• UAI berpartisipasi pada Indonesia-Malaysia Symposium on Southeast Asia Studies, Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia

    11 December 2017
    138 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta-Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) pada tanggal 8-9 Desember 2017 turut menjadi salah satu perwakilan Indonesia pada acara Indonesia-Malaysia Symposium on Southeast Asia Studies (IMSSEAS) 2017 yang berlangsung di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Kuala Lumpur, Malaysia. Acara ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Alumni Malaysia (PAM) dan Persatuan Alumni Perguruan Tinggi Indonesia (PAPTI) serta didukung oleh UAI dan institusi pendidikan tinggi lainnya.

    Dalam sesi pembukaan, Rektor UAI Prof. Dr. Ir Asep Saefuddin, M.Sc menyampaikan keynote speech berjudul “Higher Education Facing Disruption Phenomena”. Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah bahwa dunia pendidikan harus terus berinovasi guna dapat bertahan (surviving) pada masa kini. Hal ini mengingat banyak sekali disrupsi yang muncul.

    Pembicara kunci lainnya adalah Dr. Chandra Setiawan, PhD, komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Dr. Setiawan menyampaikan materi berjudul “Persengkongkolan Tender dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah”.

    Acara simposium bersifat multidispliner dan berlangsung menarik khususnya saat sesi presentasi. Para peserta menyampaikan berbagai isu global kontemporer, mulai dari isu pencegahan penipuan dalam e-commerce di ASEAN, peran Indonesia dalam kasus Laut Tiongkok Selatan (LTS), hingga pembahasan mengenai hukum pengadaan barang untuk mencegah tindak korupsi.

    Para peneliti UAI turut berperan aktif dalam simposium internasional ini. Para peneliti tersebut berasal dari Fakultas Psikologi dan Pendidikan (FPP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Dr. Nita Noriko, misalnya, membawakan makalah berjudul Cannalina Flour to Support Sustainable Development, Dr. Suwardi menyampaikan makalah berjudul Development in Early Childhood Learning Model; serta Yasmi Adriansyah mempresentasikan makalah berjudul Looking at the Dragon with Cautions: Comparing the Views of Indonesian and Malaysian Toward the China’s Belt and Road Initiative.

    Keseluruhan rangkaian acara simposium berlangsung lancar. Guna menjaga kesinambungan, Rektor UAI menawarkan bahwa simposium selanjutnya dapat diselenggarakan di UAI dengan skala kerjasama yang lebih besar, yaitu ASEAN+ dan terbuka bagi peserta internasional lainnya.

    Continue Reading
  • Alhamdulillah, Program Studi Sastra China UAI Raih Empat Piala Lomba CHINESE STAR 汉语之星

    11 December 2017
    166 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta-Alhamdulillah, di penghujung tahun 2017, para mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra China kembali menorehkan prestasinya dalam Kompetisi Puisi Tiongkok Kuno “Star of Chinese 2017” Tingkat Mahasiswa Indonesia. Acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 9 Desember 2017 di Gedung D Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) lantai 2 ini diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) 阿拉扎孔子学院.

    Melalui proses latihan dan pembimbingan oleh para dosen Prodi Sastra China UAI, para mahasiswa UAI berhasil membawa 4 (empat) buah piala kemenangan. Adalah Rida Yunita, mahasiswa tingkat 1 angkatan 2017 Prodi Sastra China, berhasil menyabet juara 1 (satu) kategori puisi tiongkok kuno. Sementara itu, Khalida Puti Geni, mahasisiwa tingkat 2 (dua) angkatan 2015 berhasil keluar sebagai juara 2 (dua) kategori puisi tiongkok kuno. Kemudian 2 (dua) piala lagi disumbangkan oleh Kharana Hema Saputri dan Suci Ramadhani Anshari, keduanya merupakan mahasiswa tingkat 2 (dua) angkatan 2015 yang sama-sama menyumbangkan piala juara 3 (tiga) kategori puisi tiongkok kuno.

    Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Al Azhar Indonesia yang juga merupakan Presiden Pusat Bahasa Mandarin (PBM) UAI, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin M.Sc, Wakil Presiden PBM UAI, Drs. Murni Djamal,M.A, Dekan Fakultas Sastra, Dr. Faisal Hendra, M.Ed, Ketua Program Studi Sastra China UAI yang juga Direktur Indonesia Pusat Bahasa Mandarin Feri Ansori, SS.,M.Ed

    Hadir sebagai peserta kompetisi tahun ini adalah para mahasiswa dari perwakilan universitas di Indonesia, diantaranya Universitas Bina Nusantara, Universitas Bunda Mulia, dan Universitas Dharma Persada.

    Selamat kepada para pemenang, semoga Prodi Sastra China UAI dapat terus mengharumkan nama UAI dalam lomba-lomba yang akan digelar pada tahun-tahun mendatang.

     

     

    Continue Reading
  • Demonstrasi Budaya Teh Jepang Universitas Al Azhar Indonesia “Kedamaian Dalam Semangkuk Teh”

    6 December 2017
    371 Views
    Comments are off for this post

     Jakarta– “Budaya itu melekat dengan bahasa,  menghargai budaya berarti menjunjung tinggi bahasa yang ada. “ ujar Rektor Universitas Al Azhar Indonesia  Bapak Prof. Ir. Dr Asep Saefudin M.Sc, dalam sambutannya di acara kuliah umum sastra Jepang Demonstrasi Upacara Minum Teh Jepang  “CHADO” Urasenke yang digelar di ruang serbaguna Rabu, 6 Desember 2017. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama pihak Universitas Al Azhar Indonesia dengan Chado Urasenke Tankokai Indonesia dan dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Al Azhar, Dekan Fakultas Sastra dan Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang.

    CHADO sendiri merupakan upacara minum teh yang sangat terkenal di Jepang. Dimana persiapan upacara minum teh merupakan suatu yang sangat penting dalam hal estetika serta telah berkembang menjadi suatu seni tersendiri. Pertemuan ini merupakan perwujudan dari nilai nilai pemahaman yang diperoleh seseorang dari pendalaman serta disiplin menghidangkan teh dengan menikmatinya sebagai kepuasan batin merupakan dasar gaya hidup yang disebut “CHADO”. Bilamana semangkuk teh dihidangkan sesuai dengan tata krama minum teh, suatu sintese kebudayaan dengan wawasan yang luas dan cita-cita yang tinggi menyatukan diri dengan aspek batin, moral, estetika, filsafah dan hubungan sosial. Dalam tata krama minum teh, seseorang tidak saja diajar untuk mengatur segala sesuatu dengan sebaik mungkin, tetapi juga untuk menerapkan hal tersebut dalam kehidupan sehari hari. CHADO sendiri memiliki empat prinsip dasar yaitu keserasian, saling hormat-menghormati, kesucian dan ketenangan. Proses sederhana untuk menghidangkan dan menerima semangkuk teh dilakukan dengan satu tujuan saja, yaitu untuk mewujudkan ketenangan batin dalam pergaulan sesama manusia. Melalui semangkuk teh rasa damai dapat berkembang dengan sesungguhnya karena perasaan itu dapat dibagi dengan sesama kita dan dijadikan dasar kehidupan kita.

    Dewasa ini, dengan adanya modernisasi telah semakin memudahkan manusia dalam melakukan kebanyakan pekerjaan. Waktu serta energi yang dibutuhkan untuk mempersiapkan serta menyajikan secangkir teh nampaknya sudah tidak berguna. Namun semangkuk teh bilamana disiapkan sesuai dengan prinsip CHADO, meminum teh mampu memenuhi kebutuhan manusia bagi ketenangan rohani. Ritual ini merupakan suatu ritual yang sederhana serta ekonomis, darimana semua orang dapat menemukan “kedamaian di alam semangkuk teh”.

    Melekatnya unsur budaya dengan bahasa sudah menjadi hal penting yang harus diketahui oleh setiap mahasiswa, khususnya program studi sastra. Dengan mempelajari budaya, tentu ini akan Mempererat aspek kultur dan budaya antar bangsa, itulah yang bisa dilakukan oleh generasi muda sebagai penggerak bangsa. Ada unsur Respectation yang bisa kita pelajari dalam acara minum teh ini, menghormati bagaimana alam memberikan obat – obatan, manusia yang meraciknya, dan bagian menikmatinya yang terasa sebagai meditasi adalah unsur kekayaan budaya yang juga harus dipelajari. Semoga acara ini dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa akan budaya teh jepang dan dapat turut melestarikannya di masyarakat luas.

