Bedah Kasus Penodaan Agama “Layakkah Ahok Dipenjara”

11 November 2016
361 Views
Comments are off for this post

 

Dunia akademik memiliki kewajiban moral untuk memberikan kontribusi pada masyarakat terkait persoala-persoalan yang sedang dihadapi. Saat ini masyarakat Indonesia sedang diuji oleh peristiwa yang memicu kegaduhan masyarakat yaitu pernyataan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kabupaten Kepulauan seribu pada hari Selasa, 27 September 2016.  Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan Pendapat dan Sikap Keagamaan terkait pernyataan Gubernur tersebut yang pada intinya bahwa menyatakan bahwa kandungan surat al-Maidah ayat 51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Al-Quran dan menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surat al-Maidah ayat 51 tentang larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam.

Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia bekerjasama dengan Tim Advokasi GNPF-MUI akan mengadakan diskusi Bedah Kasus Penodaan Agama, Layakkah Ahok di Penjara??? Dengan pembicara dari Fakultas Hukum DR. Agus Surono SH, MH dan DR. Yusup Hidayat S.Ag. MH. dan dari Tim Advokasi GNPF-MUI DR. H. Abdul Choir Ramadhan SH MH   serta ahli bahasa DR. Andika Dutha Buchari, SPd. M.Hum. pada hari jum’at 11 November 2016 ba’da sholat Jum’at.

Diskusi ini bertujuan untuk membedah persoalan tersebut dari presfektif hukum maupun bahasa. Diharapkan dari diskusi tersebut didapatkan pandangan yang lebih jelas secara akademik  terkait dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.