Kesan pertama terhadap Beliau adalah ketika Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) sedang mempersiapkan penyelesaian kelengkapan dokumen administrasi perizinan pendirian UAI yang akan diserahkan kepada DIKTI c.q. Kopertis Wilayah III. Ketika itu saya berkenalan dengan Beliau (yang rupanya memiliki posisi amat penting sebagai Penanggung Jawab Perizinan UAI dan mantan Kabid Pendidikan YPI) yang amat ramah, yang sesungguhnya bagi orang baru seperti saya yang masuk ke dalam sebuah lingkungan baru (UAI) tentunya merasa ‘sedikit’ gamang. Namun dengan keramahan yang amat tulus, saya amat mudah melalui masa-masa ‘gamang’ tersebut. Bahkan selanjutnya Beliau menjadi tokoh yang amat penting bagi saya dalam merentas karir di UAI selanjutnya. Bahkan pada pertemuan awal tersebut Beliau tidak segan-segan (yang rupanya sifat ringan tangan tanpa basa-basi tersebut memang cerminan akhlaq mulia Beliau yang selalu Beliau gunakan setiap saat) turun tangan menata dan memperbaiki dokumen yang kelihatan oleh Beliau belum rapi dan sempurna. Subhanallah…..
Kesan kedua ketika UAI telah mulai berjalan dan Beliau secara struktural menjabat sebagai Kepala Biro Akademik UAI, dan ibarat bayi yang baru lahir, tentu UAI mengalami sesekali ‘sakit’ dan ‘meriang’ sehingga perlu diadakan rapat dan pertemuan lintas divisi untuk ‘menyembuhkannya’. Saat itu terjadi peristiwa dipindahkannya beberapa mahasiswa yang baru masuk UAI ke prodi lain yang bukan pilihan awal si mahasiswa, yang saat itu beberapa diantaranya berasal dari FE dipindahkan ke fakultas lain. Dalam diskusi yang ‘panas’ saya melontarkan kalimat yang rupanya menyinggung Beliau sehingga Beliau bereaksi cukup keras. Saya pun meminta maaf atas hal tersebut. Sehabis rapat saya merasa pasti Beliau akan lama marah terhadap saya, namun luar biasanya, keesokan harinya ketika bertemu Beliau menyapa saya seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Subhanallah…..
Kesan ketiga adalah mengenai konsistensi, disiplin, dan ketertiban cara bekerja Beliau sejak awal mengenalnya hingga akhir hayatnya, sehingga pondasi Sistem Administrasi Arsip dan Akademik UAI tidak dapat disangkal adalah sebagaian besar (kalau tidak dikatakan seluruhnya) merupakan peran Beliau. Beliau amat tertib dan disiplin dalam mencatat dan mengarsip dokumen-dokumen UAI, bahkan dengan pola kepemimpinan yang Beliau transformasikan benar-benar membekas pada kami-kami yang merupakan yunior.
Kesan keempat adalah ketika beberapa waktu berselang setelah dalam kultum Dzuhur di Masjid Agung Al Azhar saya melontarkan ide agar UAI menjadi Kampus yang menjadi pusat penelitian Al Qur’an lintas ilmu, saya sampaikan pula ide tersebut kepada Beliau agar UAI memiliki lembaga untuk itu . Reaksi Beliau (yang saat itu telah menjadi Anggota Tim Penasihat Rektor UAI) amat mengagetkan karena langsung menampakkan semangat dan antusias atas ide yang diterima (sekali lagi sesuatu yang tidak pernah berubah, bahkan terhadap yuniornya seperti saya ini), serta menyenangkan dan menghargai serta berjanji untuk berusaha menyampaikan ide tersebut kepada pihak pimpinan UAI, alhamdulillaah saat ini lembaga tersebut telah terwujud (tidak masalah apakah karena perkataan saya di kultum ataukah akibat disampaikan oleh Beliau, atau semua itu tidak ada sangkut pautnya sama-sekali). Subhanallaah……
Kesan di atas amat mendalam bagi saya (kesan tersebut adalah sangat sedikit dari kesan-kesan yang saya peroleh atas Beliau) menunjukkan bahwa almarhum Bapak Drs. H. M. Sulchan Hasjim yang termasuk pendiri UAI, amat pantas jika diberikan penghargaan oleh UAI atas jasa Beliau dan diberi gelar penghargaan sebagai “Bapak Administrasi UAI”.
Semoga Beliau di beri tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, amiiiiiin.
Selamat jalan BAPAK ADMINISTRASI UAI……

written by abdullah, November 26, 2009
written by Fokkyf, November 29, 2009
Fokky
written by Denny, December 07, 2009
Turut Berduka Cita,
Denny Hermawan
FST UAI 2002
written by Yusuf IF 2002, December 07, 2009
Baru tahu sekarang kalo beliau sudah meninggal dunia... saya masih ingat dengan beliau saat mengurus administrasi kala saya aktif di BEM Depristek... Semoga Allah mengampuni kesalahannya dan semoga Allah memberikannya derajat yang tinggi di sisi-Nya. Aamiin.
Yusuf IF FST 2002


pak semoga semua amalan baik bapak diterima disisinya..Aminn....Selamat jalan Pak