• Silaturahmi dan Iftar Pimpinan dan Civitas UAI di Kediaman Prof. Dr. Bacharuddin Jusuf Habibie

    20 June 2017
    631 Views
    Comments are off for this post

    Minggu 18 Juni 2017, Universitas Al Azhar Indonesia mengadakan acara buka puasa bersama dengan Presiden ke 3 Indonesia yaitu Bacharuddin Jusuf Habibie. Acara ini meliputi beberapa agenda yaitu arahan dari Bapak Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, Dr. Ir. Ahmad H. Lubis, M.Sc., ceramah yang disampaikan oleh Bapak Muhammad Rofiq Thoyyib Lubis selaku Direktur dari Wakaf Al Azhar, solat teraweh bersama, serta ditutup dengan arahan dari Bapak BJ Habibie,

    Acara buka bersama ini diadakan di kediaman Bapak Bj Habibie yang dihadiri oleh semua petinggi Universitas Al Azhar Indonesia beserta jajarannya dan perwakilan dari Yayasan Pesantren Islam Al Azhar. Setelah sholat teraweh bersama, dilanjutkan arahan yang diberikan oleh Bapak BJ Habibie mengenai keunggulan yang dimiliki oleh Universitas Al Azhar Indonesia. Keunggulan tersebut ialah memiliki perpaduan dalam bidang Imtak dan Iptek. Harapan BJ Habibie ialah Universitas Al Azhar Indonesia dapat melahirkan alumni yang unggul.

    Continue Reading
  • Pelantikan satuan mahasiswa aliansi relawan perguruan tinggi anti penyalahgunaan narkoba Universitas Al Azhar Indonesia (Satma Artipena UAI)

    20 June 2017
    238 Views
    Comments are off for this post

    Satuan Mahasiswa  Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba Universitas Al Azhar Indonesia atau disingkat Satma Artipena UAI resmi dilantik sebagai penggiat anti narkoba di lingkungan kampus Universitas Al Azhar Indonesia  oleh Rektor Universitas Al Azhar Indonesia  Dr. Ir. Ahmad H. Lubis, M.Sc. (Jum’at  09/06/2017)

    Acara pelantikan sekaligus buka puasa bersama ini berlangsung di ruang Auditorium Arifin Panigoro Universitas Al Azhar Indonesia , komplek masjid Agung Al Azhar Jalan Sisingamangaraja Kebayoran Baru Jakarta Selatan,

    Lahirnya Satma Artipena UAI , merupakan bentuk kepedulian Mahasiswa UAI dalam menciptakan generasi Indonesia berprestasi  tanpa narkoba dan langkah nyata  untuk mewujudkan visi “Kampus Bersih Narkoba ”,  selain itu hal ini juga dimaksudkan agar mahasiwa selain pandai berorganisasi , mereka juga diharapkan  mempunyai tanggung jawab moral untuk peduli kepada lingkungan kampus dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

    Dalam Program kerjanya  yang disampaikan oleh Alfian Mahardika (Mahasiswa Fakultas Hukum 2015) pada acara ini, Satma Artipena UAI akan bekerja sama dengan Biro Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir UAI , LP2M UAI dan juga pihak ekternal seperti  DPP Artipena, Kopertis Wilayah 3 dan juga beberapa perguruan tinggi yang tergabung di bawah Artipena untuk melakukan kegiatan-kegiatan P4GN ( Pencegahan Pemberantasan Penyalah Gunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar  dalam bentuk kegiatan sosialisasi/edukasi, peneltian dan pengabdian masyarakat.

    Hadir pada kesempatan ini dan sekaligus memberikan sambutan ibu Dr. Nita Norika, MS. (wakil rektor III UAI ) , kepala P3EK Bapak Dr. Ir. Suheimi Nurusman dan  undangan lain ( dosen,karyawan  dan mahasiswa yang tergabung dari organisasi mahasiswa (ormawa)  Universitas Al Azhar Indonesia).

