• Mini Concert Rascacielos Choir Universitas Al Azhar Indonesia

    23 December 2017
    483 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta– Lobby Universitas Al Azhar Indonesia dipenuhi oleh sekelompok mahasiswa dengan dresscode jeans, dilengkapi dengan kerudung abu abu untuk setiap mahasiswinya. Mereka sibuk mengatur nafas dan menyamakan suara, semuanya terlihat berusaha untuk menyiapkan penampilan terbaik di Mini Concert of Rascacielos Choir yang digelar di Lobby Universitas Al Azhar Indonesia Jumat 22 Desember 2017. Selain untuk menyambut Hari Ibu, acara ini juga digelar untuk menyambut anggota baru Rascacielos Choir di tahun 2017. Mendekati pukul 13.00 WIB pelataran Lobby semakin ramai dipenuhi oleh mahasiswa yang siap menyaksikan pertujukan yang akan dimulai. Setelah dibuka oleh Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Bpk Prof. Dr. Ir Asep Saefudin M.Sc. Suara merdu Rascacielos Choir pun mulai memanjakan telinga para penonton.

    Kecintaan Ibu Ir. Endang Ripmiatin M.T terhadap musik menjadikannya Pembina Paduan Suara Rascacielos, sejak tahun 2008 hingga sekarang. Beliau  juga membidani berdirinya komunitas Musik Sore di Universitas Al Azhar Indonesia. Selain itu ditengah tengah kesibukanya ia masih menyempatkan diri untuk bergabung dalam Ussy Pieters Choir yang aktif mengikuti kompetisi paduan suara di dalam dan luar negeri.  Lagu yang akan dipersembahkan ini sebelumnya telah Di Aransemen oleh Ibu Dessy Sophiaty, seorang guru yang bersertifikat Kodaly yang mendalami ilmu Pedagodik Musik Dasar dan Choir Conducting di Kodaly Society, Manila, Filiphina. Ia juga tergabung sebagai penyanyi di Archipelago Singers, komunitas paduan suara yang setiap tahunnya sejak 2012 selalu meraih juara pertama dalam tur Internasional Asia da Eropa. Passionnya yang tidak pernah berhenti di bidang musik belakangan membawanya menjadi Music Director untuk karya karya teater anak anak dan dewasa. Dan kini ia merupakan Pelatih dan Conductor Paduan Suara Universitas Al azhar Indonesia Rascacielos Choir sejak 2011.

    Diiringi dengan Keyboard yang dimainkan oleh Hendry Wijaya, Mini Concert ini akan membawakan 9 lagu yaitu : Cohors Generosa, Cant help Falli In Love, Sempurna, Untukku, I Will Be There, Kasih Tak Sampai, Beauty and The Beast, If I Fell dan Don’t Stop. Ditutup dengan kolaborasi lagu Oinakeke dengan Yamko pertunjukan Mini Concert ini mampu memukau setiap penonton yang hadir.

    Continue Reading
  • Kuliah Umum Perkembangan Iklan Digital Universitas Al Azhar Indonesia “Content is a King But Idea is The Soul”

    23 December 2017
    321 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta– Jumat (22/12) Universitas Al Azhar Indonesia berkerjasama dengan Progaram Studi Ilmu Komunikasi mengadakan Kuliah Umum dengan Judul “Perkembangan Dunia Periklanan Di Era Digital Dan Profesi Profesi Yang Di Butuhkan” Acara yang dibawakan langsung oleh Ibu Alma Mandjusry S.S.,M.Ikom., ini juga dilengkapi dengan beberapa narasumber yaitu : Janoe Arijanto (CEO Dentsu Start ), Jimmy (Digital Bussines Director MACS909) dan Lukman Nulhakim (Owner Inspira Vision).  Acara ini diawali dengan penjelasan perusahaan Inspira Vision dan bagaimana periklanan mampu berperan penting dalam Industri masa kini oleh Lukman Nulhakim. Ia mengatakan bahwa kunci kesuksesan dalam membangun bisnis besar ada tiga, yaitu passion, mindset dan attitude. Acara yang bertempat di Auditorium Arifin Panigoro Lantai 3 ini berhasil memberikan serangkaian pengetahuan baru akan perkembangan iklan di era digital.

