Perwakilan Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia Menghadiri Acara The 2nd Asian-African Youth Festival

10 October 2017
304 Views
Comments are off for this post

Pada tanggal 23-27 September 2017 Ratih Nurfitri (Mahasiswa Prodi Sastra China), Azzahra Putri Islami (Mahasiswa Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam), Muhammad Wicaksono (Mahasiswa Prodi Ilmu Hubungan Internasional), dan satu dosen Universitas Al-Azhar Indonesia Ibu Dr. Tri Budianingsih, SS, M.Pd menghadiri acara The 2nd Asian-African Youth Festival, di Beijing dan Xi’an-China. Acara yang diadakan oleh All-China Youth Federation ini, bertujuan untuk mengingatkan kepada pemuda di Asia-Afrika mengenai Konferensi Asia-Afrika yang diadakan di Indonesia, Bandung, tahun 1955 silam, sekaligus mengingatkan para pemuda di Asia-Afrika mengenai hubungan baik yang terjalin antar negara, dan berharap semoga para pemuda dari Asia-Afrika ini dapat meneruskan hubungan baik tersebut di masa mendatang.

Acara ini diikuti oleh 400 pemuda dari 20 negara di Asia dan 20 negara di Afrika. Delegasi dari Indonesia berjumlah 10 orang, selain dari Universitas Al Azhar Indonesia, juga ada perwakilan dari Staf Kementrian Luar Negeri Indonesia (2 orang), perwakilan dari Staf Kementrian Pariwisata Indonesia (1 orang), perwakilan dari perusahaan (1 orang), perwakilan wartawan dari koran Rakyat Merdeka (1 orang) dan perwakilan dari Universitas swasta lain (1 orang).

Pada hari pertama, tanggal 24 September 2017, semua peserta yang mengikuti acara ini diajak mengunjungi Tembok Besar China, melalui gerbang Juyongguan yang dikenal Badaling, yang terletak di pegunungan Badalin, China. Setelah satu jam berlalu, seluruh peserta berkumpul dan bertolak ke Crab Island untuk menghadiri seminar “The Belt and Road Initiative”.

Seminar “The Belt and Road Initiative” mengenai pengenalan gagasan “One Belt One Road” serta pengaruhnya dalam pembangunan global, khususnya bagi kawasan Asia dan Afrika. Tidak hanya bagi China, negara Asia-Afrika yang dilalui kebijakan “One Belt One Road” juga akan merasakan dapak positif dari kebijakan tersebut, misalnya pengembangan ekonomi, peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan jumlah turis yang berkunjung, serta pengembangan bidang sains dan teknologi.

Pada hari kedua kami sudah berada di Xi’an tepatnya di hotel Shaanxi. Pada pukul 09:30 di gedung Great Hall of Shaanxi Hotel mulai Opening Ceremony karena pada tahun ini Xi’an terpilih menjadi tuan rumah. Pembukaan Ceremonial diawali dengan sambutan-sambutan dan welcoming speech dari setiap perwakilan Asian-African Youth Festival.

Pukul 13:00 kegiatan selanjutnya yaitu Visit the Museum of Terra Cotta Army dimana perjalan dari hotel menuju tempat tujuan sekitar satu setengah jam. Sedikit penjelasan tentang Tentara Terracotta (patung Cina yang disederhanakan: patung Terracotta) adalah kumpulan patung terakota yang menggambarkan tentara Qin Shi Huang, Kaisar Cina yang pertama. seni pemakaman dikubur bersama kaisar pada tahun 210-209 SM dan tujuannya adalah untuk melindungi kaisar di akhiratnya. Angka-angka tersebut, yang berasal dari akhir abad ketiga SM, ditemukan pada tahun 1974 oleh petani lokal di Distrik Lintong, Xi’an, provinsi Shaanxi. Diperkirakan pada tahun 2007, tiga lubang yang berisi Angkatan Darat Terakota menampung lebih dari 8.000 tentara, 130 kereta dengan 520 kuda dan 150 kuda kavaleri, yang sebagian besar dikubur di dalam lubang di dekat Qin Shi Huang’s mausoleum. Tokoh non-militer terakota lainnya ditemukan di lubang lain, termasuk negara bagian, akrobat, orang kuat dan pemusik.

Hari terakhir acara 2nd Asian-African Youth Festival. Pada pukul 09.00 berkunjung ke beberapa tempat. Sebelumnya dibagi menjadi 12 kelompok yang setiap kelompoknya diisi oleh 3-4 negara. Setiap kelompok mengunjungi tempat yang berbeda. Kelompok 9 yang terdiri dari Indonesia, Niger, dan Pakistan berkesempatan mengunjungi Xian University of Architecture and Technology (XUAT) dan Xian Hi-Tech Industries Development Zone.

Dalam kunjungan ke XUAT, terlebih dahulu mengunjungi museum universitas tersebut. Hal pertama yang membuat takjub adalah adanya museum di sebuah Universitas. Di Museum XUAT, terdapat foto-foto bersejarah seperti foto ketika pembangunan universitas tersebut pertama kali dilakukan, foto ketika orang-orang penting kenegaraan mengunjungi universitas tersebut, ada pula foto-foto lulusan pertama di XUAT. Tidak hanya foto, mereka juga mengabadikan hasil karya mahasiswanya di museum tersebut. Museum ini juga menyediakan tempat untuk memajang hasil karya mahasiswanya khususnya di bidang teknologi yang diperkirakan akan dipergunakan di masa yang akan datang, dan masih banyak lagi.

Tidak jauh dari tempat sebelumnya, kurang lebih selama 1 jam perjalanan, akhirnya tiba di Xian Hi-Tech Industries Development Zone. Tempatnya berada di kawasan perkantoran. Ditempat ini dapat dilihat ada banyak contoh-contoh teknologi yang akan dikembangkan oleh China dan juga perencanaan teknologi di China di masa yang akan datang.

Tibalah saatnya malam puncak acara, yaitu Gala Party. Pada pukul 18.30 menuju Xian Conservatory of Music untuk menghadiri Gala Party. Sesampainya disana, ada 14 penampilan antara lain dari China, Kazakhstan, Ghana, Nepal, Sri Lanka, dan Niger. Acara Gala Party pun diakhiri dengan menyanyikan lagu ‘You and Me’ oleh semua hadirin. Di Penghujung Acara, para Panitia menyiapkan surprise party bagi setiap orang yang berulang tahun di hari itu dan merayakan ulang tahun Bersama seluruh peserta 2nd Asian-African Youth Festival.