<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Al Azhar Indonesia &#187; Bidang Sastra</title>
	<atom:link href="http://uai.ac.id/category/opini-ilmiah-2/bidang-sastra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://uai.ac.id</link>
	<description>Enterprising University</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 May 2013 04:47:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Pemanfaatan Siaran Satelit Untuk Pembelajaran Bahasa Arab</title>
		<link>http://uai.ac.id/2011/04/13/pemanfaatan-siaran-satelit-untuk-pembelajaran-bahasa-arab/</link>
		<comments>http://uai.ac.id/2011/04/13/pemanfaatan-siaran-satelit-untuk-pembelajaran-bahasa-arab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 07:54:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adevanny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bidang Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uai.ac.id/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Dr. H. Saifullah Kamalie, M.Hum. Banyak pembelajar bahasa Arab yang merasa kesulitan untuk menemukan sumber pembelajaran. Tidak sebagaimana sumber pembelajaran bahasa Inggris yang dapat dengan mudah diperoleh, sumber pembelajaran bahasa Arab memang sangat terbatas. Namun, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, keterbatasan tersebut mulai berubah. Pada umumnya para pembelajar bahasa Arab di [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>oleh: Dr. H. Saifullah Kamalie, M.Hum. </strong></p>
<div>
<p>Banyak pembelajar bahasa Arab yang merasa  kesulitan untuk menemukan sumber pembelajaran. Tidak sebagaimana sumber  pembelajaran bahasa Inggris yang dapat dengan mudah diperoleh, sumber  pembelajaran bahasa Arab memang sangat terbatas. Namun, dengan kemajuan  teknologi informasi dan komunikasi saat ini, keterbatasan tersebut mulai  berubah.<span id="more-191"></span></p>
<p>Pada umumnya para pembelajar bahasa Arab di negeri ini belum  merasakan manfaat yang diperoleh dari bahasa Arab, selain dari hal-hal  yang berhubungan dengan ibadah sehari-hari. Oleh karena itu tidaklah  mengherankan jika minat masyarakat untuk mempelajari bahasa Arab tidak  sebesar minat mereka untuk mempelajari bahasa Inggris.</p>
<p>Seorang pembelajar bahasa Arab akan merasa senang ketika ia  menyaksikan suatu tayangan berbahasa Arab yang disiarkan langsung dari  stasiun TV Timur Tengah. Siaran berbahasa Arab seperti ini kini dapat  dengan mudah dinikmati melalui parabola. Melalui situs  <a href="http://www.lyngsat.com/">http://www.lyngsat.com/ </a>kita  dapat mengetahui satelit mana saja yang menyiarkan siaran bahasa Arab.  Selama ini, yang biasa saya manfaatkan adalah satelit AsiaSat 2 yang  menyiarkan siaran berbahasa Arab dari:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. Abu Dhabi Al Emarat, dari U.A.E</p>
<p>2. Al Nile, dari Mesir</p>
<p>3. Alalam News Channel, dari Iran</p>
<p>3. Al Kass, siaran khusus olah raga dari Mesir</p>
<p>4. Syria Satellite Channel, dari Syiria</p>
<p>5. Yemen TV, dari Yaman</p>
<p>6. Abu Dhabi Al Oula + 1, dari Abu Dhabi</p>
<p>7. Oman TV Satellite, dari Oman</p>
<p>8. Kuwait Space Channel, dari Kuwait</p>
<p>9. Saudi Arabian TV 1, dari Saudi   Arabia</p>
<p>10. Qatat TV, dari Qatar</p>
<p>11. Sudan TV, dari Sudan</p>
<p>12. Sharjah TV, dari U.A.E</p>
<p>13. Jamahirya Satellite Channel. dari Lybia</p>
<p>14. Al-Jazeera Channel, dari Qatar</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain siaran TV, satelit AsiaSat 2 ini juga menyiarkan siaran radio dengan kualitas FM, seperti:</p>
<p>1. El-Bernameg Al-Aam, dari Kairo</p>
<p>2. El-Quran El-Karim, dari Kairo</p>
<p>3. Radio Quran, dari Iran</p>
<p>4. Emarat FM, dari U.A.E</p>
<p>5. Radio Oman</p>
<p>6. Radio Quran, dari Saudi   Arabia</p>
<p>7. Sharjah FM, dari U.A.E</p>
<p>8. Qatar Radio</p>
<p>9. Sana’a Radio, dari Yaman</p>
<p>10. Aden Radio, dari Yaman</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari satelite Telstar 10, ada tiga saluran yang dapat dinikmati dengan gratis, sama seperti saluran terdahulu, yaitu:</p>
<p>1. Dubai Sports</p>
<p>2. Dubai TV</p>
<p>3. Sama Dubai</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semua perusahaan stasiun TV di atas menyewa transponder pada  perusahaan pemilik satelit. Karena statusnya menyewa, pada suatu waktu,  stasiun TV tersebut berpindah ke satelit lain. Dan terkadang juga, di  satelit tertentu muncul stasiun TV lainnya. Untuk itu, informasi dari <a href="http://www.lyngsat.com/">www.lyngsat.com</a> sangat membantu para pengguna parabola.</p>
<p>Siaran-siaran TV berbahasa Arab ini tentunya bukan hanya untuk  dijadikan sebagai tontonan seperti halnya siaran dari TV lokal. Jika  dimaksudkan sebagai media pembelajaran bahasa Arab, beberapa siaran yang  dianggap sesuai dengan materi atau untuk memperkaya wawasan pembelajar,  siaran-siaran tersebut hendaknya disimpan untuk kemudian dijadikan  bahan pembelajaran.</p>
<p>Dulu, ketika pertama kali mengenal parabola, setiap siaran yang  dianggap sesuai untuk pembelajaran bahasa Arab, saya simpan dalam kaset  VHS. Dari VHS ditransfer dengan sebuah alat seharga lebih dari Rp. 3,5  juta. Proses mentransfer data video dari kaset VHS sampai keluar menjadi  VCD memerlukan waktu yang cukup lama.</p>
<p>Kini, dengan kemajuan IT, siaran dari parabola dapat langsung  ditonton dan disimpan dalam hard disk komputer. Perangkat yang  digunakan, di antaranya Digital Satellite Receiver SkyStar 2. Perangkat  yang berupa card ini dipasang dalam komputer yang langsung dapat  menerima siaran dari parabola dengan kualitas DVD.</p>
<p>Hasil rekaman yang berkualitas DVD ini tidak perlu lagi diubah ke  format VCD, selain karena kualitasnya akan menurun, juga memerlukan  waktu yang cukup lama. File video yang disimpan itu memang tidak dapat  diputar dengan VCD/DVD Player, tetapi dapat diputar melalui komputer  dengan progam pemutar video yang biasanya sudah termasuk dalam Windows.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uai.ac.id/2011/04/13/pemanfaatan-siaran-satelit-untuk-pembelajaran-bahasa-arab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ANAK PEREMPUAN, ANAK LELAKI</title>
		<link>http://uai.ac.id/2011/04/13/anak-perempuan-anak-lelaki/</link>
		<comments>http://uai.ac.id/2011/04/13/anak-perempuan-anak-lelaki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 07:49:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adevanny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bidang Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uai.ac.id/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Dr. H. Saifullah Kamalie, M.Hum. Ketika berlangsung seminar internasional bahasa Arab di kampus UAI baru-baru ini, di antara makalah yang disampaikan oleh peserta adalah tentang penggunaannya kata Allah oleh masyarakat non-muslim di Malaysia. Dr. Akmal Khuzairi, dosen Universiti Islam Antarbangsa Malaysia, penyaji makalah tersebut memaparkan asal-usul kata Allah, apakah kata tersebut merupakan nama diri [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>oleh: Dr. H. Saifullah Kamalie, M.Hum. </strong></p>