    Berkarier selama 27 tahun dalam dunia periklanan Jimmy sudah menangani banyak brand lokal maupun internasional. Beberapa diantaranya adalah Sampoerna Corporate, Vaseline, Ponds, Hexos, BMW, dsb. Tokoh yang menciptakan tagline “sarimi dari aromanya terbayang kelezatannya” ini mengatakan bahwa industri Digital Marketing bukan lagi hal kecil, bisnis yang akan mencapai nilai 144 Triliun ditahun 2018 ini merupakan bentuk,  gabungan dari segala hal yang bisa diakses menggunakan internet ataupun mobile phone (digital device). Digital Marketing sendiri terdiri dari tiga hal besar yaitu Traditional marketing, Mobile Marketing dan Internet Marketing. Jimmy selaku Digital Bussines Director MACS909 juga mengatakan bahwa jangkauan digital masa kini bukan hanya lokal tapi sudah internasional. Disini kita dituntut untuk bagaimana menciptakan sebuah Digital Campaign yang dapat menarik perhatian publik. Dan modal untuk menciptakanya adalah dengan membangun integrasi antara kreatifitas dengan teknologi, mengumpulkan mereka creative director, art director dan tokoh brand yang sadar akan teknologi digital. Ia percaya dengan terkumpulnya mereka semua maka Digital Marketing mampu menjadi sorotan publik dengan  keuntungan yang sangat besar. Dalam sebuah iklan konten merupakan hal yang sangat penting, namun bagi Jimmy konten tersebut tidak akan terlahir kecuali dari sebuah ide ide yang mengagumkan. “Content is a King But Idea is The Soul “ ucapnya untuk menggaris bawahi penjelasanya sebelum menutup topik yang ia bawakan.

    Acara pun dilanjutkan dengan materi yang dibawakan oleh Janoe Arijanto dengan judul Branding in The New Communication Landscape. Dalam penjelasanya ia menekankan pada aspek Crowd Culture yang menggaungi perkembangan iklan masa kini. Yaitu  dimana publik dapat sangat mempengaruhi bagaimana sebuah kampanye dijalankan. Ini dibuktikan dengan munculnya beberapa KOL (Kantor Opinian Leader) yang dimiliki oleh beberapa industri periklanan. Mereka memantau berbagai Opinion Leader yang kemudian akan dijadikan sumber tindakan untuk kampanye selanjutnya.

    Perkembangan dunia digital yang sangat pesat, menjadikan mahasiswa harus lebih awas akan hal hal baru disekitar yang mampu dijadikan acuan untuk berkembang lebih kreatif dan positif. Semoga acara ini kelak dapat memberikan pengetahuan lebih tentang industri periklanan dimasa kini maupun dimasa yang akan datang.

    Continue Reading
  • Mewujudkan Implementasi Rukun Iman dalam Santunan 100 Anak Yatim

