Seminar Perspektif Jakarta “ETIKA DALAM MEDIA SOSIAL: Kampanye, Media Sosial, dan Hoax”

17 March 2017
1091 Views
Comments are off for this post

Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Azhar Indonesia (BEM FISIP UAI) mengadakan acara Seminar Perspektif Jakarta “ Etika Dalam Media Sosial: Kampanye, Media Sosial, dan Hoax”.  Acara yang berlangsung pada hari  Kamis, Maret 2017 bertempat di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al Azhar Indonesia. Sebuah acara yang berjalan atas kerja sama antara BEM FISIP UAI dengan Populi Center dengan tujuan memberikan informasi kepada mahasiswa betapa pentingnya beretika dalam media sosial khususnya penyebaran berita di media sosial.

Acara seminar dengan pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya, antara lain Usep Saepul Ahyar (Director Of POPULI Center), Ryan Ariesta (Head Of Analyst Political Wave) dan Damar Juniarto (Regional Coordinator SAFEnet & Founder Forum Demokrasi Digital). Berjalannya seminar dimoderatori oleh Dr. Irwa R. Zakarsi yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi UAI. Acara ini turut dihadiri Wakil Rektor II, Dr. Ir. Ade Jamal, Dekan FISIP, Dr. Damayanti Wardyaningrum, S.E., M.Si. Dalam seminar tersebut membahas mengenai berita bohong (hoax) di media sosial yang kini semakin marak seiring perkembangan internet yang semakin canggih dan tumbuh pesatnya pengguna media sosial. Bahkan terkadang dalam pemilihan pemimpin suatu daerah banyaknya penyebaran berita hoax di media sosial yang diistilahkan dengan kampanye hitam. Namun, seperti yang diutarakan oleh Bapak Usep “tidak selalu perang media sosial mempengaruhi pemilih untuk memilih pasangan calon”. Dengan demikian, tersebarnya berita Hoax akan tidak berpengaruh jika pemillih berpikir rasional dalam menyikapi segala pemberitaan yang diterima.

Lalu, Apa penyebabnya berita hoax tersebar luas di media sosial?

Tertipu oleh berita bohong dapat disebabkan kurangnya literasi atau minat baca penerima pesan dan terlalu cepat menyimpulkan pesan yang diterima. Selain itu, tesebarnya berita hoax karena sikap reaktif pengguna media sosial, ketidaktahuan berita itu adalah hoax, malas mencari tau berita yang sebenarnya, perilaku iseng dan jahil, sengaja memperkukuh suasana, dan dari media online yang kini sudah banyak tidak kredibilitas dengan menyebarkan berita hoax.

Bagaimana kita dapat mengetahui pesan itu hoax atau fakta?

Beberapa cara dapat kita lakukan untuk memastikan pesan yang diterima tersebut bohong atau fakta. Hal yang pertama adalah identifikasi terlebih dahulu pesan atau berita tersebut. Kemudian hati-hati dengan judul yang provokatif. Cermati alamat situs yang dijadikan sumber, apakah sudah kredibel atau belum dan kenali foto-foto yang berada di berita tersebut benar-benar foto asli atau hanya sebuah editan.

Pembahasan mengenai media sosial dan hoax dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari. Hal tersebutlah yang memicu keingin tahuan mahasiswa yang hadir dalam seminar tersebut untuk bertanya lebih lanjut kepada narasumber dalam sesi tanya jawab yang tersedia. Sebelum ditutupnya acara seminar, dilakukan kegiatan foto bersama dengan para narasumber. Acara seminar yang diselenggarakan ini diharapkan kepada semua pengguna media sosial lebih berhati-hati dalam keputusannya untuk menyebarkan sebuah pesan atau berita dengan mengidentifikasi pemberitaan itu hoax atau fakta. “Jangan membuat diri kita tampak bodoh dengan menyebarkan berita hoax” kata Ryan Ariesta. (Sri Rejeki)