    Acara ini di akhiri dengan sessi penyampaian materi P4GN yang disampaikan oleh KBP Dr. Sulastiana,S.I.P.,S.H.,M.Si. dengan judul “Tindak Kejahatan Transnasional Crime Khusus Tindak Pidana Narkotika”

    Diharapkan dengan kegiatan ini Mahasiswa bisa mendapat bekalan-bekalan  sebagai penggiat anti narkoba di lingkungan kampus UAI dan bisa lebih  bersemangat lagi dalam melaksanakan tugas ini dengan baik sesuai dengan rasa keterpanggilan dan kepedulian  akan generasi bangsa.

    Akhirnya kami atas nama sivitas akdemika Universitas Al Azhar Indonesia mengucapkan selamat bekerja kepada  Satma Artipena UAI,

    Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan kepada kita semua dalam menjalankan kebaikan ini. Aamiin Ya Rabbal Alamiin. . (Muhammad Rusdi)

    Continue Reading
  • Kuliah Umum Peran Aktif The Japan International Cooperation Agency (JICA) pada Pembangunan Indonesia

    12 June 2017
    1053 Views
    Comments are off for this post

     

    Pada tanggal 9 Juni 2017 (Jumat) Program Studi Sastra Jepang, bekerjasama dengan Universitas Al Azhar Indonesia menyelenggarakan kuliah umum dengan narasumber representative The Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia, Mr. OMIYA Kota.

    Kuliah umum ini bertema “Peran Aktif  The Japan International Cooperation Agency (JICA) pada Pembangunan Indonesia” . Sesuai dengan tema, Mr. OMIYA Kota menjelaskan peran aktif JICA, diberbagai bidang, diantaranya bidang infrastruktur pengembangan sumber daya manusia, penanggulangan bencana alam, dll. Di bidang infrastruktur, JICA memberikan bantuan dalam pembangunan MRT di Jakarta, pembangkit tenaga listrik, pelabuhan, dll. Sedangkan dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, JICA mengirimkan tenaga ahli ke Indonesia untuk penegmbangan teknologi, dll.

    Pada sesi tanya jawab, mahasiswa Prodi Sastra Jepang UAI bertanya mengenai, perkembangan pembangunan Indonesia dibandingkan negara lain, dampak pembangunan, dan peluang karir lulusan Sastra Jepang di JICA. Kuliah umum yang dihadiri oleh 70 orang mahasiswa Program Studi Sastra Jepang ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa Program Studi Sastra Jepang Universitas Al Azhar Indonesia mengenai kerjasama Indonesia dan Jepang, dan memotivasi mahasiswa Program Studi Sastra Jepang untuk lebih mendalami bahasa dan budaya Jepang.

    Continue Reading
  • UNESCO Asia Pasifik Tawarkan Kerjasama dengan Universitas Al Azhar Indonesia

    29 May 2017
    1151 Views
    Comments are off for this post

    Kantor Asia Pasifik Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO) yang berlokasi di Jakarta menawarkan peluang kerjasama kepada Universitas Al Azhar Indonesia (UAI). Hal ini disampaikan Direktur UNESCO Jakarta Office, Profesor Shahbaz Khan, saat menerima kunjungan mahasiswa program studi Hubungan Internasional, UAI, Jumat, 26 Mei 2017. Dalam sambutannya, Shahbaz menyatakan ada berbagai peluang yang bisa dijajaki bagi civitas akademia seperti UAI, diantaranya adalah penelitian, peluang kerja, magang, bahkan tenaga kerja sukarela (volunteers). Secara umum, UNESCO telah dan selalu berupaya memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

    Kepada para mahasiswa UAI, Shahbaz menyatakan bahwa mereka harus bangga menjadi bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa. Tentu saja diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, universitas, swasta, dan organisasi seperti UNESCO guna melestarikan berbagai kekayaan tersebut.Dalam pemaparan mengenai program-program kerja UNESCO, staf muda UNESCO Gunawan Zakki menyajikan presentasi yang menarik. Ada banyak hal yang dilakukan Kantor Regional UNESCO, diantaranya membantu negara-negara di kawasan dalam pengelolaan resiko bencana, pelestarian kekayaan tak benda, dan peningkatan kualitas pendidikan.

