-tokoh akademisi yang memiliki gelar seperti doktor atau profesor tidak luput dari momok yang memalukan ini. Sebagai seorang akademisi, kejujuran merupakan sebuah landasan agar tidak terperangkap ke dalam plagiarisme.

Berangkat dari kesadaraan akan pentingnya isu plagiarisme di perguruan tinggi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia (LP2M  UAI) mengadakan seminar dengan menghadirkan narasumber Bapak Dr. Sabartua Tampubolon S.H., M.H (Badan Ekonomi Kreatif, Kementrian Pariwisata) dan Bapak Dr. Agus Surono, S.H., M.H. (Dekan Fakultas Hukum UAI), seminar dengan tema Plagiarisme dalam Etika dan Hukum serta Deseminasi Penelitian Berupa Kekayaan Intelektual (KI) dilaksanakan pada hari Selasa 25 Oktober 2016.

Dalam seminar tersebut Bapak Sabartua Tampubolon menjelaskan terkait contoh-contoh kasus plagiarism yang seringkali ia temukan dan dilakukan oleh orang-orang yang seharusnya memiliki kompetensi yang tinggi dan tidak seharusnya melakukan tindakan plagiarism tersebut. Bapak Agus juga menjelaskan dalam membuat suatu karya ilmiah penulis harus menyebutkan atau menuliskan sumbernya dan harus jujur dalam menulis karya ilmiahnya.

Diharapkan dalam seminar ini dapat membuat tingkat kesadaran para generasi muda semakin meningkat dan menambah ilmu pengetahuan terkait plagiarisme serta menghidari dari perbuatan tercela dalam ilmu pengetahuan.