    16 December 2017
    716 Views
    Comments are off for this post
    img_0729

    Jakarta –Sebagai Kampus yang menjunjung Nilai nilai Islam Universitas Al Azhar Indonesia Jumat, 15 Desember 2017 bersama dengan Progam Studi Bimbingan Penyuluhan Islam, mengadakan acara Kajian Islam dan Santunan Bersama 100 Anak Yatim bersama Ust. Dr rahmat hidayat LC, MA dengan tema “Pemuda Hari ini, adalah Pemimpin Masa Depan”. Acara yang terselenggara berkat kerjasama Universitas Al Azhar  Indenesia dengan Yayasan Lautan Tanpa Tepi dan Rumah Tahfidz Quran ini dihadiri oleh Wakil Rektor 3 Ibu Nita Noriko,M.Sc., Dirjen Administrasi Umum Kementrian Hukum dan HAM Bpk Dr Freddy Harris SH, L.L.M, Inspektorat jendral Kementrian Pembangunan Umum Republik Indonesia Bpk. Dr Ridlo Ananda Anwar, SH.MH , Ketua Yayasan Lautan Tanpa Tepi Bpk. Reda Manthovani.S.H,L.L.M dan  Ketua Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Bpk. Abdullah Hakam Shah Lc.MA.  Acara ini juga turut megundang 100 anak yatim yang berasal dari  yayasan As Saadah.

    Dalam sambutan yang pertama Ibu Nita Noriko selaku Wakil Rektor 3 Univeristas Al Azhar Indonesia mengatakan bahwa acara ini merupakan bentuk implementasi dari ayat Al quran yaitu Surat Al Maun yang berbunyi “Ara-Aytalladzii yukadzdzibu biddiin, Fadzaalikalladzii Yadu’’u lyatiim..”  dimana diturunkan perintah Allah agar kita sebagai umat muslim untuk selalu mengasihi anak yatim dan jangan sekalipun menghardiknya. Karena barangsiapa yang menghardik anak yatim, maka merekalah orang- orang yang mendustakan agama. Saat ini yang paling penting adalah pembentukan karakter islami, seperti apa yang Rasulullah ajarkan dalam bentuk akhlakul karimah. Basic pembentukan karakter islami ini sangatlah penting, melihat kemajuan teknologi yang dapat mengaburkan perihal  hitam dan putih dan yang benar mapun yang salah. Jika implementasi rukun islam dan iman sudah kita dapatkan sejak dini, maka kedepannya seseorang tidak akan goyah imanya meskipun dibungkus dengan kecanggihan teknologi. Saat ini juga banyak anak muda yang lebih mementingkan pekerjaan atau hal duniawi dibandingkan dengan hal akhirat yaitu shalat. Ini disebabkan implementasi iman kepada Allah yang kurang. “Implementasi rukun iman dan islam sejak dini adalah wajib “ tegas beliau sebelum menutup sambutannya.

    Acara yang diketua oleh Azzam Muhtadi selaku mahasiswa program studi bimbingan penyuluhan islam 2015 ini mendapatkan apresiasi yang sangat bagus dari ketua Yayasan Lautan Tanpa Tepi. Dalam sambutannya Bpk Reda Mahtovani mengutarakan apresiasinya terhadap acara ini, karena menurut beliau tidak semua pemuda masa kini mau peduli dan bergerak untuk kegiatan sosial seperti ini. Dengan tema yang diangkat beliau mengharapkan setiap anak yang hadir mampu memiliki mimpi dan keinginan yang tinggi sehingga kelak dapat berguna bagi masyarakat sekitar.

    Ditutup dengan acara santunan anak yatim secara simbolis dan foto bersama 100 anak yatim yang hadir, Ketua Yayasan As Sa’adah berharap bahwa acara ini mampu menginspirasi anak yatim yang hadir. Karena Acara seperti ini untuk anak anak diusianya saat ini dapat sangat memotivasi mereka untuk membangun mimpi baru dan membuka padangan anak anak untuk memiliki wawasan yang luas.