    Dalam kerangka yang lebih luas, UNESCO sedang memfokuskan diri pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sebuah kesepakatan ambisius Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diputuskan pada tahun 2015, dengan target akhir implementasi pada tahun 2030.Duta Besar Ahlan B. Razif, dosen senior UAI yang mendampingi kunjungan mahasiswa ini menyatakan apresiasi atas apa yang telah dilakukan UNESCO. Ahlan berharap rencana kerjasama antara UNESCO dan UAI dapat segera direalisasikan.

    sumber gambar : Google.com

    Continue Reading
  • Communication Futsal Week 2017

    23 May 2017
    691 Views
    Comments are off for this post

    Communication Futsal Week 2017 atau yang disingkat CFW 2017 berganti nama yang sebelumnya Communileague. CFW sebuah ajang silaturahmi melalui futsal yang di adakan selama 13 pekan dan dua hari cup terhitung tanggal 11 maret 2017 sampai 20 mei 2017. Pada tahun ini CFW 2017 mengadakan dua acara yaitu Communileague dan Communicup.

    Communileague adalah ajang silaturahmi melalui futsal untuk para keluarga Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia. Ini adalah tahun ke 6 communileague diadakan, tahun ini disebut communileague season 6. Communileague diadakan selama 13 pekan pada hari sabtu dan beberapa hari selasa dengan sistem liga. Mengikut sertakan 13 tim dari angkatan 2009-2016 dan 1 tim yang berisi staf dan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia. Acara ini diadakan di lapangan SMA Al Azhar Pusat dan lapangan kampus Universitas Al Azhar Indonesia.

    Communicup adalah ajang silaturahmi melalui ajang futsal untuk pelajar SMA sederajat sejabodetabek. Ini adalah tahun pertama diadakan communicup, acara ini disebut communicup season 1. Acara ini diadakan selama dua hari pada tanggal 19-20 mei 2017 di Gor Bulungan. Mengikut sertakan 24 tim dari berbagai sekolah dengan sistem gugur.  Akhir dari acara CFW adalah tanggal 20 Mei 2017 di Gor bulungan dengan penentuan pemenang dari communileague dan communicup.

    Berikut pemenang Communileague dan Communicup:

    Communileague Communicup
    Juara 1 : Gatsbi Juara 1: SMKN 41
    Juara 2: Saik Juara 2: SMAN 8 Bekasi
    Juara 3: Shaolin Soccer Juara 3: SMAN 101
    Juara 4: Blomstra  
    Best Player: Rozi (Saik) Best Player: Arya (SMKN 41)
    Top Skor: Zainal (Gatsbi) Top Skor: Alief (SMAN 8 Bekasi)
    Best Supporter: Shaolin Soccer Best Supporter: SMAN 8 bekasi
     

     

    Informasi lebih lanjut:

    Audiyatul Ikrimah

    081314717209

    auidyatulikrimah@gmail.com

    Humas CFW 2017

    Continue Reading
  • Kunjungan Sekretaris Jenderal Fujian Normal University

    16 May 2017
    1042 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta-Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) telah menjalin hubungan yang baik dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (HANBAN), RRT. Salah satu bentuk kerjasama ini ditandai dengan ditunjuknya UAI menjadi salah satu dari enam Pusat Bahasa Mandarin (PBM) yang ada di Indonesia. Dalam pengelolaan PBM tersebut, UAI bekerjasama denga Fujian Normal University (FNU) China.