    Continue Reading
  • Fokus Grup Diskusi (FGD) Forum Rektor Indonesia 2017 “ RISET PENTING TETAPI BELUM DIANGAP PENTING”

    4 December 2017
    367 Views
    Comments are off for this post

    Hal Tersebut dikemukakan oleh Prof. Richardus Eko Indarjit, M.Sc, M.BA, Guru Besar Informasi (salah satu narasumber ), menyikapi perkembangan dunia akademisi di Indonesia dalam acara Forum Rektor Indoensia 2017 dengan tema “ HILIRISASI RISET, PENGUATAN DAN PENGEMBANGAN INOVASI DALAM MENGHADAPI ERA DISRUPSI: ANTARA KEBIJAKAN IMPLEMENTASI”- DI Universitas Al Azhar Indonesia, 4 Desember 2017.

    Forum Rektor dibuka dengan sambutan Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Prof. Dr. Ir. Asep Saefudin, M.Sc. dan ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof . Dr. Suyatno, M.Pd. serta dimeriahkan dengan panduan suara mahasiswa tiga perguruan tinggi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Universitas Bina Nusantara (Ubinus) dan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA).

    Kegiatan FGD ini merupakan salah satu tugas dari kelompok kerja pokja Inovasi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2017 yang periodenya akan berakhir pada bulan Februari tahun 2018. FRI menjalankan amanah Konvensi FRI 2017 yang dbuka oleh Presiden dimana perguruan tinggi harus harus meghasilkan inovasi dan hasil dari perguruan tinggi hendaknya dapat menyokong sektor ekonomi sebagai bagian dari program nawacita ke-6.

    Dr. Ir.Prakoso,M.M, Sekretaris Direktorat Jendral Penguatan Riset Dan Pengembangan Kemenristek Dikti mengemukakan tentang indikator kinerja di kemenristekdikti diantaranya adalah menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan mampu bersaing. Salah satu dukungan pemerintah untuk akademisi agar menghasilkan inovasi dari hasil riset. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar 23,4 Triliun untuk tahun 2017 selain adanya ketersediaan dana dari sumber – sumber pendanaan lain. Namun demikian hilirisasi hasil penelitian amatlah penting untuk menjamin kesiapan terapan melalui tngkat kesiapan hasil hasil penelitian sehingga dibutuhkan peningkatan kerjasama dengan industri.

    Peluang untuk terwujudnya Research University  adalah dengan melakukan riset yang memanfaatkan teknologi hingga menghasilkan inovasi dikemukakan oleh Prof. Richardus Eko Indrajit, M.Sc, M.BA, Guru Besar Informasi. Hanya perguruan tinggi yang memiliki DNA riset yang berpeluang menjadi Research University bukan sekedar Teaching University sehingga riset seyogyanya merupakan jalan untuk mencapai tujuan. Artinya, riset harus bisa memiliki nilai jual yang tinggi. Berbagai jenis riset dan pengabdian masyarakat juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi perguruan tinggi, sebagai contoh adalah hasil risetnya terhadap 6 perguruan tinggi (Harvard, UCLA, Yale, University of Arizona, Oklahoma University, London School of Bussines) menjadikan riset dan dana abadi sebagai sumber penghasilan utama. Eko juga menekankan perlu diciptakan Research Market untuk mendorong pemasaran hasil riset dan untuk menjadi World Class University sivitas akademika hars kreatif dan inovatif dalam menjalankan riset. Disayangkan bahwa riset di Indonesia hingga saat ini masih hanya dianggap penting namun bukan hal yang genting. Memulai riset hendaklah fkus dari problem problem yang ada di negara Indonesia sehingga riset yang dilakukan perguruan tinggi bermanfaat memberikan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

    Dr. Wihatmoko Waskitoaji, Ka Subdit Pengembangan Sistem dan Jaringan Inovasi Direktorat Sistem Inovasi Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti. Menguraikan bahwa inovasi dilahirkan dari irisan 3 teknologi, marketing dan bisnis. Penjelasannya lebih lanjut adalah tentang paradigma inovasi, tipe inovasi, proses inovasi, berikut contoh- contoh inovasi yang melahirkan bisnis yang sedang trend saat ini seperti Alibaba.com, Uber, Aribnb dan Facebook. Wihatmoko juga mengingatkan tentang UUD Pasal 33 ayat 2, bahwa cabang- cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara dan harus menunjang lahirnya inovasi.

    Sistem Inovasi Nasional yang diadopsi di Indonesia juga dapat tercipta dengan adanya hubungan kerjasama tiga pilar yaitu akademik, Industri  dan pemerintah. Dalam paparanya contoh – contoh studi kasus jaringan inovasi. Perguruan tinggi harus bergeser menjadi perguruan tinggi yang profesional, melakukan riset yang excellent dan menghasilkan produk yang inovatif. Untuk membawa hasil riset sampai menjadi komoditas yang dimanfaatkan oleh konsumen diperlukan  tahapa yang cukup panjang sehingga diperlukan dukungan pemerintah.

    Continue Reading
  • Empat Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Mengikuti MSNS Sesparlu Kemenlu RI

    4 December 2017
    198 Views
    Comments are off for this post

    Empat orang mahasiswa dan mahasiswi dari Program Studi Hubungan Internasional bernama Nadeefa Purnajaya, Safira Aden, Mirza Ahmad, dan Zulham Zein, berkesempatan mengikuti kegiatan Multi Stage Negotiation and Simulations (MSNS) di Pusdiklat Kementerian Luar Negeri RI pada 20-23 November 2017 lalu. MSNS merupakan salah satu sesi dalam pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu).

    Para mahasiswa yang dikirimkan oleh Prodi HI UAI merupakan buah kerjasama Pusdiklat Kemenlu RI c.q. Sesparlu dengan UAI. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan MSNS disimulasikan berperan menjadi anggota delegasi yang dipimpin oleh diplomat sebagai pimpinan delegasinya.

    Pengalaman mengikuti MSNS menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa HI yang mengikutinya. Mereka akan bekerja langsung dengan para diplomat, melihat bagaimana dunia kerja diplomat dan diplomasi dalam memperjuangkan kepentingan negara, dan menambah jejaring dengan berbagai diplomat dan peserta lainnya. Beginilah kesan mengikuti MSNS menurut Nadeeda Purnajaya, mahasiswi HI UAI:

    “Last Monday to Thursday, from the twentieth to the twenty third of November, we received the privilege to experience what is called The Multi Stage Negotiation Simulation (MSNS) in Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Luar Negeri RI. 

    We experienced many challenging situations throughout what seemed like a long four days event. One of the situations was being pushed to use not just simple but diplomatic English. It took us about three days to finally swallow the new language of the simulation. Besides that, we also realized the importance of talking and representing your own country based on where we, as a country, stand in that particular issue. It was like a kick on the back to read more of those old historical books, or listen to your lecture when they talk about the past.

    From the three days break from campus, we did not just have fun and enjoy our days off, but rather we had to learn to practice what we have learnt in class. Let alone, coming from an Islamic University, we have to try my best to also project the Islamic values thought. We met other students from other universities who were blessed with amazing knowledge and mouth-opening skills that from this we are motivated to become a better international relations student. To be more specific, to become a better international relations student who holds tight to Islamic teachings”.

    Continue Reading
  • Selamat kepada seluruh Calon Mahasiswa Baru yang Lulus Seleksi Jalur Reguler dan Jalur Raport Gelombang 1 Tahap 1

    30 November 2017
    423 Views
    Comments are off for this post

    Pengumuman Hasil Tes Seleksi Gelombang 1 Tahap 1

    Kami ucapkan Selamat kepada seluruh Calon Mahasiswa Baru yang Lulus Seleksi Jalur Reguler dan Jalur Raport Gelombang 1 Tahap 1. Untuk Informasi kelulusan dapat dilihat pada website penerimaan.uai.ac.id dengan menggunakan ID dan password anda.

    Pendaftaran Ulang dapat dilakukan mulai tanggal 1 Desember s.d 15 Desember 2017.

    Info Lebih lanjut harap hubungi Bagian Penerimaan Mahasiswa Baru melalui telp. 021-7267272, 021-72792753 ext 1003.

