Teorema Ketidakmungkinan dan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN) 2004-2009
Monday, 20 April 2009 07:52
Prof. Sayuti Hasibuan, Ph.D.
Abstract
Based on past experience as well as implementation paradigms embedded in the five-year plan 2005- 2009, there is a very small likelihood that it can be successfully implemented. In the past, before the crises of 1997, for a long time economic growth has been on average 6.8 % per year. But that did not prevent open unemployment from rising. The plan target of reducing open unemployment to 5.1 % in 2009 from about 9.7 % in 2005 with 6.6% yearly average of economic growth appears very unrealistic. This unrealism is the more so because the plan as it stands embodies paradoxes in its various agendas and programs of action resulting from the operation of Arrow’s impossibility theorem.
Last Updated ( Thursday, 15 October 2009 07:01 )
|
FE-UAI Buletin Vol 3, No 1, Maret 2009
Wednesday, 08 April 2009 06:43
Prof. Sayuti Hasibuan, Ph.D.
Apakah Ciri-Ciri Hukum Alam Menandai Juga Hukum Pembangunan Manusia? Secara intuisi pertanyaan di atas dapat dijawab dengan mengatakan bahwa ciri-ciri yang dijumpai pada hukum alam, seperti hukum umum tarikan bumi dan hukum termodinamika, juga dijumpai pada hukum yang mangatur pembangunan manusia, kalau hukum yang demikan ada. Ini disebabkan semua hukum bersumber dariNya, Tuhan Yang Maha Mengatur. Persoalan sekarang adalah apa ciriciri hukum alam dan apakah ciriciri demikian memang terdapat dalam hukum pembangunan manusia? Kalau ada hukum pembanguan manusia dan hukum ini mengandung ciriciri yang sama dengan hukum alam, maka manusia umumnya dan khususnya bangsa Indonesia akan memperoleh petunjuk penting bagaimana melaksanakan pembangunannya. Selanjutnya, kalau memang ada hukum pembangunan manusia maka dengan hukum ini bisa dijelaskan kenapa sebagian bangsa manusia maju dan yang lainnya tertinggal. Untuk selengkapnya download di sini.
Last Updated ( Wednesday, 08 April 2009 07:21 )
FE-UAI Buletin Vol 2, No 2, Jun 2008
Tuesday, 20 January 2009 07:32
Prof. Sayuti Hasibuan, Ph.D.
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional: Alat Bagi Kebangkitan Bangsa? Kenapa harus ada perencanaan nasional disaat era kebebasan informasi global dan demokrasi saat ini ? Justru di era kebebasan seperti sekarang ini dibutuhkan perencanaan nasional sebagai sebuah upaya sadar membangunan lembaga dan budaya negara dan masyarakat bangsa dalam sebuah Republik yang masih relatif muda seperti Indonesia. Itulah sebabnya kita sepakati adanya sebuah undang-undang yang mengatur sistem perencanaan pembangunan bangsa seperti Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembanguanan Nasional, Jakarta, 5 Oktober 2004). Apalagi sekarang GBHN sudah tidak ada dan Presiden juga dipilih langsung; sehingga dibutuhkan suatu pengaturan agar proses pembangunan bangsa bisa diarahkan bagi pencapaian visi bangsa sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Tentu diharapkan undang-undang sistem perencanaan menjadi alat kebangkitan bangsa. Harapan inilah yang ternyata tidak terpenuhi oleh undang-undang sistem perencanaan yang ada.
Last Updated ( Wednesday, 21 January 2009 08:16 )
FE-UAI Buletin Vol 2, No 1, Mei 2008
Tuesday, 06 January 2009 14:15
Prof. Sayuti Hasibuan, Ph.D.
Kebangkitan Indonesia: Membangun Bangsa Dengan Paradigma Baru Pada saat ini terasa amat dibutuhkan upaya untuk membangunkan kembali semangat kebangkitan bangsa; suatu semangat yang mengandung kesadaran, pengertian, penghayatan serta tekad dalam diri manusia Indonesia terutama pimpinannya; sekaligus menerjemahkan tekad ini ke dalam langkah-langkah nyata untuk memperbaiki keadaan secara mendasar. Perubahan dalam dan luar diri manusia Indonesia saya artikan sebagai transformasi, agar terwujud paradigma baru pembangunan bangsa, paradigma berbasiskan Ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Last Updated ( Wednesday, 07 January 2009 05:35 )
FE-UAI Buletin Vol 1, No 4, Jan 2008
Tuesday, 06 January 2009 03:31
Prof. Sayuti Hasibuan, Ph.D.
Koperasi Untuk Indonesia Abad Ke-21 Dalam Buletin No.3 disampaikan bahwa fokus kebijakan ekonomi di sektor keuangan/perbankan adalah pada keuangan/perbankan syariah. Disarankan agar Pemerintah menempuh langkah-langkah agar dalam waktu lima belas tahun dari sekarang porsi aset perbankan syariah mencapai 50% dari aset perbankan secara keseluruhan yang sekarang baru mencapai 1,7% saja. Dapat ditanyakan, kalau disektor keuangan/perbankan, fokus kebijakan adalah pada sektor syariah apa yang menjadi fokus pada pembangunan sektor riil ? Jawaban terhadap pertanyaan ini tidak perlu diragukan lagi adalah pada pengembangan usaha koperasi syariah. Koperasi syariah adalah koperasi untuk Indonesia abad ke 21. Untuk selengkapnya download di sini
Last Updated ( Tuesday, 06 January 2009 14:28 )
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |