International Relation Seminar Project “Olahraga Sebagai Alat Diplomasi”

15 March 2018
588 Views
Comments are off for this post

Jakarta (13/3)- Menyambut semakin dekatnya ajang Kompetisi Olahraga terbesar se- Asia, dimana tahun ini Indonesia mendapat kesempatan sebagai tuan rumahnya. Universitas Al Azhar Indonesia dengan Program Studi Hubungan Internasionalnya mengadakan Seminar IRSP ( Internasional Relation Seminar Project ) Vol.2 yang bertajuk “ Olahraga Sebagai Alat Diplomasi” dengan turut mengundang Ir. H. Alex Noerdin, SH (Gubernur Sumatera Selatan), Azis Nurwahyudi ( Direktur Diplpomasi Publik Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia), Eris Herryanto.M.A (Sekertaris Jenderal Indonesia Asian Games Organizing Committee) dan di moderator langsung oleh Zein Latuconsina (Dosen Hubungan Internasional Universitas Al Azhar Indonesia) acara ini membahas tentang : Kesiapan serta implementasi diplomasi olahraga Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

Dimulai dengan penjelasan mengenai “Olahraga sebagai alat diplomasi” oleh Eris Herryanto sebagai Sekjen INASGOC. 18th Asian Games menempatkan Indonesia ditengah sorotan dunia, sebuah kompetisi olimpiade olahraga yang ditunggu tunggu oleh masyarakat Asia maupun dunia. Setidaknya dalam 18 hari seluruh dunia akan  menanti kabar dari Indonesia. Bagi negara di Asia, semua menunggu siapa yang terbaik se-Asia, dan bagi dunia mereka melihat siapa yang akan menjadi lawan mereka nanti di kejuaraan atau olimpiade dunia lainnya.  Beliau juga menjelaskan bahwa diplomasi olahraga adalah salah satu yang dapat kita ambil manfaatnya sebagai tuan rumah 18th Asian Games ini. Tahun 1998 ketika diselenggarakanya FIFA World Cup di Prancis Iran VS USA adalah bukti bahwa olahraga dapat medamaikan kondisi dua negara yang sedang memanas. Semangat Persahabatan, Solidaritas dan Fair Play adalah nilai olahraga yang harus dijunjung tinggi dalam menjaga diplomasi olahraga. “di 18th Asian Games2018 Jakarta- Palembang kita akan dapat menyaksikan bahwa olahraga tetap berjalan dengan sportif dan diplomasi bisa terus dijalankan” ujar beliau.

Sedangkan menurut Azis Nurwahyudi, manfaat paling besar yang akan di dapat oleh Indonesia dalam 18th Asian Games di Jakarta dan Palembang berlangsung dengan sukses adalah “Citra Positif”. Citra Positif merupakan One of The Valuable Currencies dalam Hubungan Internasional dan juga merupakan modal awal bagi upaya- upaya mempertahankan dan memperjuangkan kepentingan nasional. Sejauh ini Kementrian Luar Negeri telah memberikan dukungan khusus untuk terselenggaranya 18th Asian Games di Indonesia, diantaranya adalah : (1) Membantu Public Campaign 18th Asian Games melalui media dan sarana yag dimiliki oleh Kemlu, (2) Mengupayakan keikutsertaan media asing dalam meliput seluruh rangkaian acara 18th Asian Games dan (3) Menginstruksikan perwakilan RI untuk melakukan pendekatan kepada negara negara sahabat untuk mendapatkan kepastian partisipasi mereka di 18th Asian Games 2018.

Bukan hanya Indonesia dan Jakarta, kali ini Palembang juga akan menjadi sorotan kemeriahan rentetan acara 18th Asian Games. Alex Noerdin selaku Gubernur Sumatera Selatan jelas sangat mengapresiasi keberlangsungan 18th Asian Games di kotanya. Berbagai persiapan pembangunan dan pembaharuan fasilitas terus digalakan demi melengkapi fasilitas dan menunjang kesuksesan terselenggaranya 18th Asian Games 2018. Diantaranya adalah kerjasama dan kemitraan internasional untuk pembangunan, perdamaian dan solidaritas Sumatera Selatan, Kerjasama dan kemitraan Internasional yang berkontribusi untuk pembangunan sosial ekonomi dan mendukung berbagai penelitian yang terkait. Semoga dengan seminar IRSP kali ini, mahasiswa dapat lebih mengetahui potensi  potensi yang dimiliki Indoensia dalam bidang Diplomasi, mendukung dan turut mensukseskan selalu terselenggaranya 18th Asian Games 2018 di Indonesia.