    Continue Reading
  • Semarakan Hari Pahlawan Bersama Musik Sore UAI

    27 November 2017
    380 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta – Sore kemarin Universitas Al Azhar Indonesia menggelar acara musik yang diadakan di area Tenda Biru, sabtu 24 November 2017. Acara yang bertajuk “Sokin” Soeara Oentoek Indonesia ini dibawakan oleh salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (Musik Sore). Dibuka oleh Rektor Universtas Al azhar Indonesia yaitu Bapak Prof. Ir. Dr. Asep Saefuddin M.Sc,.  Acara ini berhasil mendapatkan respon yang baik dari beliau, dalam sambutannya beliau mengutarakan apresiasinya yang sangat besar terhadap kegiatan seni yang berkembang melalui unit kegiatan mahasiswanya, terutama dalam bidang musik. “Menghargai jasa para pahlawan dapat melalui kreatifitas bermusik, apreasiasi tertinggi saya berikan untuk kegiatan Musik Sore ini” ujar Rektor. Pagelaran musik seperti ini akan selalu hadir di lingkungan UAI sebagai hiburan dan ajang unjuk bakat mahasiswa UAI.

    Beliau sendiri secara pribadi menunjukan ketertarikannya dengan dunia musik, yaitu ketika usai sambutan beliau menyanyikan lagu Begawan Solo yang diiringi langsung oleh musik yang dibawakan oleh mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia. Acara yang mengundang 13 Band Muda (Namaste Kustik, Old House, Fill Me Out, 30 Minutes Late, Gandara, Pathway Pleasure, Sultan Primata, Stinghaze, Project X, Imagine Quality, Kansans Ninety dan The Sophomore) telah dimulai pada pukul 15.00 dan berlanjut setelah break sholat magrib pukul 17.00 hingga selesai, acara ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa untuk melupakan padatnya kesibukan dikampus.

    Untuk mengenang jasa para pahlawan Mahasiswa Universitas Al Azhar yang terkumpul dalam UKM Musik Sore dan diketuai oleh Farhan Nabily Darwin ini ingin mengajakan para pemuda lainnya untuk turut mengobarkan semangat dalam ragam karya yang dapat membangun generasi muda, mengeluarkan aksi yang nantinya dapat menginspirasi banyak orang dalam membantu perubahan perubahan kecil di Indonesia. Para Mahasiwa ini percaya melalui musik, mahasiswa dapat menciptakan perubahan positif. Acara yang mengawali perkembangan UKM Musik Sore di tahun 2017 ini besar harapan agar kedepannya UKM ini dapat terus berkembang dan menorehkan prestasi untuk Universitas Al Azhar Indonesia. Setelah sebelumnya ditahun 2016 Musik Sore mengadakan 2 acara lainnya yaitu Sumpah Pemuda Motion dan Tribute to ‘90.

    Semakin malam penonton semakin memenuhi pelataran Tenda Biru Universitas Al Azhar Indonesia, Ditutup dengan pertunjukan dari band Imagine Quality acara Musik Sore yang bertajuk hari Pahlawan ini sukses membawakan melodi melodi yang asyik dan menyenangkan.

    Continue Reading
  • Mahasiswa FH-UAI Berhasil Publikasikan Jurnal International di Singapura

    24 November 2017
    604 Views
    Comments are off for this post

    Kami Alfian Mahardika, Nuraemy Firdaus dan Syifa Fauziah adalah tim mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia yang berhasil mempublikasikan jurnal ilmiah internasional. Semua itu berawal dari keikutsertaan lomba karya tulis ilmiah di Universitas Brawijaya (UB) pada tanggal 7-10 Oktober 2017. Tema yang diusung adalah kebebasan berpendapat dalam rangka merawat perbedaan dalam sistem demokrasi di Indonesia. Berkat kerja keras dan dukungan dari para dosen Fakultas Hukum UAI, kami lolos sebagai 10 finalis  berkas terbaik dari 22 kampus se-Indonesia. Dalam lomba karya tulis ilmiah tersebut, kami belum bisa merebut 3 besar, namun kami sudah menampilkan yang terbaik dengan berada diposisi ke-6.