    Pada hari Senin, tanggal 15 Mei 2017, Universitas Al Azhar Indonesia kedatangan Sekretaris Jenderal Fujian Normal University  Mr. Lin Heping berserta rombongan. Dalam kunjungan ini diisi berbagai macam kegiatan, diantaranya berinteraksi kepada mahasiswa Universitas AL Azhar Indonesia dan memberikan sertifikat kepada dosen-dosen UAI untuk menjadi peneliti tamu di Fujian Normal University. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor II Bapak Dr. Ir. Ade Jamal, Wakil Rektor III Ibu Dr. Nita Noriko, MS.

    Diharapkan dalam pertemuan ini lebih meningkatkan dan mengembangkan kerja sama Bahasa China dan Budaya China serta budaya Indonesia dan Bahasa Indonesia.

    Continue Reading
  • Career Development Center Universitas Al Azhar Indonesia (CDC UAI) bersama BEM Fakultas Hukum dan Top Karir menyelenggarakan seminar tentang Karir

    15 May 2017
    698 Views
    Comments are off for this post

    Setiap mahasiswa memiliki kebutuhan untuk mengaktualisasikan dirinya dan salah satunya adalah dengan bekerja. Saat mahasiswa dari perguruan tinggi lulus kuliah, salah satu pilihan untuk masa depannya adalah bekerja, namun sayangnya tidak selalu memilih pekerjaan atau mendapatkan kesempatan untuk bekerja saat/setelah lulus kuliah. Pertama, karena mahasiswa itu sendiri belum yakin dengan kemampuan dan karakter pribadi apa yang dimilikinya untuk modal dalam bekerja. Kedua, jenis pekerjaan dan perusahaan/instansi apa yang tersedia, dan ketiga semakin banyaknya tuntutan di dunia kerja yang mengharuskan para lulusan perguruan tinggi memiliki wawasan lebih selain yang diajarkan semasa kuliah, untuk mampu berkompetisi mendapatkan pekerjaan yang berkualitas.

    Berkaca dari beberpa persolan diatas, Career Development Center Universitas Al Azhar Indonesia (CDC UAI) bekerjasama dengan BEM Fakultas Hukum dan Top Karir  menyelenggarakan seminar karir yang bertema “Membangun Motivasi Dalam Dunia Kerja” dengan sub tema “Ayo Persiapkan Karirmu, Karena Sukses Dimulai Dari Sekarang”  dengan  Pembicara dalam acara ini yaitu Diana Tanu selaku COO TOP Karir dilaksanakan pada hari Jum’at, 12 Mei 2017 di Ruang Auditorium Arifin Panigoro Lt. 3, UAI. Hadir dalam acara ini Kepala Biro Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir Bapak Heri Herdiawanto, S.Pd., M.Si., Kepala Sub Bagian Pengembangan Karir dan Tracer Study Bapak Jatmiko Agus Nugroho, S.Kom dan Mahasiswa/I UAI.

    Acara ini juga bertujuan Memperluas pengetahuan dan wawasan para mahasiswa serta lulusan perguruan tinggi agar dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi, Memberikan tips dan kiat sukses dalam karir serta Memotivasi para mahasiswa bahwa lulusan UAI mampu bersaing dengan para lulusan dari universitas ternama di Indonesia di dunia kerja.

    Continue Reading
  • Korp Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) adakan Al Azhar International Relations Week 2017 (AIRWEEK)

    10 May 2017
    855 Views
    Comments are off for this post

    Perubahan iklim telah menjadi salah satu masalah lingkungan hidup dunia dan mengancam kelanjutan sistem penyangga kehidupan di bumi. Dampak perubahan iklim bagi manusia bersifat negatif sehingga sangat berpotensi menurunkan kualitas hidup manusia. Hal ini menyebabkan Perubahan Iklim menjadi topik yang hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat, ilmuwan, maupun petinggi Negara.