<p>Ketika berlangsung seminar internasional bahasa Arab di kampus UAI  baru-baru ini, di antara makalah yang disampaikan oleh peserta adalah  tentang penggunaannya kata Allah oleh masyarakat non-muslim di Malaysia.  Dr. Akmal Khuzairi, dosen Universiti Islam Antarbangsa Malaysia,  penyaji makalah tersebut memaparkan asal-usul kata Allah, apakah kata  tersebut merupakan nama diri asli atau derivatif (bentukan)? Artinya,  jika kata Allah itu nama diri asli, berarti ia merupakan nama khas untuk  Tuhan yang selama ini diyakini hanya disembah oleh umat Islam. Namun  jika kata tersebut merupakan nama diri derivatif, yaitu berasal dari  kata al-ilah yang berarti tuhan, maka nama tersebut berlaku untuk semua  tuhan yang disembah oleh siapa pun.<span id="more-189"></span></p>
<p>Di Indonesia, kata Allah digunakan oleh selain umat Islam dengan  sedikit perbedaan dalam pelafalan. Umat Kristiani menyebutnya dengan  /alah/, tanpa menebalkan bunyi huruf /el/ dan tetap membunyikan huruf  /a/ sebagai bunyi /a/. Mungkin karena adanya perbedaan pelafalan inilah,  umat Islam Indonesia tidak pernah mempermasalahkan penggunaan kata  Allah oleh masyarakat bukan-Muslim.</p>
<p>Islam di Malaysia merupakan agama resmi kerajaan. Islam identik  dengan Melayu, sehingga bila ada orang China memeluk agama Islam, ia  akan dikatakan bahwa dirinya telah menjadi orang Melayu.</p>
<p>Pada umumnya nama diri masyarakat Melayu masih sangat kental dengan  nuansa Arab, berbeda dengan nama diri masyarakat Muslim di Indonesia.  Nama diri masyarakat Melayu ini bukan hanya bernuansa Arab, tetapi juga  dalam penyantuman orang tua mereka. Hampir di setiap nama diri  disebutkan kata bin atau binti. Misalnya, Umar bin Abdurrahman dan  Faizah binti Ali. Kedua kata ini, bin dan binti berasal dari bahasa Arab  yang berarti anak perempuan dan anak lelaki. Di negara asalnya, kedua  kata ini digunakan baik oleh masyarakat Muslim maupun masyarakat  bukan-Muslim. Namun di negara jiran kita ini, kedua kata ini tampaknya  telah menjadi monopoli masyarakat Melayu yang nota bene adalah  masyarakat Muslim. Hal ini baru saya sadari ketika menghadiri wisuda di  Universitas Malaya. Ketika para lulusan (graduan) dipanggil satu per  satu ke atas panggung, berulang kali saya mendengar perkataan anak  perempuan dan anak lelaki. Misalnya, Priya anak perempuan Mogan dan  Saravanan anak lelaki Paramesvaran. Setelah berulangkali saya  perhatikan, kesimpulan sementara saya adalah bahwa setiap nama yang  menggunakan perkataan anak perempuan dan anak lelaki itu tak satu pun  yang berasal dari bahasa Arab. Nama-nama tersebut adalah nama-nama  masyarakat India. Dan betul, setelah saya cek dalam buku wisuda, saya  temukan nama-nama tersebut: Priya a/p Mogan dan Saravanan a/l  Paramesvaran. Sebetulnya saya sudah lama menemukan singkatan a/p atau  a/l ini dalam buku atau tulisan, tetapi tidak pernah menduga bahwa  singkatan tersebut adalah anak perempuan dan anak lelaki.</p>
<p>Nah, apakah perkataan bin dan binti ini kedudukannya sama dengan  perkataan Allah? Setakat ini saya belum menemukan pembahasannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uai.ac.id/2011/04/13/anak-perempuan-anak-lelaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