    Kami mendapat  banyak pelajaran dan pengalaman. Selain untuk memperkenalkan Universitas Al Azhar Indonesia, kami juga bertukar ide tentang sistem demokrasi dan juga perluasan jaringan dengan teman-teman di berbagai kampus di Indonesia.

    Setelah perlombaan tersebut, kami berfikir untuk mengembangkan tulisan ini agar Go-Internasioanl. Apalagi dengan tema Demokrasi, kami ingin memperkenalkan bahwa Demokrasi di Indonesia berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila. Maka dari itu, kami mengirim abstrak dalam bahasa Inggris ke Global Research and Development Services (GRDS).

    Global Research and Development Services (GRDS) adalah  penyelenggara konferensi profesional yang  menyediakan wadah untuk para peneliti dan akademisi dalam gagasan inovatif. GRDS setiap tahunnya mengadakan konferensi dan publikasi jurnal internasional. Sebagai informasi kalian bisa melihatnya disini (http://grdsweb.com/conferences). Kegaiatan ini mempertemukan para peneliti, professor, dosen dan mahasiswa untuk menukar wawasan serta ide yang dituangkan dalam jurnal-jurnal ilmiah.

    Alhasil abstrak kami lolos. Tantangan yang sangat luar biasa, karena kami baru saja menyelesaikan perlombaan di UB dan harus lanjut untuk persiapan presentasi di Singapura. Tentunya ada perbedaan antara Karya Tulis Ilmiah dan Jurnal Internasional terutama dalam hal bahasa dan format penulisan. Hampir setiap hari kami merevisi demi adanya progres kemajuan. Kami berprinsip bahwa setiap kesempatan dan tantangan harus dijalankan, dibuat dan ditampilkan dengan sangat baik.

    Tepat tanggal 06 November 2017 kami bertolak ke Singapura dengan mendapat restu dan motivasi oleh para Dosen Fakultas Hukum UAI dan Bpk Rektor UAI. Penuh rasa bangga dapat membawa nama Universitas Al Azhar Indonesia di antara mahasiswa, dosen dan peneliti dari berbagai negara. Pertama kali menginjakkan kaki di Negara yang masyarakatnya taat pada hukum, banyak hal yang kami pelajari. Dari negara tersebut kami belajar bagaimana Singapura memberikan peraturan larangan merokok, daur ulang sampah, lalu lintas dan kebijakan untuk masyarakat yang tinggal di apartemen.

    Keesokan harinya 07 November 2017 kami tiba di Nanyang Executive Centre, Nanyang Technological University sebagai tempat berlangsungnya 25th International Conference on Social Science and Humanities (ICSSH). Kami mempresentasikan jurnal dengan judul “How The Prohibition of Hate Speech and Defamation’s Social Media Content Be Enforced in Indonesia”.

    Dalam bahasa Indonesia adalah “Bagaimana Regulasi pelarangan Ujaran Kebencian dan Pencemaran Nama Baik dalam konten Media Sosial di Indonesia.”

    Kami akan mendapatkan Hak Cipta atas jurnal dan dipublikasikan secara internasional. Konferensi tersebut dihadiri oleh beberapa negara diberbagai dunia yaitu : Indonesia, Rumania, Kuwait, Thailand, Filipina, Sri Lanka, India, Tiongkok, Jepang, Kenya, Korea, Nigeria, Qatar dan lain sebagainya. Kami pun sangat memanfaatkan situasi tersebut untuk memperluas kerjasama. Hal ini bermanfaat untuk UAI, Fakultas Hukum UAI dan khususnya kami sendiri.

    Fenomena saat ini, Orang memposting konten dengan sangat mudah dan tanpa batas. Terkadang konten yang diposting adalah yang menimbulkan kebencian, hasutan, propaganda dan lainnya. Maka dari itu, jurnal kami  mengeksplorasi dan menjawab pertanyaan tentang

    • Bagaimana peraturan untuk melarang ujaran kebencian dan pencemaran nama baik di media sosial?
    • Bagaimana penegakan peraturannya? Dan
    • Bagaimana cara mencegahnya?