    Sebagai mahasiswa/I prodi Hubungan Internasional Universitas Al Azhar Indonesia, merupakan sebuah objektifitas untuk mengetahui apa saja peran diplomasi Indonesia terhadap perubahan iklim global. Sehubungan dengan dilaksanakannya Al Azhar International Relations Week 2017 (AIRWEEK) dengan tema kegiatan “CLIMATE CHANGE”, maka diselenggarakan pula seminar yang bertema Indonesia’s Diplomacy towards Climate Change pada hari Senin, 08 Mei 2017 di Universitas Al Azhar Indonesia yang dihadiri oleh dua orang pembicara yakni pembicara pertama Bapak Muhsin Syihab sebagai Direktur Ekonomi, Pengembangan, dan Lingkungan Hidup, Kementerian Luar Negeri yang membahas terkait Gambaran Umum serta Peran Diplomasi Indonesia terkait Perubahan Iklim dan pembicara kedua oleh Bapak Charles-Henri Brosseau sebagai Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia yang membahas terkait Paris Agreement sebagai salah satu perjanjian yang berlaku bagi Negara-negara untuk dapat mengurangi dampak perubahan Iklim.

    Dr. Ir. Ahmad H. Lubis, M.Sc, rektor UAI turut memberi sambutan dan mengikuti seminar berjalan hingga akhir. Seminar tersebut dihadiri oleh sebagian besar mahasiswa/i program studi Hubungan Internasional. Dengan mengikuti seminar tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa isu perubahan iklim sejauh ini sudah menjadi perhatian dunia sehingga Negara-negara harus saling berkontribusi dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim serta mematuhi dan melaksanakan kesepakatan dalam Paris Agreement dengan baik.

    Continue Reading
  • IT Fest 2017

    10 May 2017
    476 Views
    Comments are off for this post

    Himpunan Mahasiswa Teknik Informasi  Universitas Al Azhar Indonesia (HMIF UAI) mengadakan IT Fest 2017  dengan tema “Digitalization Era for Youth Generation”. Acara yang diadakan selama empat hari (Selasa 2/05/17 sampai  Kamis 5/045/17) merupakan wujud kepedulian nyata dari HMIF UAI dalam memberikan wawasan tentang perkembangan  Digitalisasi untuk Generasi Muda.

    Pada Kamis, 4 Mei 2017 diadakan Talk Show yang terbagi kedalam 2 sesi, pada sesi pertama hadir Hendi Rachmat (Founder of Westbike Messenger Servise), Gigih Rezki S (Co Founder at WeCare.id & Charity Lights). Pada sesi kedua hadir Diwantara A P (Youtuber Indonesia TARA ARTS) dan Nurfadli M (Creator Tahilalat membahas dengan tema “Digitalization Era for Youth Generation”. IT fest 2017 juga mengadakan lomba perlombaan DOTA2, Merakit PC dan Design Poster.

    Disamping para pembicara yang berkompeten dibidangnya masing-masing, hadir pula Rektor Bapak Dr. Ir. Ahmad H. Lubis, M.Sc., Wakil Rektor II Bapak Dr. Ir. Ade Jamal, Ka. Program Studi Teknik Informatika UAI Ibu Ir. Winangsari Pradani, MT., Mahasiswa UAI.

    Acara diakhiri dengan pemberian pelakat kepada pembicara dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.

    Continue Reading
  • Professor Shambaugh: AS, China, Indonesia, dan ‘Jebakan Ekonomi’

    5 May 2017
    828 Views
    Comments are off for this post

    Perkembangan kontemporer Asia perlu dicermati oleh negara-negara di kawasan. Indonesia tak terkecuali. Munculnya Tiongkok sebagai aktor ekonomi-politik besar telah menjadikan kawasan ini layaknya ladang pertarungan pengaruh. Secara lebih spesifik, sebuah rivalitas pengaruh antara sang negara tirai bambu dan negara adidaya Amerika Serikat (AS).