    Continue Reading
  • Kuliah Umum Kehumasan Bersama Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia  

    15 December 2017
    514 Views
    Comments are off for this post
    img_0121

     

    Jakarta (14/12)- Melihat meningkatnya minat mahasiswa terhadap bidang kehumasan, Kampus dirasa perlu mengenalkan lebih lanjut bagaimana gambaran dunia kerja Kehumasan yang seseungguhnya. Oleh karena itu, kali ini civitas akademika Universitas Al azhar Indonesia bekerjasma  dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta mengadakan kuliah umum dengan tema “Pengembangan dan Pengelolaan Kemitraan dan Kerjasama Kehumasan” (goverment public relation) di Auditorium Arifin Ponigoro lantai 3. Acara ini diisi oleh Dr. Dyah Sugiyanto (pakar komunikasi LIPI) dengan tema “The old and the new government public relation” dan Syali Gestanon (Humas Pemprov DKI Jakarta) dengan tema “Bidang informasi public” dihadiri oleh dekan dan dosen Program Studi ilmu komunikasi acara ini berlangsung ramai dengan pastisipasi aktif mahasiswa ilmu komunikasi yang hadir.

    Dalam diskusinya Dr. Dyah Sugiyanto menjelaskan bahwa saat ini Humas dalam setiap perusahan kerap mengalami sebuah krisis, yaitu dimana bagian Humas dihadapkan pada sebuah konflik yang harus diatasi dengan strategi yang didasari dengan mengetahui potensi dari isu yang ada. Disini Humas dituntut untuk tidak hanya menguasai teknis, tidak hanya mengurusi urusan hubungan masyarakat, tapi juga harus memahami strategi untuk mengatasi konflik yang ada. Sedangkan dalam Humas pemerintahan yang memiliki ruang linkup yang berbeda. Keberadaan humas dituntut untuk lebih sigap dan tanggap terhadap isu isu politik maupun masyarakat yang ada. Lain hal dengan humas perusahaan yang berfokus pada branding sebuah produk, humas pemerintahan justru cenderung kepada pelayanan masyarakat. Seperti Contohnya Dalam gambaran besar Humas pemerintahan mengurusi  ribuan kelahiran manusia yang ada. Karena pengawasan proses pembuatan akte kelahiran disetiap daerah merupakan salah satu kegiatan Humas pemerintahan. Selain itu Humas pemerintahan juga bertugas mengatur konten yang tersebar di media konvensional maupun media sosial.

    Merupakan suatu keharusan bagi Universitas Al Azhar Indonesia untuk terus menggerakan mahasiswanya dalam mengikuti berbagai Kuliah Umum, menggunakan metode pembelajaran diluar ruangan agar mahasiswa mampu mengenal masalah yang berkaitan dengan jurusannya dalam kehidupan sehari hari.  Oleh karena itu dalam kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat lebih mengenali bidang Public Relation dalam  dunia pekerjaan untuk industri sebuah produk maupun public relation pemerintahan.

    Continue Reading
  • Mengenal Budaya Kerja Perusahan Jepang Program Studi Sastra Jepang Universitas Al Azhar Indonesia

    15 December 2017
    427 Views
    Comments are off for this post
    img_0416

    Jakarta– Universitas Al Azhar Indonesia khususnya program studi Sastra Jepang, kali ini tengah mengadakan kuliah umum tentang “Bagaimana Bekerja di Perusahaan Jepang” (14/12/17) acara yang dilaksanakan di ruangan serbaguna ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Sastra Jepang Ibu Ariyanty Visiaty, S.S.,M.LA, dan Ibu M Anitasari selaku pembicara utama.  Wanita yang menyelesaikan studinya  di Universitas Indonesia ini dahulu sempat bekerja menjadi sekertaris dan asisten manager PPGA Departemen di Toyota Motor Manufacturing Indonesia (1985 – 2012) dan Manager of Shop Floor training in Toyota Institute Indonesia (2012-2014). Acara yang berlangsung di ruangan serbagun lantai 2 ini dimulai pukul 13.00 hingga selesai.