    Penegakan hukum tersebut dilakukan melalui:

    1. Pemantauan dan penyaringan
    2. Penuntutan

    yang tercantum pada UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE dan kami mengkontemplasikan dengan nilai-nilai Pancasila. Seperti yang dikatakan para Tokoh pendiri bangsa bahwa rakyat Indonesia  harus memahami dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya.

    Dalam hal ini ada tanggung jawab bersama antara pemerintah, sektor swasta seperti pemilik web dan penyedia layanan, juga masyarakat untuk memantau dan menyaring ujaran kebencian dan penghinaan. Selain dengan upaya penegakan hukum dapat juga dengan upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat. Untuk mengajak orang-orang agar menggunakan internet yang positif, kami memulai sebuah project kampanye NO HATE SPEECH di TV kampus UAI. Sehingga pada akhirnya, orang akan memikirkan terlebih dahulu  dampak yang akan ditimbulkan dari apa yang mereka ucapkan.

    Perjuangan dalam pembuatan karya tulis ilmiah dan jurnal internasional ini, tidak lepas dari dukungan para dosen pembimbing yang terus memberikan pengetahuan dan skill dalam penulisan disiplin ilmu hukum. Seperti Ibu Suartini sebagai orang pertama yang menyuruh kami untuk ikut lomba di Malang. Tidak lupa juga Ibu Maslihati  dan Ibu Nisa Istiani yang membantu dalam hal substansi penulisan. Serta Bapak Fokky, Bapak Suparji, Bapak Agus, Bapak Yusuf dan Bapak Safik yang sangat membantu dalam hal referensi. Kemudian Mba Isti dan Mba Nonny yang selalu mendampingi dalam proses kegaiatan lomba di Sekretariat Hukum UAI.

    Kami berharap keikutsertaan kami dalam kegiatan Nasional dan Internasional ini dapat memotivasi para Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia khususnya dalam menuangkan hasil penelitiannya dalam karya tulis baik tingkat Nasional maupun Internasional. Seperti kata pepatah “Jika ingin tak dilupakan sejarah maka menulislah”.

    Continue Reading
  • Kuliah Umum Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan bersama Bapak Dr. dr. H. Taufiq Pasiak M.Pd.I. M.Kes., Tentang Perkembangan Otak (Neurosains)

    24 November 2017
    315 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (22/11)- melihat pentingnya memahami perkembangan otak untuk pendidikan usia dini  juga pendidikan psikologi, Universitas Al azhar Indonesia menghadirkan kuliah umum bagi seluruh mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan dengan Tema “Neurosains : Perkembangan, ruang lingkup, dan implikasi” yang diisi oleh Bapak Taufik  Pasiak, dr., M.Pd.,M.Kes yang kini bekerja di Pusat Studi Otak dan Perilaku Sosial LPPM UNSRAT, Manado. Dibuka dengan sambutan yang semangat dari Bapak Dr. Suwardi, M.Pd. , acara ini juga dihadiri oleh Ibu Radhiya Bustan.S.Psi., M.Soc.Sc selaku Ketua Program Studi Psikologi dan Ibu Nila Fitria S.Pd., M,Pd. selaku Dosen dari Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Al Azhar Indonesia.

    Acara yang membahas tentang perkembangan otak dan perannya yang penting dalam mendalami psikologis seseorang, yang kemudian akan sangat berguna dalam perkembangan pendidikan ini mendapatkan respon yang positif dari mahasiswa Fakultas Psikologi Pendidikan yang hadir. Dilihat dari banyaknya mahasiswa yang turut berkontribusi dalam memberikan pertanyaan seputar perkembangan dan kinerja otak,  kuliah umum ini sukses memberikan materi dan pemahaman yang cukup untuk perkembangan ilmu pengetahuan mahasiswa akan kinerja otak. Dalam anatomi tubuh manusia ada 2 organ yang sangat penting yaitu jantung dan otak, keduanya memberikan kegunaan yang saling melengkapi satu sama lain, otak yang mengendalikan gerak tubuh dan jantung yang membantu mengalirkan darah ke otak untuk memacu kerja otak. Meskipun memiliki kesinambungan yang sangat erat, keduanya  memiliki teknik penelitian yang berbeda.