    Lebih jauh, negara-negara di kawasan Asia disarankan bersikap hati-hati dalam menghadapi strategi ‘kebergantungan ekonomi’ (economic dependency) yang dilancarkan Tiongkok. Mengingat hal ini – sebagaimana akan atau sudah terjadi terhadap Kamboja dan Laos – berpotensi menciptakan ‘jebakan ekonomi’ (economic trap).

    Demikianlah salah satu benang merah dari studium generale (kuliah umum) pada 3 Mei 2017 di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) yang bertajuk “Macro Trends in Asian International Relations”. Tampil sebagai pembicara adalah Professor David Shambaugh, pakar hubungan internasional dan khususnya kebijakan luar negeri Tiongkok dari George Washington University (GWU), AS.

    Macro Trends

    Dalam kuliah yang dimoderatori Mokhamad Luthfi, MSi, Sekretaris Prohi HI UAI ini, Prof. Shambaugh menyatakan setidaknya ada empat kecenderungan besar (macro trends) di kawasan Asia: (1) pengaruh Tiongkok; (2) pengaruh AS; (3) rivalitas pengaruh antara AS dan Tiongkok; dan (4) pengaruh negara-negara berkekuatan menengah (middle powers).

    Terkait pengaruh Tiongkok di Asia, Prof. Shambaugh menyoroti strategi ‘economic dependency’ yang selama ini dijalankan Tiongkok. Dalam kacamata intelektual yang sudah menghasilkan lebih dari 30 buku mengenai Tiongkok ini, beberapa negara di Asia sudah diindikasikan masuk dalam jebakan ekonomi (economic trap). Negara-negara tersebut, diantaranya, adalah Laos dan Kamboja. Karena jebakan ekonomi ini, negara-negara tersebut telah didominasi dan cenderung mengikuti apapun kemauan Tiongkok.

    Situasi economic trap ini tidak saja berpengaruh secara bilateral. Organisasi regional pun turut terpengaruh. Organisasi ASEAN, yang merupakan penjuru kebijakan luar negeri Indonesia, sudah terimbas pengaruh Tiongkok. Fenomena ASEAN tidak dapat mencapai konsensus, khususnya jika menyangkut isu Tiongkok atau Laut China Selatan, merupakan indikasi jelas adanya pengaruh Tiongkok di dalam organisasi yang tahun ini mencapai usia setengah abad.

    Terkait pengaruh AS di Asia, Prof Shambaugh berpandangan bahwa sang paman sam selama ini berusaha mempengaruhi persepsi para elite. Karena dalam hubungan internasional persepsi memainkan peranan penting. Lebih jauh, AS juga berupaya untuk tetap menjaga kehadiran di Asia dengan tujuan untuk mengimbangi pengaruh Tiongkok.

    Rivalitas pengaruh antara AS dan Tiongkok merupakan macro trend yang sangat nyata di Asia. Jika pada dekade 1990an AS adalah aktor dominan di Asia dan belahan dunia lainnya, munculnya Tiongkok sebagai pemain besar di Asia dalam satu dekade terakhir telah menjadikan benua ini sebagai ladang penyemaian pengaruh. Situasi menjadi lebih kompleks jika diimbuhi dengan isu Korea Utara yang terus-menerus melakukan unjuk gigi (deterrence) melalui uji coba nuklirnya.

    Terkait negara-negara middle powers di Asia, Prof Shambaugh yang kini mengabdi di Elliott School of International Affairs, GWU, itu berpandangan bahwa mereka adalah India, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Indonesia. Namun demikian, peran dan pengaruh negara-negara tersebut di Asia masih di bawah bayang-bayang AS dan Tiongkok dan lebih khusus lagi rivalitas antara keduanya.

    Kuliah umum yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen Hubungan Internasional UAI dan beberapa kampus lain di Jakarta, terselenggara atas kerjasama Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UAI dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Dalam kunjungannya ke Universitas Al Azhar Indonesia, Prof. David Shambaugh juga menyempatkan diri untuk berkenalan dan berbincang dengan Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, Dr. Ahmad H. Lubis.

    Continue Reading