    Dalam kesempatan kali ini Ibu M Anitasari yang dahulu bekerja di PT Toyota membagi pengalamannya ketika bekerja di sebuah perusahaan jepang. Selain itu beliau juga menjelaskan tentang gambaran umum perusahaan Toyota, Persiapan memasuki perusahaan Jepang, Kendala bekerja di perusahaan Jepang, pentingnya menguasai pengetahuan tentang budaya dan bahasa Jepang serta cara melatih keahlian dan sikap untuk dapat bekerja di perusahaan Jepang. Dalam dunia kerja pemahaman pemahaman seperti ini sangatlah penting, terutama apabila kita bekerja di sebuah perusahaan asing yang jelas memiliki latarbelakang budaya dan kebiasaan yang berbeda. Kesalahpahaman konsep budaya akan memicu perselisihan sebuah tim dan memperburuk kinerja yang ada, Sehingga kedepannya seorang ahli tidak lagi dapat dipercaya. Bukan proses yang singkat sehingga ibu M Anitasari bisa sampai ke posisi karir saat ini. Ada usaha dan jalan yang panjang sehingga akhirnya bisa membawa beliau ke masa saat ini. Menurut Beliau ada 3 hal yang harus diperhatikan agar nantinya kita dapat ditempatkan dimanapun dan kapanpun. Yang pertama adalah kita harus deal terhadap diri sendiri, yaitu mengetahui kapasitas diri (kemampuan, kelebihan dan kekurangan), yang kedua deal dengan lingkungan keluarga dan yang ketiga deal dengan lingkungan kita.

    Dengan diadakannya kuliah umum ini diharapkan mahasiswa dapat lebih megenali dunia kerja yang akan mereka hadapi di masa depan. Persiapan yang matang dalam membentuk alumni alumni yang berkualitas adalah salah satu aspek yang menunjang kesuksesan Universitas Al azhar dalam mencetak generasi yang unggulan.

    Continue Reading
  • Pernyataan Sikap Yayasan Pesantren Islam Al Azhar

    13 December 2017
    499 Views
    Comments are off for this post

    pr-palestine-apr-palestine-b

    Continue Reading
  • UAI berpartisipasi pada Indonesia-Malaysia Symposium on Southeast Asia Studies, Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia

    11 December 2017
    386 Views
    Comments are off for this post
    untitled-1

    Jakarta-Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) pada tanggal 8-9 Desember 2017 turut menjadi salah satu perwakilan Indonesia pada acara Indonesia-Malaysia Symposium on Southeast Asia Studies (IMSSEAS) 2017 yang berlangsung di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Kuala Lumpur, Malaysia. Acara ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Alumni Malaysia (PAM) dan Persatuan Alumni Perguruan Tinggi Indonesia (PAPTI) serta didukung oleh UAI dan institusi pendidikan tinggi lainnya.

    Dalam sesi pembukaan, Rektor UAI Prof. Dr. Ir Asep Saefuddin, M.Sc menyampaikan keynote speech berjudul “Higher Education Facing Disruption Phenomena”. Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah bahwa dunia pendidikan harus terus berinovasi guna dapat bertahan (surviving) pada masa kini. Hal ini mengingat banyak sekali disrupsi yang muncul.

    Pembicara kunci lainnya adalah Dr. Chandra Setiawan, PhD, komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Dr. Setiawan menyampaikan materi berjudul “Persengkongkolan Tender dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah”.

    Acara simposium bersifat multidispliner dan berlangsung menarik khususnya saat sesi presentasi. Para peserta menyampaikan berbagai isu global kontemporer, mulai dari isu pencegahan penipuan dalam e-commerce di ASEAN, peran Indonesia dalam kasus Laut Tiongkok Selatan (LTS), hingga pembahasan mengenai hukum pengadaan barang untuk mencegah tindak korupsi.

    Para peneliti UAI turut berperan aktif dalam simposium internasional ini. Para peneliti tersebut berasal dari Fakultas Psikologi dan Pendidikan (FPP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Dr. Nita Noriko, misalnya, membawakan makalah berjudul Cannalina Flour to Support Sustainable Development, Dr. Suwardi menyampaikan makalah berjudul Development in Early Childhood Learning Model; serta Yasmi Adriansyah mempresentasikan makalah berjudul Looking at the Dragon with Cautions: Comparing the Views of Indonesian and Malaysian Toward the China’s Belt and Road Initiative.

