Libretto Sangkuriang-Rascacielos Choir

27 October 2016
270 Views
Comments are off for this post

Setelah konser terakhir yang dilaksanakan di tahun 2015 berjudull ‘La Voz de La Noche – Voice Of The Night, kelompok paduan suara Universitas Al Azhar Indonesia, Rascacielos Choir, akan menampilkan sebuah pertunjukan libretto yang didalamnya terdapat penggarapan karya sastra, karakter peran, choral musik, dan koreografi. Ramuan seni pertunjukan ini akan disajikan dengan apik dalam setiap dialog yang dinyanyikan oleh semua pelakonnya.

Libretto Sangkuriang ini akan dipentaskan pada Sabtu, 22 Oktober 2016 di Teater Kecil (TIM) Taman Ismail Marzuki, Cikini Jakarta. Rascacielos Choir yang biasa disebut ‘Rascho’ akan menampilkan dua kali pertunjukkan Libretto yang sama pada sore dan malam hari.

Dengan latar belakang cerita rakyat dari Tatar Sunda, Drama musikal yang akan ditampilkan dalam rangka 10 tahun Rascacielos Choir adalah buah karya dari Maestro sastra Indonesia Utuy Tatang Sontani, yang disutradarai oleh Wahyudi Abdul Aziz dengan Dessy Sophianty sebagai Music Director.

Libretto Sangkuriang mengisahkan sebuah legenda fenomenal Gunung Tangkuban Perahu.  Konon seorang pemuda bernama Sangkuriang membuat sebuah perahu dan membendung telaga untuk memenuhi permintaan yang diajukan oleh ibunya sebagai syarat mutlak perkawinan. Namun sang ibu yang menyayangi anaknya tidak terang-terangan menolak pinangan anak kandungnya tersebut dan berusaha menggagalkan maksud anaknya dengan membuat fajar datang lebih cepat.

Karakter peran-peran yang ada di dalamnya, benar-benar diseleksi dari seluruh alumni dan mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia, berdasarkan kemampuan yang mereka miliki. Peran utama yaitu tokoh Sangkuriang diperankan oleh Zaya Fadhlillah dan peran Dayang Sumbi diperankan oleh Rencyta Trias Putri.

Selamat mengapresiasi. Maju terus drama musikal, maju terus seni dan budaya Indonesia.