    Dalam penjelasaanya Bapak Dr Taufiq F Pasiak mengatakan “Otak itu adalah alam semesta yang berada dalam diri, apabila ia tidak dikelola ia akan standart atau stagnant, namun apabila ia dikembangkan ia akan menunjukan kemampuan yang sangat luar biasa.” Pengembangan aktivitas otak sangat penting untuk diperhatikan masa masanya, ada masa dimana otak mampu berkembang dengan sangat pesat yaitu masa golden age dimana anak usia 1 sampai 5 tahun dapat dengan mudah menyerap ilmu pengetahuan dan membentuk kepribadianya masing masing. Dan  ketidakmampuan mengenali masa perkembangan otak, akan menghambat proses pendidikan dan pembelajaran yang ada. Universitas Al azhar Indonesia menyadari pentingnya pengenalan akan system kerja otak bagi seluruh mahasiswa khususnya mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Dalam upaya menciptakan kaderisasi pendidik yang bermutu dimasyarakat, tentu saja ini akan membantu perkembangan sistem pendidikan yang akan diteruskan dari generasi ke generasi. Memahami pola dan strategi mendidik yang baik sebelum terjun ke masyarakat merupakan bentuk persiapan yang matang agar kelak alumni Universitas Al azhar mendapatkan apresiasi yang memuaskan dari masyarakat karena kemampuannya yang tidak lagi diragukan. Tak lupa Kuliah Umum ini juga merupakan ragam variasi metode pembelajaran mahasiswa agar mahasiswa dapat berfikir terbuka (open minded) akan berbagai masalah pendidikan yang dekat dengan kehidupan sehari hari.

     

     

    Continue Reading
  • Simposium Nasional “Epistimologi Islam Dalam Perspektif Teori Ilmu Modern”

    21 November 2017
    605 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta- Perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu pesat merupakan bagian dari perjalanan panjang sejarah peradaban manusia dari masa pra modern sampai era mutakhir dewasa. Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), sebagai universitas yang lahir dari lingkungan masjid, menjadikan  langkah pencarian titik temu kebenaran wahyu Ilahi dengan teori ilmu pengetahuan modern sebagai prioritas akademik dan pelaksanaan tri dharma. Dengan tujuan memperkuat komitmen dan langkah bersama dalam mewujudkan integrasi dan keselarasan pemikiran keilmuan Islam dan teori ilmu pengetahuan modern, UAI melalui Pusat Integrasi Islam dan MKU menyelenggarakan Simposium Nasional yang bertema “Epistimologi Islam dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan Modern” pada hari Selasa, 21 November 2017.

    Acara diawali oleh sambutan Dr. Habib Chirzin sebagai perwakilan dari International Institute of Islamic Thought (IIIT) di Indonesia, kemudian sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh  Rektor UAI, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.

    Bertempat  di Ruang Auditorium Arifin Panigoro UAI lantai 3, simposium yang diikuti oleh kurang lebih 250 peserta baik dalam dan luar daerah ini menghadirkan Bapak Prof. Dr. Mat Rofa Ismail dari Universiti Putera Malaysia sebagai keynote speaker. Dalam kesempatan tersebut Mat Rofa menyampaikan mengenai “Epistemologi Islam dan Interrelasi dengan Teori Pengetahuan Modern”.

    Selain itu, hadir pula para pembicara mumpuni tingkat nasional seperti; Dr. dr. Taufik Pasiak, M.Kes., M.PD.I (Kebenaran Wahyu Allah Dalam Pendekatan Sientific Bidang Neuroscience), Prof, Dr. Imam Suprayogo (Model Integrasi Islam & Ilmu Pengetahuan), Dr. Arif Osman (Epistemologi Islam dan Integrasi dengan Teori Ilmu Pengetahuan Modern, Perspektif Kedokteran dan Kesehatan), dan Prof. Dr. Nurhayati Djamas, M.A., M.Si. (Konstruk Perilaku Manusia Menurut Pemikiran Islam & Psikologi Modern.)

    Sementara itu, Rohita, M.Pd. selaku ketua panitia simposium menyatakan, “Melalui simposium ini diharapkan partisipasi dari para sarjana muslim pada berbagai disiplin ilmu untuk berbagi pengalaman dalam mengembangkan teori ilmu pengetahuan di bidang masing-masing yang terintegrasi dan selaras dengan mindset keilmuan Islam”.

    Continue Reading