    Keseluruhan rangkaian acara simposium berlangsung lancar. Guna menjaga kesinambungan, Rektor UAI menawarkan bahwa simposium selanjutnya dapat diselenggarakan di UAI dengan skala kerjasama yang lebih besar, yaitu ASEAN+ dan terbuka bagi peserta internasional lainnya.

    Continue Reading
  • Alhamdulillah, Program Studi Sastra China UAI Raih Empat Piala Lomba CHINESE STAR 汉语之星

    11 December 2017
    365 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta-Alhamdulillah, di penghujung tahun 2017, para mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra China kembali menorehkan prestasinya dalam Kompetisi Puisi Tiongkok Kuno “Star of Chinese 2017” Tingkat Mahasiswa Indonesia. Acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 9 Desember 2017 di Gedung D Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) lantai 2 ini diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) 阿拉扎孔子学院.

    Melalui proses latihan dan pembimbingan oleh para dosen Prodi Sastra China UAI, para mahasiswa UAI berhasil membawa 4 (empat) buah piala kemenangan. Adalah Rida Yunita, mahasiswa tingkat 1 angkatan 2017 Prodi Sastra China, berhasil menyabet juara 1 (satu) kategori puisi tiongkok kuno. Sementara itu, Khalida Puti Geni, mahasisiwa tingkat 2 (dua) angkatan 2015 berhasil keluar sebagai juara 2 (dua) kategori puisi tiongkok kuno. Kemudian 2 (dua) piala lagi disumbangkan oleh Kharana Hema Saputri dan Suci Ramadhani Anshari, keduanya merupakan mahasiswa tingkat 2 (dua) angkatan 2015 yang sama-sama menyumbangkan piala juara 3 (tiga) kategori puisi tiongkok kuno.

    Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Al Azhar Indonesia yang juga merupakan Presiden Pusat Bahasa Mandarin (PBM) UAI, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin M.Sc, Wakil Presiden PBM UAI, Drs. Murni Djamal,M.A, Dekan Fakultas Sastra, Dr. Faisal Hendra, M.Ed, Ketua Program Studi Sastra China UAI yang juga Direktur Indonesia Pusat Bahasa Mandarin Feri Ansori, SS.,M.Ed

    Hadir sebagai peserta kompetisi tahun ini adalah para mahasiswa dari perwakilan universitas di Indonesia, diantaranya Universitas Bina Nusantara, Universitas Bunda Mulia, dan Universitas Dharma Persada.

    Selamat kepada para pemenang, semoga Prodi Sastra China UAI dapat terus mengharumkan nama UAI dalam lomba-lomba yang akan digelar pada tahun-tahun mendatang.

     

     

    Continue Reading
  • Demonstrasi Budaya Teh Jepang Universitas Al Azhar Indonesia “Kedamaian Dalam Semangkuk Teh”

    6 December 2017
    518 Views
    Comments are off for this post

     Jakarta– “Budaya itu melekat dengan bahasa,  menghargai budaya berarti menjunjung tinggi bahasa yang ada. “ ujar Rektor Universitas Al Azhar Indonesia  Bapak Prof. Ir. Dr Asep Saefudin M.Sc, dalam sambutannya di acara kuliah umum sastra Jepang Demonstrasi Upacara Minum Teh Jepang  “CHADO” Urasenke yang digelar di ruang serbaguna Rabu, 6 Desember 2017. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama pihak Universitas Al Azhar Indonesia dengan Chado Urasenke Tankokai Indonesia dan dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Al Azhar, Dekan Fakultas Sastra dan Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang.

    CHADO sendiri merupakan upacara minum teh yang sangat terkenal di Jepang. Dimana persiapan upacara minum teh merupakan suatu yang sangat penting dalam hal estetika serta telah berkembang menjadi suatu seni tersendiri. Pertemuan ini merupakan perwujudan dari nilai nilai pemahaman yang diperoleh seseorang dari pendalaman serta disiplin menghidangkan teh dengan menikmatinya sebagai kepuasan batin merupakan dasar gaya hidup yang disebut “CHADO”. Bilamana semangkuk teh dihidangkan sesuai dengan tata krama minum teh, suatu sintese kebudayaan dengan wawasan yang luas dan cita-cita yang tinggi menyatukan diri dengan aspek batin, moral, estetika, filsafah dan hubungan sosial. Dalam tata krama minum teh, seseorang tidak saja diajar untuk mengatur segala sesuatu dengan sebaik mungkin, tetapi juga untuk menerapkan hal tersebut dalam kehidupan sehari hari. CHADO sendiri memiliki empat prinsip dasar yaitu keserasian, saling hormat-menghormati, kesucian dan ketenangan. Proses sederhana untuk menghidangkan dan menerima semangkuk teh dilakukan dengan satu tujuan saja, yaitu untuk mewujudkan ketenangan batin dalam pergaulan sesama manusia. Melalui semangkuk teh rasa damai dapat berkembang dengan sesungguhnya karena perasaan itu dapat dibagi dengan sesama kita dan dijadikan dasar kehidupan kita.

    Dewasa ini, dengan adanya modernisasi telah semakin memudahkan manusia dalam melakukan kebanyakan pekerjaan. Waktu serta energi yang dibutuhkan untuk mempersiapkan serta menyajikan secangkir teh nampaknya sudah tidak berguna. Namun semangkuk teh bilamana disiapkan sesuai dengan prinsip CHADO, meminum teh mampu memenuhi kebutuhan manusia bagi ketenangan rohani. Ritual ini merupakan suatu ritual yang sederhana serta ekonomis, darimana semua orang dapat menemukan “kedamaian di alam semangkuk teh”.

    Melekatnya unsur budaya dengan bahasa sudah menjadi hal penting yang harus diketahui oleh setiap mahasiswa, khususnya program studi sastra. Dengan mempelajari budaya, tentu ini akan Mempererat aspek kultur dan budaya antar bangsa, itulah yang bisa dilakukan oleh generasi muda sebagai penggerak bangsa. Ada unsur Respectation yang bisa kita pelajari dalam acara minum teh ini, menghormati bagaimana alam memberikan obat – obatan, manusia yang meraciknya, dan bagian menikmatinya yang terasa sebagai meditasi adalah unsur kekayaan budaya yang juga harus dipelajari. Semoga acara ini dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa akan budaya teh jepang dan dapat turut melestarikannya di masyarakat luas.

    Continue Reading
  • Fokus Grup Diskusi (FGD) Forum Rektor Indonesia 2017

    4 December 2017
    583 Views
    Comments are off for this post

    “ RISET PENTING TETAPI BELUM DIANGAP PENTING”

    Hal Tersebut dikemukakan oleh Prof. Richardus Eko Indarjit, M.Sc, M.BA, Guru Besar Informasi (salah satu narasumber ), menyikapi perkembangan dunia akademisi di Indonesia dalam acara Forum Rektor Indoensia 2017 dengan tema “ HILIRISASI RISET, PENGUATAN DAN PENGEMBANGAN INOVASI DALAM MENGHADAPI ERA DISRUPSI: ANTARA KEBIJAKAN IMPLEMENTASI”- DI Universitas Al Azhar Indonesia, 4 Desember 2017.

    Forum Rektor dibuka dengan sambutan Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Prof. Dr. Ir. Asep Saefudin, M.Sc. dan ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof . Dr. Suyatno, M.Pd. serta dimeriahkan dengan panduan suara mahasiswa tiga perguruan tinggi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Universitas Bina Nusantara (Ubinus) dan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA).

    Kegiatan FGD ini merupakan salah satu tugas dari kelompok kerja pokja Inovasi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2017 yang periodenya akan berakhir pada bulan Februari tahun 2018. FRI menjalankan amanah Konvensi FRI 2017 yang dbuka oleh Presiden dimana perguruan tinggi harus harus meghasilkan inovasi dan hasil dari perguruan tinggi hendaknya dapat menyokong sektor ekonomi sebagai bagian dari program nawacita ke-6.

    Dr. Ir.Prakoso,M.M, Sekretaris Direktorat Jendral Penguatan Riset Dan Pengembangan Kemenristek Dikti mengemukakan tentang indikator kinerja di kemenristekdikti diantaranya adalah menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan mampu bersaing. Salah satu dukungan pemerintah untuk akademisi agar menghasilkan inovasi dari hasil riset. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar 23,4 Triliun untuk tahun 2017 selain adanya ketersediaan dana dari sumber – sumber pendanaan lain. Namun demikian hilirisasi hasil penelitian amatlah penting untuk menjamin kesiapan terapan melalui tngkat kesiapan hasil hasil penelitian sehingga dibutuhkan peningkatan kerjasama dengan industri.

    Peluang untuk terwujudnya Research University  adalah dengan melakukan riset yang memanfaatkan teknologi hingga menghasilkan inovasi dikemukakan oleh Prof. Richardus Eko Indrajit, M.Sc, M.BA, Guru Besar Informasi. Hanya perguruan tinggi yang memiliki DNA riset yang berpeluang menjadi Research University bukan sekedar Teaching University sehingga riset seyogyanya merupakan jalan untuk mencapai tujuan. Artinya, riset harus bisa memiliki nilai jual yang tinggi. Berbagai jenis riset dan pengabdian masyarakat juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi perguruan tinggi, sebagai contoh adalah hasil risetnya terhadap 6 perguruan tinggi (Harvard, UCLA, Yale, University of Arizona, Oklahoma University, London School of Bussines) menjadikan riset dan dana abadi sebagai sumber penghasilan utama. Eko juga menekankan perlu diciptakan Research Market untuk mendorong pemasaran hasil riset dan untuk menjadi World Class University sivitas akademika hars kreatif dan inovatif dalam menjalankan riset. Disayangkan bahwa riset di Indonesia hingga saat ini masih hanya dianggap penting namun bukan hal yang genting. Memulai riset hendaklah fkus dari problem problem yang ada di negara Indonesia sehingga riset yang dilakukan perguruan tinggi bermanfaat memberikan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

    Dr. Wihatmoko Waskitoaji, Ka Subdit Pengembangan Sistem dan Jaringan Inovasi Direktorat Sistem Inovasi Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti. Menguraikan bahwa inovasi dilahirkan dari irisan 3 teknologi, marketing dan bisnis. Penjelasannya lebih lanjut adalah tentang paradigma inovasi, tipe inovasi, proses inovasi, berikut contoh- contoh inovasi yang melahirkan bisnis yang sedang trend saat ini seperti Alibaba.com, Uber, Aribnb dan Facebook. Wihatmoko juga mengingatkan tentang UUD Pasal 33 ayat 2, bahwa cabang- cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara dan harus menunjang lahirnya inovasi.

    Sistem Inovasi Nasional yang diadopsi di Indonesia juga dapat tercipta dengan adanya hubungan kerjasama tiga pilar yaitu akademik, Industri  dan pemerintah. Dalam paparanya contoh – contoh studi kasus jaringan inovasi. Perguruan tinggi harus bergeser menjadi perguruan tinggi yang profesional, melakukan riset yang excellent dan menghasilkan produk yang inovatif. Untuk membawa hasil riset sampai menjadi komoditas yang dimanfaatkan oleh konsumen diperlukan  tahapa yang cukup panjang sehingga diperlukan dukungan pemerintah.

    Continue Reading